Minggu, 11 November 2018

Macam-macam tanah di Indonesia


Resume Hasil Kegiatan Kunjungan ke Museum Tanah Bogor

Kunjungan ini kami laksanakan pada hari senin tanggal 5 November 2018. Kunjungan ini dilaksanakan untuk mata kuliah Pengantar Ilmu Tanah di Universitas Trilogi Program Studi Agroekoteknologi.


Saat awal kami masuk ke museum ini kami pertama-tama diperkenalkan terlebih dahulu dengan perkenalan seputar museum tanah terlebih dahulu, karena gedungnya baru diresmikan pada tanggal 5 Desember 2017, setelah direnovasi sejak 2015. Maka gedung museum tanah ini terhitung masih baru bahkan belum genap 1 tahun. Alamat Museum ini di  Jl. Ir H. Juanda No. 98, Bogor. Gedungnya ini tepatnya bersebrangan dengan museum Zoologi.
Setelah perkenalan kami mulai berkeliling sambil diperkenalkan macam-macam tanah yang selama ini kami pelajari dikelas, bedanya pada kunjungan kali ini kami bisa melihat langsung tanahnya.
Okey.. mulai saja bahasan apa saja sih yang kami dapat pada saat kunjungan.
Tanah merupakan lapisan tipis kulit bumi dan terletak paling luar yang berasal dari hasil pelapukan atau erosi batuan induk (anorganik) yang bercampur dengan bahan organik, tanah mengandung partikel batuan atau mineral, bahan organik (senyawa organik dan organisme) air dan udara, tanah bagi tanaman penyedia hara, air, dan penopang akar, tanah juga tempat hidup manusia, hewan, tumbuhan dan mikroorganisme.

Yang harus kita ketahui adalah tanah didunia ini ada 12 ordo dan di Indonesia dari dari 12 ordo ini 10 ordo berada di Indonesia, itulah mengapa Indonesia ini dikatakan oleh bangsa lain sebagai Negara yang kaya jika hasil alamnya dimaksimalkan. Tanah ini ada berbagai macam seperti tanah gambut, tanah hutan, tanah hutan hitam, tanah alluvial tsunami, tanah andosol, tanah podsol, tanah grumosal, tanah mediteran, tanah podsolik, tanah lateritic.

  1. Tanah Gambut

Tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari penumpukan sisa dari tumbuhan yang setengah membusuk atau mengalami dekomposisi yang tidak sempurna. Tanah gambut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi karena bahan bakunya tersebut adalah sisa- sisa dari tumbuhan, seperti lumut dan pepohonan serta sisa- sisa dari binatang yang telah mati.

a. Ciri- ciri Tanah Gambut
Bumi ini kaya akan sumber daya alam, dan tanah merupakan salah satu bentuk dari sumber daya alam yang ada di bumi. Karena faktor geografis dan juga faktor alam yang berbeda- beda, maka tanah yang ada di berbagai belahan dunia antara satu dengan yang lainnya juga berbeda. Ada jenis tanah yang subur dan tidak subur, ada jenis tanah yang keras atau lunak, ada jenis tanah yang becek dan tidak, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimna agar kita mengetahui mengenai satu jenis tanah tersebut? Kita dapat mengenalnya melalui ciri- ciri dari tanah tersebut. Beberapa ciri yang dimiliki oleh tanah gambut antara lain sebagai berikut:
·            Merupakan tanah basah atau banyak terdapat pada lahan basah
·            Memiliki warna gelap
·            Memiliki sifat asam yang tinggi
·            Kurang subur
·            Lembek atau lunak
·            Banyak terbentuk di wilayah rawa
Nah, itulah beberapa ciri yang dimiliki oleh tanah gambut. Dari ciri- ciri yang telah disebutkan di atas, kita dapat mengetahui bahwasannya tanah gambut ini merupakan tanah yang basah sekali dan banyak menyimpan zat asam, sehingga memiliki tanah gambut bukan merupakan tanah yang mudah untuk bercocok tanam.

b. Proses Terbentuknya Tanah Gambut
Tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari sisa- sisa binatang atau tumbuhan baik yang tengah dalam keadaan layu maupun tidak layu yang telah mengalami proses dekomposisi yang tidaksempurna. Proses dekomposisi yang tidak sempurna ini dikarenakan jumlah bakteri yang kurang dan dalam kondisi yang terbatas oksigen atau anaerob. Proses terbentuknya tanah gambut di Bumi sudah terjadi sangat lama, yakni sekitar 5000 hingga 10000 tahun yang lalu. Sehingga dapat dikatakan bahwa tanah gambut di muka bumi ini sudah sangat tua. Lalu bagaimana cara kita untuk mengetahui apakah tanah gambut tersebut tua atau belum? Mudah saja bagi kita untuk mengetahuinya, yakni dengan melihat kedalaman pada tanah gambut tersebut. Karena tanah gambut ini selalu menumpuk, maka dapat dikatakan bahwa tanah gambut yang semakin dalam, maka usianya akan semakin tua. Tanah gambut sangat sering kita jumpai di daerah yang basah dan lembab. Bahkan tanah gambut juga seringkali membentuk suatu hutan. hutan gambut sendiri sudah ada di bumi ini dari sejak ribuan tahun yang lalu dan tersebar di penjuru- penjuru wilayah bumi.
Proses pembentukan tanah gambut terjadi dengan peranan tanaman- tanaman air, yakni tanaman air yang tumbuh pada danau yang dangkal akan mati. Kemudian tanaman itu akan tenggelam ke dasar laut dan mengalami pelapukan disana, sehingga terbentuklah lapisan- lapisan organik. Perlu diketahui tanah yang telah menupuk di dasar laut ini kaya akan lapisan organik namun sifatnya tidak terlalu subur.
c. Kandungan Tanah Gambut
Tanah gambut merupakan tanah yang kaya akan bahan- bahan organik, bahkan sangat kaya. Hal ini karena tanah gambut sendiri terbentuk karena sisa- sisa dari makhluk hidup baik tumbuhan maupun binatang, seperti sisa pepohonan, lumut, rerumputan dan binatang- binatang yang telah mata. Sisa- sisa makhluk hidup tersebut telah diuraikan oleh dekomposer atau pengurai. Kendati dalam proses pelapukan tersebut ada sesuatau kekurangan dalam bahan, yakni kekurangan oksigen, maka proses penguraian tersebut menjadi tidak sempurna. Nah karena proses penguraian yang tidak sempurna inilah yang membentuk suatu tanah gambut. Jika mengetahui dan memahami proses pembentukan tanah gambut maka kita dapat mengatakan bahwa tanah gambut ini bukan merupakan tanah yang subur.
Tanah gambut merupakan jenis tanha yang mampu menyimpan banyak sekali karbon. Sehingga tidak jarang kita temukan di hutan- hutan gambut mengandung banyak karbon. Selain karbon, tanah gambut juga dapat menyimpan air dalam jumlah yang besar atau berkali- kali lipat dibandingkan dengan jenis tanah lainnya. Karena kemampuannya menyimpan banyak air berkali- kali lipat, maka tanah atau hutan gambut ini sangat efekyif dalam mencegah terjadinya bencana banjir).

d. Persebaran Tanah Gambut
Tanah gambut adalah tanah yang lembab, biasanya tanah gambut ini masih berbentuk hutan gambut yang di dalam hutan tersebut terdapat bermacam- macam spesies binatang dan tumbuhan. Tanah gambut ini biasnya terdapat pada lahan yang lembab dan basah atau jenuh air, seperti halnya cekungan, lembah maupun rawa-rawa. Tanah gambut ini apabila kita lihat maka seperti tanah yang sangat becek. Biasanya tanah gambut apabila diinjak maka akan amblas seperti ingin menyedot apa yang telah menginjaknya. Tanah gambut sangat dalam dan kedalamannya bisa mencapai 10 meter.
Keberadaan tanah gambut ini sangat mudah dijumpai di berbagai belahan dunia. Ada banyak negara yang memiliki tanah gambut, diantaranya adalah:
·            Irlandia
·            Finlandia
·            Skotlandia
·            Belanda
·            Jerman
·            Skandinavia
·            Amerika utara
·            Ukraina
·            Estonia
·            Rusia
·            Belarusia
·            California
·            Minesota
·            Michigan
·            Florida
·            Patagonia
·            Selandia Baru, dan lain sebagainya
Persebaran tanah atau lahan gambut di Indonesia meliputi semua wilayah di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah di Sumatera, Papua dan juga Kalimantan. Tanah atau lahan gambut yang yang berada di masing- masing wilayah ini memiliki ketebalan yang berbeda- beda. Ketebalan lahan gambut ini mulai dari 1 meter hingga 12 meter, bahkan ada yang sampai mecapai 20 meter. Dan untuk sebutan tanah yang terbentuk pada lahan basah adalah peak. 
  1. Tanah Hutan

Tanah hutan mengandung sangat banyak bahan organik dan zat makanan yang tersedia sebagai sumber carbon dan sumber energi serta kondisi lingkungan yang sangat cocok untuk kehidupan bermacam-macam organisme hewan mulai dari yang berukuran kecil/mikroskopik sampai dengan yang berukuran besar. Mereka hidup atau menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam tanah. Pengelompokan yang umum dari organisme dalam tanah adalah pengelompokan menjadi 2 kelompok besar yaitu jenis hewan dan jenis tumbuhan.
  1. Tanah Alluvial Tsunami

Tanah Aluvial Tsunami merupakan tanah endapan, dibentuk dari lumpur dan pasir halus yang mengalami erosi tanah. Tanah ini banyak mengandung pasir dan liat, tidak banyak mengandung unsur-unsur zat hara. Ciri-cirinya berwarna kelabu dengan struktur yang sedikit lepas-lepas dan peka terhadap erosi. Kadar kesuburannya sedang hingga tinggi tergantung bagian induk dan iklim. Di Indonesia tanah alluvial ini merupakan tanah yang baik dan dimanfaatkan untuk tanaman pangan (sawah dan palawija) musiman hingga tahunan. Tanah ini diambil setahun setelah tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu. Pemulihan tanah pasca tsunami agar dapat digunakan kembali sebagai tanah pertanian sekitar 6 bulan, karena saat terjadi tsunami tanah menjadi banyak mengandung garam yang menyebabkan tanaman tidak bisa tumbuh, namun setelah terjadi hujan kandungan NaCl pada tanah tercuci sehingga tanah dapat berfungsi kembali sebagai tanah pertanian.
  1. Tanah andosol
Kata Andosol berasal dari bahasa jepang, terbentuk dari dua kata (An = Hitam ; do = Tanah), jadi definisi andosol yaitu jenis jenis tanah berwarna hitam. Menurut ilmu tanah, tanah dengan warna hitam adalah tanah vulkanis yang berasal dari gunung berapi. Penamaan andosol tidaklah sama untuk setiap negara, seperti contoh di jepang disebut dengan nama Kurobokudo yang selanjutnya berubah nama menjadi Ando soils sejak tahun 1947 oleh ahli dari Amerika Serikat. Selain itu terdapat pula istilah Volcanogeneous loams,  Prairie-like brown forest dan Allophane soils untuk menyebutkan Andosol di jepang.
Pengertian tanah andosol menurut Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian adalah sebuah tanah yang memiliki horizon A molik atau horizon A umbrik yang biasanya berada diatas horizon B kambik yang terdiri atas fraksi tanah halus dan sebagian besar tersusun atas abu vulkanik, bahan piroklastik vitrik lainnya.
a. Karakteristik Tanah Andosol
1. Karakteristik Berdasarkan Morfologi
Dapat terlihat dan dikelompokkan menjadi beberapa kategori seperti susunan horizon, dan bentuk struktur serta tekstur. Tanah andosol memiliki susunan horizon A-Bw-C dan pada beberapa tempat horizon AC. Untuk horizon permukaan berjenis melanik, molik, fulvik dan umbrik yang mana harus memiliki kandungan organik sebesar 6 persen dalam lapisan paling atas dengan ketebalan 30 cm.
Secara umum tanah andosol di Indonesia memiliki susunan horizon A-Bw-C, dan pada beberapa tempat terdapat horizon AC sebagai horizon timbunan dan beberapa horizon timbunan lainnya seperti A-Bw-C 2A-2Bw-2C yang terbentuk akibat erupsi gunung berapi yang terjadi secara berulang ulang.
Untuk warna, tanah andosol memiliki warna gelap kecoklatan terutama pada horiozon humus dengan struktur remah, terlihat lebih gembur, kadar bahan organik tinggi, terasa licin saat berada ditangan. Tanah andosol di berbagai tempat memiliki kadar bahan organik yang berbeda beda dan berkisar antara 3 persen hingga 22 persen tergantung dari warna dan massa jenis. Mengenai tekstur tanah andosol mulai dari lempung berpasir hingga liat berpasir tergantung dari ukuran partikel saat terjadi erupsi dan selama proses pelapukan. Sayang, jenis tanah ini bukan jenis tanah yang baik untuk kelapa sawit.
2. Karakteristik Berdasarkan Mineralogi
Setiap tanah pasti tersusun atas mineral termasuk tanah andosol yang berperan sangat penting dalam menentukan sifat kimiawi dan fisika tanah. Dengan melihat komposisi mineral terkandung dalam tanah, maka dapat pula menentukan proses pelapukan seperti apa yang telah terjadi, mineral tanah dapat dikategorikan menjadi dua bagian yakni mineral primer dan sekunder.
Mineral primer atau sering disebut dengan fraksi pasir merupakan  mineral utama dengan susunan-nya sangat tergantung dari material erupsi gunung berapi yang berupa pasir dan abu yang mengalami pelapukan bersama bahan piroklastik, namun masih memiliki sifat fisik maupun kimia yang sama dengan bahan awalnya. Sementara itu untuk mineral sekunder sering disebut fraksi liat yang mempunyai ukuran sangat kecil yaitu dibawah 2 mikrometer dan terbentuk dari proses kimiawi dari mineral primer.
3. Karakteristik Berdasarkan Sifat Kimia
Tanah andosol sebelumnya berasal dari material gunung berapi yang mengalami pelapukan dan tentu saja melibatkan proses kimiawi didalamnya. Berdasarkan sifat kimia maka bahan organik tanah bersama unsur yang ada didalam tanah seperti Al, Fe dan silika aktif merupakan unsur paling dominan dalam mengatur reaksi kimia pada tanah andosol.
Tanah andosol di Indonesia memiliki kandungan unsur Al sangat dominan jika dibandingkan dengan unsur besi dan silika aktif, penyebab tingginya kadar almunium tersebut karena berasal dari batuan induk yang bersifat masam (liparit), sedangkan jika berasal dari batuan induk basa maka kadar Al akan rendah. Hal ini menjadi penyebab kenapa tanah andosol sangat resisten dengan unsur fosfor, terutama tanah andosol dengan kadar Al tinggi.
4. Karakteristik Berdasarkan Sifat Fisika 
Secara garis besar tanah andosol memiliki sifat fisika seperti memiliki massa jenis yang lebih rendah daripada tanah lain, memiliki kadar air yang lebih tinggi, memiliki batas mencair tinggi dan indeks plastisitas rendah. Tanah andosol akan mengalami perubahan yang sifatnya tidak akan kembali ke bentuk asal jika dikeringkan.
Rendahnya massa jenis tanah andosol disebabkan oleh kandungan alofan yakni mineral yang memiliki sifat bentuk non kristalin. Selain itu penyebab lainnya adalah kandungan organik yang memiliki bentuk berongga. Struktur fisika tanah andosol terdiri dari dua kategori yaitu makrostruktur dan microstruktur, dimana makrostruktur terdapat di horizon A dengan bentuk granular sehingga sangat tahan terhadap daya rusak air hujan.
b. Persebaran Tanah Andosol di Indonesia
 Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa tanah andosol terbentuk dari material gunung berapi yang melewati proses pelapukan sehingga terjadi sedikit perubahan sifat fisika dan kimia. Jadi sudah jelas bahwa tanah andosol banyak tersebar di daerah yang memiliki banyak gunung berapi atau sering terjadi aktivitas vulkanik, mulai dari ujung sumatera hingga ujung nusa tenggara dan sebagian kawasan sulawesi dan kepulauan maluku. Sedangkan untuk pulau kalimantan, sangat jarang dijumpai tanah andosol mengingat disana tidak banyak ditemukan gunung berapi dan berikut beberapa lokasi penyebaran tanah andosol di Indonesia.
·                 Pulau Sumatera
Tanah andosol di pulau sumatera banyak terkonsentrasi di bagian barat mulai dari provinsi NAD bagian barat hingga Lampung bagian barat, hanya beberapa saja yang ada di bagian timur sumatera seperti pada daerah Deli Serdang, Sumut. Penyebaran tanah andosol di sumatera tidak hanya ada pada daratan tinggi penggunungan, melainkan terdapat juga pada daratan rendah mulai dari ketinggian 20 meter dpl hingga 1900 meter dpl seperti yang terdapat pada kaki gunung Ophir dan kaki gunung Talamau, Sumbar. Sementara itu tanah andosol daratan tinggi terdapat daerah sekitar daratan tinggi Toba, daratan tinggi Karo, gunung Marapi, gunung Kerinci, gunung Dempo dan gedong surian.
·            Pulau Jawa
selain terdapat Tanah aluvial, di pulau jawa juga gudangnya tanah jenis andosol. Tanah andosol tersebar hampir merata antara gunung Salak, jawa barat hingga penggunungan Ijen di jawa timur. Mudah ditemukan mulai dari dataran menegah dengan ketinggian 400 meter dpl seperti pada kawasan perbukitan karst gunung Kidul hingga dataran tinggi termasuk pada wilayah dieng, Wonosobo. Luas sebaran tanah andosol pulau jawa sekitar 1.6 juta hektar atau dengan kata lain memiliki konsentrasi lebih tinggi daripada pulau pulau lainnya termasuk sumatera.
·            Bali Dan Nusa Tenggara
Penyebaran tanah andosol mulai dari gunung Agung di pulau bali hingga ujung timir pulau flores. Gunung Rinjani di pulau Lombok dan pada kabupatan Ngada, kabupaten Manggarai, kabuppaten Ende dan kabupaten Sikka. Berdasarkan ketinggian, tanah andosol daerah nusa tenggara mulai dari ketinggian 550 meter dpl hingga 2000 meter dpl. Luas wilayah yang terdapat tanah andosol sangat sedikit presentase-nya jika dibandingkan luas total seluruh daratan.
·            Pulau Sulawesi
Tanah andosol dapat ditemukan di daerah Minahasa dan gunung Tomohon di Sulawesi utara, selain itu terdapat pula di provinsi sulawesi selatan seperti di daerah lereng gunung Lompobatang. Sama seperti nusa tenggara, presentase andosol di pulau sulawesi tidak sebanyak pulau jawa dan sumatera.
·            Kepulauan Maluku
Merupakan wilayah di Indonesia yang memiliki tanah andosol paling sedikit, penyebarannya disekitar gunung gamalama di ternate dan gunung berapi. Berada pada kaki hingga lereng gunung di pulau halmehera dan wilayah pulau lainnya.
Potensi Dan Kendala Pemanfaatan Tanah Andosol
Andosol merupakan jenis tanah yang berasal dari material erupsi gunung berapi, sehingga tak heran jika penyebarannya terkonsentrasi di dataran tinggi mulai dari ketinggian 600 meter hingga 2000 meter dpl, namun ada pula tanah andosol pada dataran rendah di beberapa wilayah dengan ketinggian hingga 500 meter.  Karena bersifat subur, tanah ini banyak dimanfaatkan oleh orang untuk budidaya pertanian, itulah kenapa mata pencaharian utama penduduk didaerah yang banyak terdapat andosol umumnya petani sayur, palawija ataupun produk holtikultura lainnya.
·            Potensi Tanah Andosol Bagi Pertanian
Karena memiliki banyak gunung berapi, Indonesia memiliki tanah yang subur, tidak hanya andosol melainkan seperti tanah Inceptisol dan tanah entisol yang jumlahnya secara umum lebih banyak daripada andosol. Perlu diketahui bahwa luas tanah andosol di Indonesia yaitu sebesar 5.4 juta hektar yang paling banyak ada di sumatera kemudian disusul oleh jawa. Presentase tanah andosol jika berdasarkan kemiringan lokasi sebagian besar atau sekitar 62 persen berada di kawasan lereng curam, dan sisanya ada pada lokasi tanah berbukit dan bergelombang.
Jika dihitung berdasarkan karakteritik biofisik dan kemiringan suatu tempat, maka ada sekitar 2 juta hektar tanah andosol yang berpotensi untuk dijadikan lahan pertanian. Dengan pembagian untuk wilayah dengan bentuk tanah yang bergelombang lebih cocok untuk ditanami sayuran, palawija dan holtikultura, sementara untuk lahan dengan kemiringan cukup tinggi lebih bagus ditanami tanaman perkebunan seperti kopi, kayu manis, kina, teh dan tanaman perkebunan lainnya.
  1. Tanah Mediteran
Tanah mediteran atau tanah alfisol adalah tanah yang bahan induknya berupa batuan beku yang berkapur yang banyak mengandung karbonat. Ciri tanah mediteran, antara lain warnanya abu-abu. Tanah mediteran banyak mengandung alumunium, besi, air, dan bahan organik sehingga termasuk tanah yang subur. Oleh karena itu, tanah mediteran yang terdapat di pulau Sulawesi, dan Nusa Tenggara diusahakan untuk tanaman padi sawah.
  1. Tanah podsolik
anah podzolik adalah tanah yang terbentuk di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan suhu udara rendah. Di Indonesia jenis tanah ini terdapat di daerah pegunungan. Umumnya, tanah ini berada di daerah yang memiliki iklim basah dengan curah hujan lebih dari 2500 mm per tahun. Di Indonesia, tanah ini tersebar di daerah-daerah dengan topografi pegunungan, seperti Sumatera Utara dan Papua Barat.
Tanah podzolik memiliki karakteristik kesuburan sedang, bercirikan warna merah atau kuning, memiliki tekstur yang lempung atau berpasir, memiliki pH rendah, serta memiliki kandungan unsur aluminum dan besi yang tinggi.
Karakteristik tanah podzolik yang lain adalah sebagai berikut.
·            Daya simpan unsur hara sangat rendah karena sifat lempungnya yang beraktivitas rendah.
·            Kejenuhan unsur basa seperti K, Ca, dan Mg, rendah sehingga tidak memadai untuk tanaman semusim.
·            Kadar bahan-bahan organik rendah dan hanya terdapat di permukaan tanah.
·            Daya simpan air sangat rendah sehingga mudah mengalami kekeringan.
  1. Tanah Podsol
Tanah podsol merupakan tanah yag banyak mengandung A2 atau abu- abu yang berwarna pucat. Tanah ini adalah tanah yang terbentuk karena adanya pengaruh curah hujan yang tinggi dan juga suhu udara yang rendah. Nama “podsol” sendiri merupakan sebuah nama yang diambil dari bahasa Rusia yakni “pod” yang berarti pucat, dan “zola” yang berarti abu- abu. Nama ini diambul karena semua jenis dari tanah ini mengandung unsur A2 atau abu- abu yang berwarna pucat.

a. Karakteristik Tanah Podsol
Seperti halnya tanah- tanah jenis lainnya, tanah podzol juga mempunyai ciri- ciri yang khusus dari tanah tersebut. Ciri- ciri ini akan menunjukkan ke khasan dari masing- masing tanah, dan juga menjadi perbedaan satu tanah dengan tanah yang lainnya. Sama halnya dengan tanah lainnya yang mempunyai ciri atau karakteristik khusus, tanah podsol mempunyai ciri- ciri atau karakteristik sebagai berikut:
1.         Mempuyai warna yang pucat – Tanah podsol merupakan yang memiliki warna pucat. Hal ini sudah dijelaskan sebelumnya bahwasannya tanah podsol mempunyai warna yang pucat dikearenakan ada kandungan A2 atau abu- abau di setiap jengkal ataupun butiran- butiran tanah tersebut.
2.         Mempunyai kandungan pasir kuarsa yang sangat tinggi
3.         Memiliki tingkat keasaman yang tinggi – Reaksi tanah ini apabila dilihat dari keadaan pH atau keasamannya yakni memiliki pH 3,5 hingga 5,5 atau dari yang sangat asam hingga yang asam.
4.         Sangat peka terhadap erosi – Tanah podsol merupakan tanah yang peka terhadap erosi tanah karena daya menahan airnya yang masih sangat jelek.
5.         Mempunyai sifat kurang subur – Tanah podsol ini mepunyai kandungan usur hara yang rendah hingga yang sangat rendah. Bahan induk dari tanah podsol ini adalah tuff vulkan yang asam. Sehingga berdasarkan sifat fisika maupun sifat kimianya, tanah ini bersifat jelek.
6.         Tidak memiliki perkembangan profil
7.         Mempunyai tekstur yang bersifat lempung hingga berpasir – Tekstur tanah podsol ini secara umum memanglah bersifat seperti pasir yang bertekstur sedang hingga kasar. Tekstur inipun bersifat lepas di bagian atas dan pejal di bagian bawah.
8.         Mempunyai sifat yang mudah basah, sehingga ketika tanah ini terkena air tanah maka tanah podsol ini akan menjadi subur.


   8. Tanah grumosal
Tanah grumusol merupakan tanah yang terbentuk dari batuan induk kapur dan tuffa vulkanik yang umumnya bersifat basa sehingga tidak ada aktivitas organik didalamnya. Hal inilah yang menjadikan tanah ini sangat miskin hara dan unsur organik lainnya. Sifat kapur itu sendiri yaitu dapat menyerap semua unsur hara di tanah sehingga kadar kapur yang btinggi dapat menjadi racun bagi tumbuhan.
Tanah grumusol masih membawa sifat dan karakteristik seperti batuan induknya. Pelapukan yang terjadi hanyalah mengubah fisik dan tekstur unsur seperti Ca dan Mg yang sebelumnya terikat secara rapat pada batuan induknya menjadi lebih longgar yang dipengaruhi oleh faktor faktor luar seperti cuaca, iklim, air dan lainnya. Terkadang pada tanah grumusol terjadi konkresi kapur dengan unsur kapur lunak dan terus berkembang menjadi lapisan yang tebal dan keras.
Karakteristik Tanah Grumusol
Sama seperti jenis tanah lainnya, tanah grumusol memiliki sifat dan karakteristik yang sangat khas dan mudah dikenali serta dibedakan seperti keras dan liat sehingga tak jarang petani menggunakan alat khusus untuk membalikan tanah jenis ini. Itu sebagian kecil dari sifat tanah grumusol dan berikut karakteristik berserta penjelasannya secara lengkap.
1. Bertekstur Lempung
Tanah grumusol memiliki sifat lempung yaitu sedikit keras, mudah dibentuk dan mudah pecah atau hancur. Sebenarnya terdiri dari berbagai jenis lempung dan ukuran mulai dari lempung berliat dengan ciri ciri agak kasar, mudah dibentuk terutama ketika kering, bisa sedikit digulung ketika ditekan, namun gulungan tersebut mudah hancur dan tingkat kelekatan sedang.
Lempung berliat sering dijumpai pada lapisan grumusol dalam atau berada pada horizon A hingga B, sedangkan pada bagian permukaan umumnya memiliki tekstur lempung berpasir yang cirinya hampir sama dengan lempung berlihat hanya saja memiliki tekstur butiran yang lebih besar yakni diatas 50 mikron sedangkan tipe lempung berliat dengan tekstur kurang dari 2 mikron. Tekstur tanah yang berbeda ini menjadikannya memiliki kemampuan cukup tinggi untuk menahan air.
2. Struktur Lapisan Atas Dan Bawah Sangat Berbeda
Umumnya profil tanah grumusol memiliki beberapa lapisan mulai dari atas hingga bawah. Untuk lapisan atas berbentuk seperti granuler dengan ukuran yang sedikit lebih besar dari pasir, bentuk granuler tersebut sering terlihat berbentuk seperti bunga kubis (cauli flower structure) sedangkan pada lapisan bagian dalam bergumpal gumpal atau bisa dikatakan pejal, lapisan inilah yang seringkali membuat para pengolah merasa kesulitan dan harus menggunakan semacam linggis melunakkan-nya.
3. Tidak Memiliki Horizon Eluviasi Dan Iluviasi
Karena memiliki sifat yang liat, maka pada tanah grumusol tidak terdapat lapisan yang berguna untuk tempat pencucian unsur-unsur tanah, hal ini disebabkan oleh daya ikat Ca dan Mg serta unsur lainnya pada tanah jenis ini begitu kuat sehingga ketika air masuk tidak mudah bagi air untuk melarutkan serta menghanyutkan berbagai unsur tersebut. Tidak seperti tanah lain seperti Inceptisol ataupun tanah andosol yang memiliki lapisan atau horizon A3 dan B pada setiap penampang vertikal tanahnya.
4. Koefisien Pemuaian Tinggi
Hal ini dapat terjadi terutama jika kadar air pada tanah grumusol diubah atau dengan kata lain ketika dalam kondisi kering, sangat mudah memuai jika semua air didalamnya dihilangkan. Itulah kenapa volume tanah grumusol akan lebih besar saat pembagian musim kemarau dan akan kembali normal saat musim hujan. Pada daerah yang terdapat tanah grumusol dapat terlihat dengan kondisi tanah yang mengembang dan merekah saat terjadi musim panas atau kemarau.

 


Semoga bermanfaat, sampai jumpa di postingan berikutnya ;)




12 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah, pengetahuan jadi semakin bertambah. Terima kasih atas infonya.

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah, pengetahuan semakin bertambah. Terima kasih atas infonya.

    BalasHapus
  4. Mantappp.. . Lanjutkan (^_^)7

    BalasHapus
  5. Mantull thx infonya...sang sa bermanfaat πŸ‘

    BalasHapus
  6. Mantap. Terimakasih atas info nya~ ^-^

    BalasHapus
  7. Keyen kakak sangat bermanfaat infonya πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  8. Terima kasih untuk nformasi yang sangat bermanfaat, saya jadi tau ternyata ada 12 ordo tanah di dunia dan 10nya ada di indonesia

    BalasHapus

Kenapa Harus Partenokarpi

Mengapa harus ada partenokarpi? Dan apa itu partenokarpi?               Istilah partenokarpi ini sebenarnya pertama kali diperke...