Kamis, 15 November 2018

Hasil Kegiatan Kunjungan ke Laboratorium Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB)


Kunjungan ke laboratorium Departemen Proteksi Tanaman IPB sebagai salah satu kegiatan dari Mata Kuliah Dasar Proteksi Tanaman dosen pengamampunya yaitu Ibu Mutiara Dewi Puspitawati, S.P., M.Si dari Program Studi Agroekoteknologi Universitas Trilogi. Saat kunjungan ini pertama kali kami datang kami disambut hangat oleh para staf dan dosen yang ada disana. Kemudian kami dikenalkan terlebih dahulu awal mula IPB berdiri dan proteksi tanaman berdiri, hal ini dikarenakan kami dari prodi agroekoteknologi sudah sering melakukan kunjungan ke IPB dan sebagai salah satu bentuk kerjasama kami dengan IPB.
            Setelah itu kami diajak berkeliling melihat laboratorium yang ditemani oleh Pak Pandu dan diperkenalkan dengan kegiatan apa saja yang biasa dilakukan oleh mahasiswa disana, bahkan hasil penelitian dari mahasiswa disana pun diperkenalkan kepada kami. Kami mengunjungi 9 laboratorium disana, dari ke 9 laboratorium tersebut memiliki fungsi dan perannya masing-masing untuk menunnjang penelitian bagi mahasiswa dan dosen. Okey.. yuk langsung saja kunjungan ke laboratorium apa saja kita disana…
1.      Laboratorium Pengendalian Hayati
Kepala Laboratorium ini ada Prof. Dr. Ir. Darmayanti Buchori, M.Sc.
Dengan adanya lab ini maka dapat mengetahui agen hayati ( memanfaatkan musuh-musuh alami untuk membutuh organisme pengganggu tanaman) yang dapat dimanfaatkan untuk membunuh hama kemudian laboratorium ini juga digunakan untuk mengembangbiakan musuh alami sehingga dapat menggantikan pestisida untuk mengendalikan OPT. Pada kesempatan ini kami bisa melihat parasitoid telur, fungsinya adalah untuk tentu untuk membunuh musuh alami dari parasitoid serangga. Inang yang diambil adalah hama beras yang biasa membuat beras menggulung. Parasitoid yang digunakan adalah parasitoid telur dan larva. Saat pelepasan musuh alami ini kea lam biasanya yang sering menjadi halangannya ini adalah hujan dan semut.


2.      Laboratorium Bionomi dan Ekologi Serangga
Lab Bionomi dan Ekologi Serangga mengenalkan kita tentang siklus hidup serangga, bagaimana lingkungan hidup atau tempat hidup serangga, sumber makanan, dan  musuh alaminya. Lab ini cenderung meneliti ke predator atau musuh alami hama, meneliti serangga umum non-hama. Kemudian kita diberi kesempatan melihat ruang pemeliharaan serangga, dimana pada ruang ini sedang dilakukan penelitian tentang hama yang menyerang tanaman singkong, padahal tanaman singkong ini bisa dikategorikan tanaman yang paling kuat, akan tetapi oleh hama tsb bisa sampe rusak, hama tersebut menyerang bagian pucuk. Bahkan musuh alaminya pun ditemukan di Thailand, akan tetapi dicoba juga dengan penanaman tanaman lain yaitu ginseng jawa agar meminimalisir kerusakan pada tanaman singkong.

3.      Laboratorium Bakteriologi Tumbuhan
Laboratorium ini mempelajari seputar bakteri yang baik tumbuhan (agen hayati) dan bakteri yang jahat bagi tumbuhan (pathogen). Diketahui bakteri ini jika menyerang tanaman mempunyai gejala tanaman menjadi layu dimana bakteri ini menyerang xylem dan floem tanaman, nekrosis yang mati seluruh sel pada tanaman contohnya hawar padi, kemudian bisa menimbulkan bercak-bercak pada bagian daun tanaman. Kegiatan yang dilakukan dalam Lab Bakteriologi adalah Identifikasi (morfologi), Eksplorasi, dan Pengujian. Penelitian meliputi pengambilan sampel dari luar, kemudian diisolasi, setelah itu dilakukan lagi reisolasi, rekonulasi, dan uji kelanjutan. Bahkan di lab ini terdapat untuk mengembangbiakan mikroorganisme. Alat-alat yang ada pada lab ini meliputi mikroskop cahaya, sentrifugasi, CTR, Laminar, Freezer, dan masih banyak lagi alat-alat lainnya untuk menunjang penelitian.

4.      Laboratorium Mikologi Tanaman
Lab ini Fokus dalam kegiatan yang berkaitan dengan Cendawan. Lab Mikologi tumbuhan melaksanakan pengembangan keilmuan biologi cendawan. Melalui Lab ini dapat mengidentifikasi cendawan yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman dan cendawan yang dapat digunakan sebagai agen hayati untuk membunuh musuh tanaman.

5.      Laboratorium Fisiologi dan Toksinologi Serangga
Lab ini meliputi kegiatan penelitian dan pengujian terhadap serangga mulai dari morfologi, habitat hidup, makanan, siklus  hidup,cara mempertahankan diri dan lain sebagiannya. Lab ini digunakan biasanya sebagai lab untuk penelitian mahasiswa semester akhir terutama di bidang pestisida. Di lab ini sudah dilakukan penelitian tentang buah kakao, kopi, dan brenuk yang bisa digunakan sebagai pestisida.

6.      Klinik Tanaman
sebagaimana manusia dan hewan, tanaman juga membutuhkan klinik untuk penangan sakit atau gangguan kesehatannya. klinik tanaman yang ada di IPB ini melayani diagnosis penyakit, identifikasi hama dan penyakit serta konsultasi kesehatan tanaman. Klinik tanaman juga dilengkapi dengan pelayanan klinik tanaman keliling (mobile plant clinic) sehinga memudahkan kita untuk berkonsultasi atau kegiatan lainnya. Biasanya klien yang sering ke klinik tanaman ini adalah mahasiswa, petani, pengusaha pertanian, jasa asuransi. Tanaman yang sering dibawa ke klinik ini biasanya tanaman hortikultura dan lama penelitian biasanya 7 hari. Dan untuk mahasiswa dan petani biasanya tidak dipungut biaya apapun untuk konsultasi dan penelitian di klinik tanaman ini, dan untuk perusahaan pertanian biasanya dikenakan biaya. Penangan di lab ini jika ada yang konsultasi atau untuk penelitian ini biasanya ditangani langsung oleh dosen.

7.      Laboratorium Vertebrata Hama
Laboran yang ada pada lab ini adalah Pak Soban yang sudah bekerja sekitar 30 tahun di lab ini. Lab ini kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi hewan bertulang belakang yang merugikan petani karena dapat merusak ataupun menghambat pertumbuhan tanaman. Di lab vertebrata hama kita juga dapat melihat berbagai jenis hama yang bertulang belakang. koleksian di lab vertebrata hama ini meliputi
a.       Musang
b.      Kelalawar
c.       Ular basah
d.      Tikus kering da nada juga tikus yang masih hidup
e.       Anak tikus
f.       Tikus got
g.      Biawak
h.      Monyet
i.        Koleksi tulang babi hutan, dsb

8.      Laboratorium Biosistematik Serangga
Lab Biosestimatika mencakup keanekaragaman, penamaan, klasifikasi dan evolusi serangga. dalam lab ini kita dapat menghasilkan suatu metode dalam mengidntifikasi dan penamaan ilmiah pada serangga. Lab yang dipakai ini biasanya untuk penelitian identifikasi agar diketahui juga cara pengendaliannya.
Kemudian kita berkunjung juga ke Museum Serangga dimana koleksi nya ada koleksi kering, slide, dan koleksi basah. Kemudian koleksi dibagi menjadi beberapa bagian dari berbagai jenis hama yaitu hama parasit, hama pascapanen, hama hortikultura, dan ada juga koleksi dari serangga yang unik.

9.      Laboratorium Nematologi Tumbuhan
Laboran di lab ini bernama pak Doni. Lab ini melakukan pemeriksaan terhadap sampel berupa tanah, bagian tumbuhan (akar, batang, dan  umbi) dan biji/benih yang diduga dapat menjadi media pembawa jenis nematoda. Nematoda tidak hanya sebagai  parasit untuk tanaman, akan tetapi ada beberapa nematoda yang memiliki peran positif terhadap tanaman misalnya sebagai agen hayati, Vektor virus, dan juga sebagai predator (Monocus dan Labronema). Alat-alat pada lab ini meliputi bath up, misscambers, dsb. Ekstraksi pada misscambers biasanya membutuhkan waktu sampai 3 hari

Itulah hasil kegiatan kunjungan kami ke departemen proteksi tanaman IPB, kami disana begitu merasakan sesuatu yang luar biasa, yaitu ilmu yang kami dapat banyak sekali disana. Dimana materi yang belum kami dapat saat perkuliah kami mengetahui atau mendapatkan ilmu yang begitu luar biasa sehingga kunjungan ini sangat bermanfaat bagi kami. So, good people jangan takut jadi petani, ceuk saha petani kotor wae? Ceuk saha petani nyangkul wae? Nih kami buktinya di agroekoteknologi universitas trilogi belajar dikelas? Iya, belajar di laboratorium? Heeh, kunjungan? Sering, ke lahan? Apalagi. Yuk bertani gengss..
            Semoga bermanfaat ya mamen postingan kali ini, sampai jumpa dipostingan selanjutnya. ;-)

7 komentar:

Kenapa Harus Partenokarpi

Mengapa harus ada partenokarpi? Dan apa itu partenokarpi?               Istilah partenokarpi ini sebenarnya pertama kali diperke...