Kunjungan
ke laboratorium Departemen Proteksi Tanaman IPB sebagai salah satu kegiatan
dari Mata Kuliah Dasar Proteksi Tanaman dosen pengamampunya yaitu Ibu Mutiara Dewi Puspitawati, S.P.,
M.Si
dari Program Studi Agroekoteknologi Universitas Trilogi. Saat kunjungan ini
pertama kali kami datang kami disambut hangat oleh para staf dan dosen yang ada
disana. Kemudian kami dikenalkan terlebih dahulu awal mula IPB berdiri dan
proteksi tanaman berdiri, hal ini dikarenakan kami dari prodi agroekoteknologi sudah
sering melakukan kunjungan ke IPB dan sebagai salah satu bentuk kerjasama kami
dengan IPB.
Setelah itu kami diajak berkeliling
melihat laboratorium yang ditemani oleh Pak Pandu dan diperkenalkan dengan
kegiatan apa saja yang biasa dilakukan oleh mahasiswa disana, bahkan hasil
penelitian dari mahasiswa disana pun diperkenalkan kepada kami. Kami
mengunjungi 9 laboratorium disana, dari ke 9 laboratorium tersebut
memiliki fungsi dan perannya masing-masing untuk menunnjang penelitian bagi
mahasiswa dan dosen. Okey.. yuk langsung saja kunjungan ke laboratorium apa
saja kita disana…
1.
Laboratorium
Pengendalian Hayati
Kepala Laboratorium ini
ada Prof. Dr. Ir. Darmayanti Buchori, M.Sc.
Dengan adanya lab ini maka dapat mengetahui agen
hayati ( memanfaatkan musuh-musuh alami untuk membutuh organisme pengganggu
tanaman) yang dapat dimanfaatkan untuk membunuh hama kemudian laboratorium ini
juga digunakan untuk mengembangbiakan musuh alami sehingga dapat menggantikan
pestisida untuk mengendalikan OPT. Pada kesempatan ini kami bisa melihat
parasitoid telur, fungsinya adalah untuk tentu untuk membunuh musuh alami dari
parasitoid serangga. Inang yang diambil adalah hama beras yang biasa membuat
beras menggulung. Parasitoid yang digunakan adalah parasitoid telur dan larva.
Saat pelepasan musuh alami ini kea lam biasanya yang sering menjadi halangannya
ini adalah hujan dan semut.
2. Laboratorium Bionomi dan Ekologi Serangga
Lab Bionomi
dan Ekologi Serangga mengenalkan kita tentang siklus hidup serangga, bagaimana
lingkungan hidup atau tempat hidup serangga, sumber makanan, dan musuh
alaminya. Lab ini cenderung meneliti ke predator atau musuh alami hama, meneliti
serangga umum non-hama. Kemudian kita diberi kesempatan melihat ruang pemeliharaan
serangga, dimana pada ruang ini sedang dilakukan penelitian tentang hama yang
menyerang tanaman singkong, padahal tanaman singkong ini bisa dikategorikan
tanaman yang paling kuat, akan tetapi oleh hama tsb bisa sampe rusak, hama
tersebut menyerang bagian pucuk. Bahkan musuh alaminya pun ditemukan di
Thailand, akan tetapi dicoba juga dengan penanaman tanaman lain yaitu ginseng
jawa agar meminimalisir kerusakan pada tanaman singkong.
3. Laboratorium Bakteriologi Tumbuhan
Laboratorium ini mempelajari seputar bakteri yang baik
tumbuhan (agen hayati) dan bakteri yang jahat bagi tumbuhan (pathogen).
Diketahui bakteri ini jika menyerang tanaman mempunyai gejala tanaman menjadi
layu dimana bakteri ini menyerang xylem dan floem tanaman, nekrosis yang mati
seluruh sel pada tanaman contohnya hawar padi, kemudian bisa menimbulkan
bercak-bercak pada bagian daun tanaman. Kegiatan yang dilakukan dalam Lab Bakteriologi adalah Identifikasi
(morfologi), Eksplorasi, dan Pengujian. Penelitian meliputi pengambilan sampel
dari luar, kemudian diisolasi, setelah itu dilakukan lagi reisolasi, rekonulasi,
dan uji kelanjutan. Bahkan di lab ini terdapat untuk mengembangbiakan
mikroorganisme. Alat-alat yang ada pada lab ini meliputi mikroskop cahaya,
sentrifugasi, CTR, Laminar, Freezer, dan masih banyak lagi alat-alat lainnya
untuk menunjang penelitian.
4. Laboratorium
Mikologi Tanaman
Lab ini
Fokus dalam kegiatan yang berkaitan dengan Cendawan. Lab Mikologi tumbuhan
melaksanakan pengembangan keilmuan biologi cendawan. Melalui Lab ini dapat
mengidentifikasi cendawan yang dapat menyebabkan penyakit pada tanaman dan
cendawan yang dapat digunakan sebagai agen hayati untuk membunuh musuh tanaman.
5. Laboratorium
Fisiologi dan Toksinologi Serangga
Lab ini
meliputi kegiatan penelitian dan pengujian terhadap serangga mulai dari
morfologi, habitat hidup, makanan, siklus hidup,cara mempertahankan diri
dan lain sebagiannya. Lab ini digunakan biasanya sebagai lab untuk penelitian
mahasiswa semester akhir terutama di bidang pestisida. Di lab ini sudah
dilakukan penelitian tentang buah kakao, kopi, dan brenuk yang bisa digunakan
sebagai pestisida.
6. Klinik
Tanaman
sebagaimana manusia dan
hewan, tanaman juga membutuhkan klinik untuk penangan sakit atau gangguan
kesehatannya. klinik tanaman yang ada di IPB ini melayani diagnosis penyakit,
identifikasi hama dan penyakit serta konsultasi kesehatan tanaman. Klinik
tanaman juga dilengkapi dengan pelayanan klinik tanaman keliling (mobile
plant clinic) sehinga memudahkan kita untuk berkonsultasi atau kegiatan
lainnya. Biasanya klien yang sering ke klinik tanaman ini adalah mahasiswa,
petani, pengusaha pertanian, jasa asuransi. Tanaman yang sering dibawa ke
klinik ini biasanya tanaman hortikultura dan lama penelitian biasanya 7 hari.
Dan untuk mahasiswa dan petani biasanya tidak dipungut biaya apapun untuk
konsultasi dan penelitian di klinik tanaman ini, dan untuk perusahaan pertanian
biasanya dikenakan biaya. Penangan di lab ini jika ada yang konsultasi atau
untuk penelitian ini biasanya ditangani langsung oleh dosen.
7. Laboratorium Vertebrata Hama
Laboran yang ada pada lab ini adalah Pak Soban yang
sudah bekerja sekitar 30 tahun di lab ini. Lab ini kita dapat mengetahui dan mengidentifikasi hewan bertulang belakang
yang merugikan petani karena dapat merusak ataupun menghambat pertumbuhan
tanaman. Di lab vertebrata hama kita juga dapat melihat berbagai jenis hama
yang bertulang belakang. koleksian di lab vertebrata hama ini meliputi
a.
Musang
b.
Kelalawar
c.
Ular basah
d.
Tikus kering da nada juga tikus yang masih hidup
e.
Anak tikus
f.
Tikus got
g.
Biawak
h.
Monyet
i.
Koleksi tulang babi hutan, dsb
8. Laboratorium Biosistematik Serangga
Lab
Biosestimatika mencakup keanekaragaman, penamaan, klasifikasi dan evolusi
serangga. dalam lab ini kita dapat menghasilkan suatu metode dalam
mengidntifikasi dan penamaan ilmiah pada serangga. Lab yang dipakai ini
biasanya untuk penelitian identifikasi agar diketahui juga cara
pengendaliannya.
Kemudian
kita berkunjung juga ke Museum Serangga dimana koleksi nya ada koleksi kering,
slide, dan koleksi basah. Kemudian koleksi dibagi menjadi beberapa bagian dari
berbagai jenis hama yaitu hama parasit, hama pascapanen, hama hortikultura, dan
ada juga koleksi dari serangga yang unik.
9. Laboratorium
Nematologi Tumbuhan
Laboran di lab ini bernama pak Doni. Lab ini melakukan
pemeriksaan terhadap sampel berupa tanah, bagian tumbuhan (akar,
batang, dan umbi) dan biji/benih yang diduga dapat menjadi media
pembawa jenis nematoda. Nematoda tidak hanya sebagai parasit untuk
tanaman, akan tetapi ada beberapa nematoda yang memiliki peran positif terhadap
tanaman misalnya sebagai agen hayati, Vektor virus, dan juga sebagai predator
(Monocus dan Labronema). Alat-alat pada lab ini meliputi bath up, misscambers,
dsb. Ekstraksi pada misscambers biasanya membutuhkan waktu sampai 3 hari
Itulah hasil kegiatan kunjungan kami ke departemen
proteksi tanaman IPB, kami disana begitu merasakan sesuatu yang luar biasa,
yaitu ilmu yang kami dapat banyak sekali disana. Dimana materi yang belum kami
dapat saat perkuliah kami mengetahui atau mendapatkan ilmu yang begitu luar
biasa sehingga kunjungan ini sangat bermanfaat bagi kami. So, good people
jangan takut jadi petani, ceuk saha petani kotor wae? Ceuk saha petani nyangkul
wae? Nih kami buktinya di agroekoteknologi universitas trilogi belajar dikelas?
Iya, belajar di laboratorium? Heeh, kunjungan? Sering, ke lahan? Apalagi. Yuk bertani
gengss..
Semoga bermanfaat ya mamen
postingan kali ini, sampai jumpa dipostingan selanjutnya. ;-)
Mantappp kang Gan
BalasHapus👍👍👍
BalasHapusKeyen kakak 👍👍
BalasHapusTerima kasih untuk informasinya, sangat bermanfaat 👍
BalasHapusInformasinya lengkap dan sangat membantu, sukses terus! 👍🏻
BalasHapusMantull. .
BalasHapusTerimakasih ilmunya 👍
BalasHapus