gimana kabarnya nih, kali ini saya mau posting tentang penjualan benih dan bibit tanaman.
saya melakukan wawancara ini bersama teman saya Galuh
jadi yuk baca dan simak informasi apa aja sih yang kami dapat dari hasil wawancara ini...
Kami berkesempatan untuk melakukan
wawancara dengan salah satu pegawai yang kebetulan pada saat itu sedang
bertugas, yakni Pak Jono (39thn). Beliau menjelaskan, bahwa usaha tersebut
adalah salah satu cabang penjualan dari perusahaan TRUBUS. Untuk usaha di
daerah itu sendiri, sudah ada dari tahun 2008. Namun, Pak Jono baru bekerja di
tempat itu sejak tahun 2013. Menurut penjelasan beliau, dari TRUBUS sendiri
melakukan rolling (Pergantian Tempat Tugas Pegawai) secara rutin. Oleh
karenanya, beliau dapat dikatakan sudah cukup lama dalam menjaga usaha
pertanian di daerah tesebut.
Kami melakukan wawancara dengan
mengajukan pertanyaan seperti berapa banyak benih yang dijual dan disediakan,
apakah ada perilaku khusus terhadap benih, apa benih yang paling diminati
konsumen, dan bagaimana cara merawat dan menjaga setiap aspek dari bahan yang
diperjualbelikan, serta banyak hal yang kami tanyakan.
Merangkum dari semua pertanyaan
tersebut, kami mendapati beberapa hal, yakni diantaranya :
Majalah tentang Pertanian yang
ditampilkan
1.) Apa saja yang diperjualbelikan
di usaha tersebut?
Usaha ini, menjual berbagai
perlengkapan pertanian perkotaan (kit hidroponik, vertikultur, rockwool, pompa,
pot, pupuk organik dan anorganik, majalah trubus, gembor, dsb), benih tanaman
sayuran daun dan buah, bibit tanaman buah dan tanaman hias.
2.) Barang atau Bahan apa saja yang
paling diminati konsumen?
Umumnya
yang paling sering dibeli oleh konsumen adalah pupuk (Urea, NPK), bibit tanaman
hias, gembor, dan kit Hidroponik.
Benih Tanaman dari berbagai macam
merek
3.) Merek benih apa saja yang
tersedia di tempat ini?
Banyak merek benih yang tersedia,
dari benih Panah Merah, Jawara, Bintang Asia, Pendagro, dan lain- lain, bahkan
ada benih yang import dari China, untuk benih tanaman sayur buah.
4.) Benih tanaman apa saja yang
disediakan di tempat ini?
Terdapat benih tanaman sayur daun
seperti pakcoy, caisim, selada dan tanaman sayur buah seperti tomat, cabai,
mentimun.
5.) Apakah ada perlakuan khusus
terhadap benih yang dijual?
Secara umum benih yang dijual tidak
ada perlakuan khusus, hanya disimpan dan ditampilkan di rak seperti biasa dan
dalam keadaan suhu ruangan. Sedangkan bibit tanaman kami hanya melakukan
penyiraman dan pemupukan secara rutin seperti biasa.
6.) Bagaimana apabila benih rusak
atau kadaluarsa?
Benih yang rusak dan kadaluarsa akan
dikembalikan ke distributor TRUBUS dan akan diganti dengan yang baru. Kantor
Pusat TRUBUS akan melakukan cek rutin pada tiap bulan untuk memastikan kualitas
benih.
7.) Berapa banyak pegawai yang
bekerja dalam sehari di tempat ini?
Pegawai yang berjaga terdapat 3
orang yang memiliki tugas masing – masing, seperti memantau keadaan benih,
menyiram tanaman, mengatur etalase, mengurusi keuangan dan lain – lain.
8.) Tanaman apa saja yang diminati
konsumen?
Bibit tanaman jambu air dan mangga
yang sering dibeli oleh pelanggan. Biasanya tanaman yang dibeli itu hasil
pilihan dari konsumen.
9.) Benih apa saja yang sering
dicari oleh konsumen?
Benih yang paling laku adalah benih
tanaman sayur daun, khususnya caisim, dan pakcoy, merek East West (Panah Merah)
dan Jawara.
10.) Seberapa sering pelanggan yang
datang ke tempat ini?
Cukup jarang, namun bila sekali
berbelanja, pelanggan biasanya membeli dalam jumlah banyak. Contohnya membeli
kit hidroponik dan segala keperluannya, seperti benih, perlengkapan, dll.
Data wawancara tersebut kemudian
kami olah untuk referensi kami terhadap praktik perlakuan benih di lapangan.
Berdasarkan teorinya, benih memiliki kualitas yang dapat ditentukan dengan
melakukan uji viabilitas dan vigor pada benih. Benih yang baik dan normal
memiliki viabilitas yang tinggi. Oleh karena itu, perlakuan seperti penyimpanan
dapat mempengaruhi kualitas benih yang dijual. Pada dasarnya, kemasan benih
dapat mempertahankan kualitas benih, namun diperlukan pula tindakan tertentu
seperti menaruh kemasan benih dengan benar (tidak di tempat yang lembab maupun
terkena pancaran sinar matahari langsung dalam waktu yang lama).
Demikianlah, informasi dari
wawancara kami dengan pegawai usaha pertanian TRUBUS.
Terima kasih, sampai jumpa lagi di postingan selanjutnya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar