Resume
Hasil Kegiatan Kunjungan ke Museum Tanah Bogor
Kunjungan ini kami laksanakan pada hari senin tanggal 5
November 2018. Kunjungan ini dilaksanakan untuk mata kuliah Pengantar Ilmu
Tanah di Universitas Trilogi Program Studi Agroekoteknologi.
Saat awal kami masuk ke museum ini kami pertama-tama
diperkenalkan terlebih dahulu dengan perkenalan seputar museum tanah terlebih
dahulu, karena gedungnya baru diresmikan pada tanggal 5 Desember 2017, setelah
direnovasi sejak 2015. Maka gedung museum tanah ini terhitung masih baru bahkan
belum genap 1 tahun. Alamat Museum ini di Jl. Ir H. Juanda No. 98, Bogor.
Gedungnya ini tepatnya bersebrangan dengan museum Zoologi.
Setelah perkenalan kami mulai berkeliling sambil
diperkenalkan macam-macam tanah yang selama ini kami pelajari dikelas, bedanya
pada kunjungan kali ini kami bisa melihat langsung tanahnya.
Okey..
mulai saja bahasan apa saja sih yang kami dapat pada saat kunjungan.
Tanah merupakan lapisan tipis kulit bumi dan terletak paling
luar yang berasal dari hasil pelapukan atau erosi batuan induk (anorganik) yang
bercampur dengan bahan organik, tanah mengandung partikel batuan atau mineral,
bahan organik (senyawa organik dan organisme) air dan udara, tanah bagi tanaman
penyedia hara, air, dan penopang akar, tanah juga tempat hidup manusia, hewan,
tumbuhan dan mikroorganisme.
Yang harus kita ketahui adalah tanah didunia ini ada 12 ordo
dan di Indonesia dari dari 12 ordo ini 10 ordo berada di Indonesia, itulah
mengapa Indonesia ini dikatakan oleh bangsa lain sebagai Negara yang kaya jika
hasil alamnya dimaksimalkan. Tanah ini ada berbagai macam seperti tanah gambut,
tanah hutan, tanah hutan hitam, tanah alluvial tsunami, tanah andosol, tanah
podsol, tanah grumosal, tanah mediteran, tanah podsolik, tanah lateritic.
- Tanah Gambut
Tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari penumpukan
sisa dari tumbuhan yang setengah membusuk atau mengalami dekomposisi yang tidak
sempurna. Tanah gambut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi karena
bahan bakunya tersebut adalah sisa- sisa dari tumbuhan, seperti lumut dan pepohonan
serta sisa- sisa dari binatang yang telah mati.
a.
Ciri- ciri Tanah Gambut
Bumi ini kaya akan sumber daya alam, dan tanah merupakan
salah satu bentuk dari sumber daya alam yang ada di bumi. Karena faktor
geografis dan juga faktor alam yang berbeda- beda, maka tanah yang ada di
berbagai belahan dunia antara satu dengan yang lainnya juga berbeda. Ada jenis
tanah yang subur dan tidak subur, ada jenis tanah yang keras atau lunak, ada
jenis tanah yang becek dan tidak, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimna agar kita
mengetahui mengenai satu jenis tanah tersebut? Kita dapat mengenalnya melalui
ciri- ciri dari tanah tersebut. Beberapa ciri yang dimiliki oleh tanah gambut
antara lain sebagai berikut:
· Merupakan tanah basah atau banyak terdapat pada lahan basah
· Memiliki warna gelap
· Memiliki sifat asam yang tinggi
· Kurang subur
· Lembek atau lunak
Nah, itulah beberapa ciri yang dimiliki oleh tanah gambut.
Dari ciri- ciri yang telah disebutkan di atas, kita dapat mengetahui
bahwasannya tanah gambut ini merupakan tanah yang basah sekali dan banyak
menyimpan zat asam, sehingga memiliki tanah gambut bukan merupakan tanah yang
mudah untuk bercocok tanam.
b.
Proses Terbentuknya Tanah Gambut
Tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari sisa- sisa
binatang atau tumbuhan baik yang tengah dalam keadaan layu maupun tidak layu yang
telah mengalami proses dekomposisi yang tidaksempurna. Proses dekomposisi yang
tidak sempurna ini dikarenakan jumlah bakteri yang kurang dan dalam kondisi
yang terbatas oksigen atau anaerob. Proses terbentuknya tanah gambut di Bumi
sudah terjadi sangat lama, yakni sekitar 5000 hingga 10000 tahun yang lalu.
Sehingga dapat dikatakan bahwa tanah gambut di muka bumi ini sudah sangat tua.
Lalu bagaimana cara kita untuk mengetahui apakah tanah gambut tersebut tua atau
belum? Mudah saja bagi kita untuk mengetahuinya, yakni dengan melihat kedalaman
pada tanah gambut tersebut. Karena tanah gambut ini selalu menumpuk, maka dapat
dikatakan bahwa tanah gambut yang semakin dalam, maka usianya akan semakin tua.
Tanah gambut sangat sering kita jumpai di daerah yang basah dan lembab. Bahkan
tanah gambut juga seringkali membentuk suatu hutan. hutan gambut sendiri sudah
ada di bumi ini dari sejak ribuan tahun yang lalu dan tersebar di penjuru-
penjuru wilayah bumi.
Proses pembentukan tanah gambut terjadi dengan peranan tanaman-
tanaman air, yakni tanaman air yang tumbuh pada danau yang dangkal akan mati.
Kemudian tanaman itu akan tenggelam ke dasar laut dan mengalami pelapukan
disana, sehingga terbentuklah lapisan- lapisan organik. Perlu diketahui tanah
yang telah menupuk di dasar laut ini kaya akan lapisan organik namun sifatnya
tidak terlalu subur.
c.
Kandungan Tanah Gambut
Tanah gambut merupakan tanah yang kaya akan bahan- bahan
organik, bahkan sangat kaya. Hal ini karena tanah gambut sendiri terbentuk
karena sisa- sisa dari makhluk hidup baik tumbuhan maupun binatang, seperti
sisa pepohonan, lumut, rerumputan dan binatang- binatang yang telah mata. Sisa-
sisa makhluk hidup tersebut telah diuraikan oleh dekomposer atau pengurai.
Kendati dalam proses pelapukan tersebut ada sesuatau kekurangan dalam bahan,
yakni kekurangan oksigen, maka proses penguraian tersebut menjadi tidak
sempurna. Nah karena proses penguraian yang tidak sempurna inilah yang
membentuk suatu tanah gambut. Jika mengetahui dan memahami proses pembentukan tanah
gambut maka kita dapat mengatakan bahwa tanah gambut ini bukan merupakan tanah
yang subur.
Tanah gambut merupakan jenis tanha yang mampu menyimpan
banyak sekali karbon. Sehingga tidak jarang kita temukan di hutan- hutan gambut
mengandung banyak karbon. Selain karbon, tanah gambut juga dapat menyimpan air
dalam jumlah yang besar atau berkali- kali lipat dibandingkan dengan jenis
tanah lainnya. Karena kemampuannya menyimpan banyak air berkali- kali lipat,
maka tanah atau hutan gambut ini sangat efekyif dalam mencegah terjadinya
bencana banjir).
d.
Persebaran Tanah Gambut
Tanah gambut adalah tanah yang lembab, biasanya tanah gambut
ini masih berbentuk hutan gambut yang di dalam hutan tersebut terdapat
bermacam- macam spesies binatang dan tumbuhan. Tanah gambut ini biasnya
terdapat pada lahan yang lembab dan basah atau jenuh air, seperti halnya
cekungan, lembah maupun rawa-rawa. Tanah gambut ini apabila kita lihat maka
seperti tanah yang sangat becek. Biasanya tanah gambut apabila diinjak maka
akan amblas seperti ingin menyedot apa yang telah menginjaknya. Tanah gambut
sangat dalam dan kedalamannya bisa mencapai 10 meter.
Keberadaan
tanah gambut ini sangat mudah dijumpai di berbagai belahan dunia. Ada banyak
negara yang memiliki tanah gambut, diantaranya adalah:
· Irlandia
· Finlandia
· Skotlandia
· Belanda
· Jerman
· Skandinavia
· Amerika utara
· Ukraina
· Estonia
· Rusia
· Belarusia
· California
· Minesota
· Michigan
· Florida
· Patagonia
· Selandia Baru, dan lain sebagainya
Persebaran tanah atau lahan gambut di Indonesia meliputi semua
wilayah di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah di Sumatera, Papua dan juga
Kalimantan. Tanah atau lahan gambut yang yang berada di masing- masing wilayah
ini memiliki ketebalan yang berbeda- beda. Ketebalan lahan gambut ini mulai
dari 1 meter hingga 12 meter, bahkan ada yang sampai mecapai 20 meter. Dan
untuk sebutan tanah yang terbentuk pada lahan basah adalah peak.
- Tanah Hutan
Tanah hutan mengandung sangat banyak bahan organik dan zat
makanan yang tersedia sebagai sumber carbon dan sumber energi serta kondisi
lingkungan yang sangat cocok untuk kehidupan bermacam-macam organisme hewan
mulai dari yang berukuran kecil/mikroskopik sampai dengan yang berukuran besar.
Mereka hidup atau menghabiskan sebagian besar hidupnya di dalam tanah.
Pengelompokan yang umum dari organisme dalam tanah adalah pengelompokan menjadi
2 kelompok besar yaitu jenis hewan dan jenis tumbuhan.
- Tanah Alluvial Tsunami
Tanah Aluvial Tsunami merupakan tanah endapan, dibentuk dari
lumpur dan pasir halus yang mengalami erosi tanah. Tanah ini banyak
mengandung pasir dan liat, tidak banyak mengandung unsur-unsur zat hara.
Ciri-cirinya berwarna kelabu dengan struktur yang sedikit lepas-lepas dan peka
terhadap erosi. Kadar kesuburannya sedang hingga tinggi tergantung bagian induk
dan iklim. Di Indonesia tanah alluvial ini merupakan tanah yang baik dan
dimanfaatkan untuk tanaman pangan (sawah dan palawija) musiman hingga tahunan.
Tanah ini diambil setahun setelah tsunami Aceh pada tahun 2004 lalu. Pemulihan
tanah pasca tsunami agar dapat digunakan kembali sebagai tanah pertanian
sekitar 6 bulan, karena saat terjadi tsunami tanah menjadi banyak mengandung
garam yang menyebabkan tanaman tidak bisa tumbuh, namun setelah terjadi hujan
kandungan NaCl pada tanah tercuci sehingga tanah dapat berfungsi kembali
sebagai tanah pertanian.
- Tanah andosol
Kata Andosol berasal dari bahasa jepang, terbentuk dari dua
kata (An = Hitam ; do = Tanah), jadi definisi andosol yaitu jenis jenis tanah
berwarna hitam. Menurut ilmu tanah, tanah dengan warna hitam adalah tanah
vulkanis yang berasal dari gunung berapi. Penamaan andosol tidaklah sama untuk
setiap negara, seperti contoh di jepang disebut dengan nama Kurobokudo yang
selanjutnya berubah nama menjadi Ando soils sejak tahun 1947 oleh ahli dari
Amerika Serikat. Selain itu terdapat pula istilah Volcanogeneous loams,
Prairie-like brown forest dan Allophane soils untuk menyebutkan Andosol di
jepang.
Pengertian tanah andosol menurut Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian adalah sebuah tanah yang memiliki
horizon A molik atau horizon A umbrik yang biasanya berada diatas horizon B
kambik yang terdiri atas fraksi tanah halus dan sebagian besar tersusun atas
abu vulkanik, bahan piroklastik vitrik lainnya.
a.
Karakteristik Tanah Andosol
1.
Karakteristik Berdasarkan Morfologi
Dapat terlihat dan dikelompokkan menjadi beberapa kategori
seperti susunan horizon, dan bentuk struktur serta tekstur. Tanah andosol
memiliki susunan horizon A-Bw-C dan pada beberapa tempat horizon AC. Untuk
horizon permukaan berjenis melanik, molik, fulvik dan umbrik yang mana harus
memiliki kandungan organik sebesar 6 persen dalam lapisan paling atas dengan
ketebalan 30 cm.
Secara umum tanah andosol di Indonesia memiliki susunan horizon
A-Bw-C, dan pada beberapa tempat terdapat horizon AC sebagai horizon timbunan
dan beberapa horizon timbunan lainnya seperti A-Bw-C 2A-2Bw-2C yang terbentuk
akibat erupsi gunung berapi yang terjadi secara berulang ulang.
Untuk warna, tanah andosol memiliki warna gelap kecoklatan
terutama pada horiozon humus dengan struktur remah, terlihat lebih gembur,
kadar bahan organik tinggi, terasa licin saat berada ditangan. Tanah andosol di
berbagai tempat memiliki kadar bahan organik yang berbeda beda dan berkisar
antara 3 persen hingga 22 persen tergantung dari warna dan massa jenis.
Mengenai tekstur tanah andosol mulai dari lempung berpasir hingga liat berpasir
tergantung dari ukuran partikel saat terjadi erupsi dan selama proses
pelapukan. Sayang, jenis tanah ini bukan jenis tanah
yang baik untuk kelapa sawit.
2.
Karakteristik Berdasarkan Mineralogi
Setiap tanah pasti tersusun atas mineral termasuk tanah
andosol yang berperan sangat penting dalam menentukan sifat kimiawi dan fisika
tanah. Dengan melihat komposisi mineral terkandung dalam tanah, maka dapat pula
menentukan proses pelapukan seperti apa yang telah terjadi, mineral tanah dapat
dikategorikan menjadi dua bagian yakni mineral primer dan sekunder.
Mineral primer atau sering disebut dengan fraksi pasir
merupakan mineral utama dengan susunan-nya sangat tergantung dari
material erupsi gunung berapi yang berupa pasir dan abu yang mengalami
pelapukan bersama bahan piroklastik, namun masih memiliki sifat fisik maupun
kimia yang sama dengan bahan awalnya. Sementara itu untuk mineral sekunder
sering disebut fraksi liat yang mempunyai ukuran sangat kecil yaitu dibawah 2
mikrometer dan terbentuk dari proses kimiawi dari mineral primer.
3.
Karakteristik Berdasarkan Sifat Kimia
Tanah andosol sebelumnya berasal dari material gunung berapi
yang mengalami pelapukan dan tentu saja melibatkan proses kimiawi didalamnya.
Berdasarkan sifat kimia maka bahan organik tanah bersama unsur yang ada didalam
tanah seperti Al, Fe dan silika aktif merupakan unsur paling dominan dalam
mengatur reaksi kimia pada tanah andosol.
Tanah andosol di Indonesia memiliki kandungan unsur Al
sangat dominan jika dibandingkan dengan unsur besi dan silika aktif, penyebab
tingginya kadar almunium tersebut karena berasal dari batuan induk yang
bersifat masam (liparit), sedangkan jika berasal dari batuan induk basa maka
kadar Al akan rendah. Hal ini menjadi penyebab kenapa tanah andosol sangat
resisten dengan unsur fosfor, terutama tanah andosol dengan kadar Al tinggi.
4.
Karakteristik Berdasarkan Sifat Fisika
Secara garis besar tanah andosol memiliki sifat fisika
seperti memiliki massa jenis yang lebih rendah daripada tanah lain, memiliki
kadar air yang lebih tinggi, memiliki batas mencair tinggi dan indeks
plastisitas rendah. Tanah andosol akan mengalami perubahan yang sifatnya tidak
akan kembali ke bentuk asal jika dikeringkan.
Rendahnya massa jenis tanah andosol disebabkan oleh
kandungan alofan yakni mineral yang memiliki sifat bentuk non kristalin. Selain
itu penyebab lainnya adalah kandungan organik yang memiliki bentuk berongga.
Struktur fisika tanah andosol terdiri dari dua kategori yaitu makrostruktur dan
microstruktur, dimana makrostruktur terdapat di horizon A dengan bentuk
granular sehingga sangat tahan terhadap daya rusak air hujan.
b. Persebaran Tanah Andosol di Indonesia
Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa tanah
andosol terbentuk dari material gunung berapi yang melewati proses pelapukan
sehingga terjadi sedikit perubahan sifat fisika dan kimia. Jadi sudah jelas
bahwa tanah andosol banyak tersebar di daerah yang memiliki banyak gunung
berapi atau sering terjadi aktivitas vulkanik, mulai dari ujung sumatera hingga
ujung nusa tenggara dan sebagian kawasan sulawesi dan kepulauan maluku.
Sedangkan untuk pulau kalimantan, sangat jarang dijumpai tanah andosol
mengingat disana tidak banyak ditemukan gunung berapi dan berikut beberapa
lokasi penyebaran tanah andosol di Indonesia.
·
Pulau Sumatera
Tanah andosol di pulau sumatera banyak terkonsentrasi di
bagian barat mulai dari provinsi NAD bagian barat hingga Lampung bagian barat,
hanya beberapa saja yang ada di bagian timur sumatera seperti pada daerah Deli
Serdang, Sumut. Penyebaran tanah andosol di sumatera tidak hanya ada pada
daratan tinggi penggunungan, melainkan terdapat juga pada daratan rendah mulai
dari ketinggian 20 meter dpl hingga 1900 meter dpl seperti yang terdapat pada
kaki gunung Ophir dan kaki gunung Talamau, Sumbar. Sementara itu tanah andosol
daratan tinggi terdapat daerah sekitar daratan tinggi Toba, daratan tinggi
Karo, gunung Marapi, gunung Kerinci, gunung Dempo dan gedong surian.
· Pulau Jawa
selain terdapat Tanah aluvial,
di pulau jawa juga gudangnya tanah jenis andosol. Tanah andosol tersebar
hampir merata antara gunung Salak, jawa barat hingga penggunungan Ijen di jawa
timur. Mudah ditemukan mulai dari dataran menegah dengan ketinggian 400 meter
dpl seperti pada kawasan perbukitan karst gunung Kidul hingga dataran tinggi
termasuk pada wilayah dieng, Wonosobo. Luas sebaran tanah andosol pulau jawa
sekitar 1.6 juta hektar atau dengan kata lain memiliki konsentrasi lebih tinggi
daripada pulau pulau lainnya termasuk sumatera.
· Bali Dan Nusa Tenggara
Penyebaran tanah andosol mulai dari gunung Agung di pulau bali
hingga ujung timir pulau flores. Gunung Rinjani di pulau Lombok dan pada
kabupatan Ngada, kabupaten Manggarai, kabuppaten Ende dan kabupaten Sikka.
Berdasarkan ketinggian, tanah andosol daerah nusa tenggara mulai dari
ketinggian 550 meter dpl hingga 2000 meter dpl. Luas wilayah yang terdapat
tanah andosol sangat sedikit presentase-nya jika dibandingkan luas total
seluruh daratan.
· Pulau Sulawesi
Tanah andosol dapat ditemukan di daerah Minahasa dan gunung
Tomohon di Sulawesi utara, selain itu terdapat pula di provinsi sulawesi
selatan seperti di daerah lereng gunung Lompobatang. Sama seperti nusa
tenggara, presentase andosol di pulau sulawesi tidak sebanyak pulau jawa dan
sumatera.
· Kepulauan Maluku
Merupakan
wilayah di Indonesia yang memiliki tanah andosol paling sedikit, penyebarannya
disekitar gunung gamalama di ternate dan gunung berapi. Berada pada kaki hingga
lereng gunung di pulau halmehera dan wilayah pulau lainnya.
Potensi Dan Kendala Pemanfaatan Tanah Andosol
Andosol merupakan jenis tanah
yang berasal dari material erupsi gunung berapi, sehingga tak heran jika
penyebarannya terkonsentrasi di dataran tinggi mulai dari ketinggian 600 meter
hingga 2000 meter dpl, namun ada pula tanah andosol pada dataran rendah di
beberapa wilayah dengan ketinggian hingga 500 meter. Karena bersifat
subur, tanah ini banyak dimanfaatkan oleh orang untuk budidaya pertanian,
itulah kenapa mata pencaharian utama penduduk didaerah yang banyak terdapat
andosol umumnya petani sayur, palawija ataupun produk holtikultura lainnya.
· Potensi Tanah Andosol Bagi Pertanian
Karena memiliki banyak gunung berapi, Indonesia memiliki
tanah yang subur, tidak hanya andosol melainkan seperti tanah Inceptisol dan tanah entisol yang jumlahnya secara umum lebih banyak daripada
andosol. Perlu diketahui bahwa luas tanah andosol di Indonesia yaitu sebesar
5.4 juta hektar yang paling banyak ada di sumatera kemudian disusul oleh jawa.
Presentase tanah andosol jika berdasarkan kemiringan lokasi sebagian besar atau
sekitar 62 persen berada di kawasan lereng curam, dan sisanya ada pada lokasi
tanah berbukit dan bergelombang.
Jika dihitung berdasarkan karakteritik biofisik dan
kemiringan suatu tempat, maka ada sekitar 2 juta hektar tanah andosol yang
berpotensi untuk dijadikan lahan pertanian. Dengan pembagian untuk wilayah
dengan bentuk tanah yang bergelombang lebih cocok untuk ditanami sayuran,
palawija dan holtikultura, sementara untuk lahan dengan kemiringan cukup tinggi
lebih bagus ditanami tanaman perkebunan seperti kopi, kayu manis, kina, teh dan
tanaman perkebunan lainnya.
- Tanah Mediteran
Tanah mediteran atau tanah alfisol adalah tanah yang bahan
induknya berupa batuan beku yang berkapur yang banyak mengandung karbonat. Ciri
tanah mediteran, antara lain warnanya abu-abu. Tanah mediteran banyak
mengandung alumunium, besi, air, dan bahan organik sehingga termasuk tanah yang
subur. Oleh karena itu, tanah mediteran yang terdapat di pulau Sulawesi, dan
Nusa Tenggara diusahakan untuk tanaman padi sawah.
- Tanah podsolik
anah podzolik adalah tanah yang
terbentuk di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan suhu udara rendah. Di
Indonesia jenis tanah ini terdapat di daerah pegunungan. Umumnya, tanah ini
berada di daerah yang memiliki iklim basah dengan curah hujan lebih dari 2500
mm per tahun. Di Indonesia, tanah ini tersebar di daerah-daerah dengan
topografi pegunungan, seperti Sumatera Utara dan Papua Barat.
Tanah podzolik memiliki
karakteristik kesuburan sedang, bercirikan warna merah atau kuning, memiliki
tekstur yang lempung atau berpasir, memiliki pH rendah, serta memiliki
kandungan unsur aluminum dan besi yang tinggi.
Karakteristik tanah podzolik yang lain adalah sebagai
berikut.
· Daya simpan unsur hara sangat rendah karena sifat lempungnya
yang beraktivitas rendah.
· Kejenuhan unsur basa seperti K, Ca, dan Mg, rendah sehingga
tidak memadai untuk tanaman semusim.
· Kadar bahan-bahan organik rendah dan hanya terdapat di
permukaan tanah.
· Daya simpan air sangat rendah sehingga mudah mengalami
kekeringan.
- Tanah Podsol
Tanah podsol merupakan tanah yag banyak mengandung A2 atau
abu- abu yang berwarna pucat. Tanah ini adalah tanah yang terbentuk karena
adanya pengaruh curah hujan yang tinggi dan juga suhu udara yang rendah. Nama
“podsol” sendiri merupakan sebuah nama yang diambil dari bahasa Rusia yakni
“pod” yang berarti pucat, dan “zola” yang berarti abu- abu. Nama ini diambul
karena semua jenis dari tanah ini mengandung unsur A2 atau abu- abu yang
berwarna pucat.
a. Karakteristik Tanah Podsol
Seperti halnya tanah- tanah jenis lainnya, tanah podzol juga
mempunyai ciri- ciri yang khusus dari tanah tersebut. Ciri- ciri ini akan
menunjukkan ke khasan dari masing- masing tanah, dan juga menjadi perbedaan
satu tanah dengan tanah yang lainnya. Sama halnya dengan tanah lainnya yang
mempunyai ciri atau karakteristik khusus, tanah podsol mempunyai ciri- ciri
atau karakteristik sebagai berikut:
1.
Mempuyai warna yang pucat – Tanah
podsol merupakan yang memiliki warna pucat. Hal ini sudah dijelaskan sebelumnya
bahwasannya tanah podsol mempunyai warna yang pucat dikearenakan ada kandungan
A2 atau abu- abau di setiap jengkal ataupun butiran- butiran tanah tersebut.
2. Mempunyai kandungan pasir kuarsa yang sangat tinggi
3.
Memiliki tingkat keasaman yang
tinggi – Reaksi tanah ini apabila dilihat dari keadaan pH atau keasamannya
yakni memiliki pH 3,5 hingga 5,5 atau dari yang sangat asam hingga yang asam.
4.
Sangat peka terhadap erosi
– Tanah podsol merupakan tanah yang peka terhadap erosi tanah
karena daya menahan airnya yang masih sangat jelek.
5.
Mempunyai sifat kurang subur
– Tanah podsol ini mepunyai kandungan usur hara yang rendah hingga yang
sangat rendah. Bahan induk dari tanah podsol ini adalah tuff vulkan yang asam. Sehingga
berdasarkan sifat fisika maupun sifat kimianya, tanah ini bersifat jelek.
6.
Tidak memiliki perkembangan profil
7.
Mempunyai tekstur yang bersifat
lempung hingga berpasir – Tekstur tanah podsol ini secara umum memanglah
bersifat seperti pasir yang bertekstur sedang hingga kasar. Tekstur inipun
bersifat lepas di bagian atas dan pejal di bagian bawah.
8.
Mempunyai sifat yang mudah basah,
sehingga ketika tanah ini terkena air tanah maka tanah podsol ini akan menjadi
subur.
8. Tanah grumosal
Tanah grumusol merupakan tanah yang terbentuk dari batuan
induk kapur dan tuffa vulkanik yang umumnya bersifat basa sehingga tidak ada
aktivitas organik didalamnya. Hal inilah yang menjadikan tanah ini sangat
miskin hara dan unsur organik lainnya. Sifat kapur itu sendiri yaitu dapat
menyerap semua unsur hara di tanah sehingga kadar kapur yang btinggi dapat
menjadi racun bagi tumbuhan.
Tanah grumusol masih membawa sifat dan karakteristik seperti
batuan induknya. Pelapukan yang terjadi hanyalah mengubah fisik dan tekstur
unsur seperti Ca dan Mg yang sebelumnya terikat secara rapat pada batuan
induknya menjadi lebih longgar yang dipengaruhi oleh faktor faktor luar seperti
cuaca, iklim, air dan lainnya. Terkadang pada tanah grumusol terjadi konkresi
kapur dengan unsur kapur lunak dan terus berkembang menjadi lapisan yang tebal
dan keras.
Karakteristik
Tanah Grumusol
Sama seperti jenis tanah lainnya, tanah grumusol memiliki
sifat dan karakteristik yang sangat khas dan mudah dikenali serta dibedakan
seperti keras dan liat sehingga tak jarang petani menggunakan alat khusus untuk
membalikan tanah jenis ini. Itu sebagian kecil dari sifat tanah grumusol dan
berikut karakteristik berserta penjelasannya secara lengkap.
1. Bertekstur Lempung
Tanah
grumusol memiliki sifat lempung yaitu sedikit keras, mudah dibentuk dan mudah
pecah atau hancur. Sebenarnya terdiri dari berbagai jenis lempung dan ukuran
mulai dari lempung berliat dengan ciri ciri agak kasar, mudah dibentuk terutama
ketika kering, bisa sedikit digulung ketika ditekan, namun gulungan tersebut
mudah hancur dan tingkat kelekatan sedang.
Lempung
berliat sering dijumpai pada lapisan grumusol dalam atau berada pada horizon A
hingga B, sedangkan pada bagian permukaan umumnya memiliki tekstur lempung
berpasir yang cirinya hampir sama dengan lempung berlihat hanya saja memiliki
tekstur butiran yang lebih besar yakni diatas 50 mikron sedangkan tipe lempung
berliat dengan tekstur kurang dari 2 mikron. Tekstur tanah yang berbeda ini
menjadikannya memiliki kemampuan cukup tinggi untuk menahan air.
2. Struktur Lapisan Atas Dan Bawah Sangat Berbeda
Umumnya
profil tanah grumusol memiliki beberapa lapisan mulai dari atas hingga bawah.
Untuk lapisan atas berbentuk seperti granuler dengan ukuran yang sedikit lebih
besar dari pasir, bentuk granuler tersebut sering terlihat berbentuk seperti
bunga kubis (cauli flower structure) sedangkan pada lapisan bagian dalam
bergumpal gumpal atau bisa dikatakan pejal, lapisan inilah yang seringkali
membuat para pengolah merasa kesulitan dan harus menggunakan semacam linggis
melunakkan-nya.
3. Tidak Memiliki Horizon Eluviasi Dan Iluviasi
Karena
memiliki sifat yang liat, maka pada tanah grumusol tidak terdapat lapisan yang
berguna untuk tempat pencucian unsur-unsur tanah, hal ini disebabkan oleh daya
ikat Ca dan Mg serta unsur lainnya pada tanah jenis ini begitu kuat sehingga
ketika air masuk tidak mudah bagi air untuk melarutkan serta menghanyutkan
berbagai unsur tersebut. Tidak seperti tanah lain seperti Inceptisol ataupun tanah andosol
yang memiliki lapisan atau horizon A3 dan B pada setiap penampang vertikal
tanahnya.
4. Koefisien Pemuaian Tinggi
Hal
ini dapat terjadi terutama jika kadar air pada tanah grumusol diubah atau
dengan kata lain ketika dalam kondisi kering, sangat mudah memuai jika semua
air didalamnya dihilangkan. Itulah kenapa volume tanah grumusol akan lebih
besar saat pembagian musim kemarau dan akan kembali
normal saat musim hujan. Pada daerah yang terdapat tanah grumusol dapat
terlihat dengan kondisi tanah yang mengembang dan merekah saat terjadi musim
panas atau kemarau.
Semoga
bermanfaat, sampai jumpa di postingan berikutnya ;)
Komennya donk!
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuswah bagus tuh, ilmunya jadi nambah
BalasHapusAlhamdulillah, pengetahuan jadi semakin bertambah. Terima kasih atas infonya.
BalasHapusAlhamdulillah, pengetahuan semakin bertambah. Terima kasih atas infonya.
BalasHapusMantappp.. . Lanjutkan (^_^)7
BalasHapusMantulllππ
BalasHapusMantull thx infonya...sang sa bermanfaat π
BalasHapusMantap. Terimakasih atas info nya~ ^-^
BalasHapusKeyen kakak sangat bermanfaat infonya ππ
BalasHapusWuhuuuuu mantap
BalasHapusTerima kasih untuk nformasi yang sangat bermanfaat, saya jadi tau ternyata ada 12 ordo tanah di dunia dan 10nya ada di indonesia
BalasHapus