Minggu, 03 Februari 2019

Laporan Pengujian Tanah dan Pupuk Organik

Dalam postingan kali ini saya ingin membagikan informasi tentang uji tanah dan uji pupuk.
Kenapa Tanah dan Pupuk ini harus diteliti?
Hal ini karena.... pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah.
Pupuk adalah penambah nutrisi kan hara bagi tanaman, sedangkan tanah adalah media tanaman serta alat untuk akar menopang.
Nah bagaimana cara kita agar bisa mengetahui kandungan unsur hara apa yang terkandung didalam tanah yang kita gunakan sebagai lahan pertanian yang akan kita gunakan?

Dengan perkembangan teknologi sekarang yang semakin keren dan mudah digunakan di zaman sekarang ini, kita dapat menggunakan alat uji coba yang bernama PUTK (Perangkat Uji Tanah Kering) dan PUPO (Perangkat Uji Pupuk Organik). Kedua alat ini biasanya digunakan untuk menguji kandungan hara yang terdapat didalam tanah dan pupuk, seperti kandungan pH, warna, N, P, K, C.

Nah ini dia langkah-langkah yang akan dijelaskan cara percobaannya ya pemirsa, kuy simak sambil ngopi...


Langkah pertama yang harus disiapkan, adalah pengambilan sampel tanah lahan yang akan dipakai percobaan. Langkahnya sebagai berikut :
Ø  Pertama kita mengambil sampel tanah sebanyak 2 sampel. Dimana setiap sampel tersebut harus diambil dari 3 titik tanah yang berbeda dalam lokasi yang sama, yang kemudia 3 titik tanah tersebut harus dicampur dan dijadikan 1 sebagai 1 sampel tanah dan lakukan juga pada sampel ke-2.
Ø  Next, adalah pengujian kedua sampel tanah tersebut menggunakan PUTK. Pada pengujian kali ini kita menggunakan 2 sampel tanah, adapun rinciannya sebagai berikut :
·         Asal Sampel :Kedua sampel yang digunakan diambil dari Lenteng Agung (Tanah 1/Sampel 1) dan Kebun Bergizi Universitas Trilogi (Tanah 2/Sampel 2)
·         Waktu Pengambilan : 20 Januari 2019

A.   Uji P
a.       Prosedur kerja :
1.      Siapkan tabung reaksi berukuran 6 mL
2.      Masukkan setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3.      Kemudian tambahkan 3 mL pereaksi P-1, lalu homogenkan selama 1 menit
4.      Setelah homogen tambahkan 10 butir pereaksi P-2, homogenkan kembali
5.      Diamkan selama 5 menit
6.      Amati dan bandingkan warna yang muncul pada dari larutan di atas permukaan tanah



b.      Hasil Uji P
Berdasarkan hasil pengujian, sampel tanah 1 termasuk kedalam status P sedang dan termasuk kedalam bagan warna tanah andosol. Dan tanaman yang dapat ditanami berdasarkan hasil uji tersebut diantaranya adalah tanaman jagung dengan rekomendasi pupuk SP-36 sebanyak 200 kg/ha, kedelai dengan rekomendasi pupuk SP-36 sebanyak 200 kg/ha, dan padi gogo dengan rekomendasi pupuk SP-36 sebanyak 175 kg/ha

Berdasarkan hasil pengujian, sampel tanah 2 termasuk kedalam status P tinggi dan termasuk kedalam bagan warna tanah andosol. Dan tanaman yang dapat ditanami berdasarkan hasil uji tersebut diantaranya adalah tanaman jagung dengan rekomendasi pupuk SP-36 sebanyak 100 kg/ha, kedelai dengan rekomendasi pupuk SP-36 sebanyak 100 kg/ha, dan padi gogo dengan rekomendasi pupuk SP-36 sebanyak 100 kg/ha

A.    Uji pH

a.       Prosedur kerja :
1.      Siapkan tabung reaksi berukuran 6 mL
2.      Masukkan setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3.      Tambahkan 4 mL pereaksi pH-1, lalu homogenkan selama 1 menit
4.      Tambahkan 2 tetes pereaksi PH-2, kemudian homogenkan kembali
5.      Diamkan selama 5 menit
6.      Amati dan bandingkan warna yang muncul dari permukaan larutan di atas permukaan tanah




b. Hasil Uji pH
Dari hasil percobaan menunjukan pada pengujian tanah sampel 1 termasuk tanah dengan kategori pH Netral dan menunjukan bahwa tanah tersebut bagus untuk ditanami dan cocok untuk ditanami tanaman palawija, tanaman perkebunan, hortikultura karena dengan kandungan pH 6-7, sedangkan pada sampel tanah 2 dengan kandungan pH agak masam (5-6) menunjukan tanah tersebut juga bagus untuk ditanami dengan tanaman perkebunan, dan hortikultura akan tetapi sebagai penambah nutrisi perlunya penambahan pupuk agar hasil tanaman tersebut menjadi lebih baik hasilnya


C.    Uji K

a.       Prosedur Kerja :
1.      Siapkan tabung reaksi berukuran 6 mL
2.      Masukkan setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3.      Tambahkan 4 mL pereaksi K-1, lalu homogenkan selama 1 menit
4.      Setelah dihomogenkan diamkan selama 5 menit hingga jernih
5.      Setelah jernih tambahkan 2 tetes pereaksi K-2, lalu homogenkan sebentar
6.      Diamkan selama 5 menit
7.      Tambahkan 2 mL pereaksi K-3
8.      Diamkan beberapa saat, kemudian amati endapan yang terjadi


b.    Hasil Uji K
Berdasarkan hasil pengujian, sampel tanah 1 termasuk kedalam status K sedang dan sedikit endapan putih (menyerupai kabut). Dan tanaman yang direkomendasikan berdasarkan hasil uji tersebut adalah jagung dengan rekomendasi pupuk KCL sebanyak  75 kg/ha, kedelai dengan rekomendasi pupuk KCL sebanyak 75 kg/ha, dan padi gogo dengan rekomendasi pupuk KCL sebanyak 75 kg/ha.

Berdasarkan hasil pengujian, sampel tanah 2 termasuk kedalam status K rendah dan tidak ada endapan putih (menyerupai kabut). Dan tanaman yang direkomendasikan berdasarkan hasil uji tersebut adalah jagung dengan rekomendasi pupuk KCL sebanyak  100 kg/ha, kedelai dengan rekomendasi pupuk KCL sebanyak 100 kg/ha, dan padi gogo dengan rekomendasi pupuk KCL sebanyak 100 kg/ha


 D.  Uji C

a.       Prosedur Kerja :
1.      Siapkan tabung reaksi berukuran 6 mL
2.      Masukkan setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3.      Tambahkan 1 mL pereaksi C-1, lalu homogenkan selama 1 menit
4.      Kemudian tambahkan 3 tetes pereaksi C-2
5.      Lalu amati dan ukur busa yang terbentuk pada larutan



b.      Hasil Uji C
Berdasarkan hasil pengujian, sampel 1 dan sampel 2 diperoleh tinggi busa ≤2 cm. dan rekomendasi pupuk yang digunakan adalah 2 ton/ha
 


 
Nah percobaan selanjutnya adalah pengambilan sampel pupuk,yaitu :
Ø  Untuk pengambilam sampel pupuk berbeda dengan pengambilan sampel tanah, kita  tinggal mengambil saja pupuk organik yang akan sudah tersedia dan siap untuk dilakukan pengujian, adapun rinciannya sebagi berikut:
·         Asal Sampel : Depok (Sampel 1) & Kompos Kebun Bergizi Univ. Trilogi (Sampel 2)
·         Waktu Pengambilan : 20 Januari 2019
A.    Uji C
a.       Prosedur Kerja :
1.      Siapkan tabung reaksi berukuran 10 mL
2.      Masukkan setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3.      Tambahkan 5 mL pereaksi C-1, lalu homogenkan dan diamkan selama 5 menit, setiap 1 menit sekali homogenkan kembali selama 10 detik
4.      Setelah 5 menit tambahkan 1 mL pereaksi C-2, lalu homogenkan kembali dan diamkan selama 10 menit
5.      Setelah 10 menit, ambil 1 mL dari larutan tersebut dan tuangkan kedalam tabung reaksi yang berbeda
6.      Kemudian tambahkan 1mL aquadest, dan diamkan selama 15 menit
7.      Amati warna larutan yang terbentuk

b.      Hasil Uji C
Berdasarkan hasil pengujian, sampel pupuk 1 diperoleh kadar 10% dan sampel pupuk 2 diperoleh kadar C sebesar 15%

.   B.   Uji pH
a.       Prosedur Kerja :
1.      Siapkan tabung reaksi berukuran 10 mL
2.      Masukkan setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3.      Tambahkan 5 mL pereaksi pH-1, homogenkan dan diamkan selama 10 menit
4.      Setelah 10 menit, tambahkan 1 tetes pereaksi pH-2, dan diamkan selama 15 menit
5.      Amati warna yang terbentuk


b.      Hasil Uji pH
Berdasarkan hasil pengujian, sampel pupuk 1 diperoleh pupuk dengan pH 7. Sedangkan sampel pupuk 2 diperoleh pupuk dengan pH 8.

Begitu hasil pengamatan percobaan kami terhadap kandungan tanah dan pupuk karena ternyata setiap percobaan yang kita dapatkan itu memiliki artinya masing-masing loh pemirsa.
.
.
mungkin sharing kita sekarang baru segini dulu nih ya pemirsa, karena yang nulisnya lagi ngerjain lagi tugas yg lain. nanti kita ketemu lagi di postingan selanjutnya. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat bagi kita semua, karena semua orangpunya kemampuan dibidangnya masing-masing, tapi gak ada salahnya kita membaca ilmu ke bidang orang lain yang bahkan bukan ahlinya kita kan.

See You Next Time Pemirsa yang Budi-man. kapan-kapan kita jumpa lagi nih. Dengan ilmu yang bermanfaat lagi ya

7 komentar:

Kenapa Harus Partenokarpi

Mengapa harus ada partenokarpi? Dan apa itu partenokarpi?               Istilah partenokarpi ini sebenarnya pertama kali diperke...