Dalam postingan kali ini saya ingin membagikan informasi tentang uji
tanah dan uji pupuk.
Kenapa Tanah dan Pupuk ini harus diteliti?
Hal ini karena.... pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman
ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan.
Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan,
perkembangan dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara
yang cukup di dalam tanah.
Nah bagaimana cara kita agar bisa
mengetahui kandungan unsur hara apa yang terkandung didalam tanah yang
kita gunakan sebagai lahan pertanian yang akan kita gunakan?
Dengan perkembangan teknologi sekarang yang semakin keren dan mudah digunakan di zaman sekarang ini, kita dapat menggunakan alat uji coba yang bernama PUTK
(Perangkat Uji Tanah Kering) dan PUPO (Perangkat Uji Pupuk Organik). Kedua alat
ini biasanya digunakan untuk menguji kandungan hara yang terdapat didalam tanah
dan pupuk, seperti kandungan pH, warna, N, P, K, C.
Nah ini dia langkah-langkah yang akan dijelaskan cara percobaannya ya pemirsa, kuy simak sambil ngopi...
Langkah pertama yang harus disiapkan, adalah
pengambilan sampel tanah lahan yang akan dipakai percobaan. Langkahnya sebagai berikut :
Ø Pertama kita mengambil sampel tanah sebanyak 2 sampel. Dimana
setiap sampel tersebut harus diambil dari 3 titik tanah yang berbeda dalam
lokasi yang sama, yang kemudia 3 titik tanah tersebut harus dicampur dan
dijadikan 1 sebagai 1 sampel tanah dan lakukan juga pada sampel ke-2.
Ø Next, adalah pengujian kedua sampel tanah tersebut menggunakan PUTK. Pada
pengujian kali ini kita menggunakan 2 sampel tanah, adapun rinciannya sebagai
berikut :
·
Asal Sampel :Kedua sampel yang digunakan diambil dari Lenteng Agung (Tanah 1/Sampel 1) dan Kebun Bergizi Universitas Trilogi (Tanah 2/Sampel 2)
·
Waktu Pengambilan : 20 Januari 2019
A. Uji
P
a. Prosedur
kerja :
1. Siapkan
tabung reaksi berukuran 6 mL
2. Masukkan
setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3. Kemudian
tambahkan 3 mL pereaksi P-1, lalu homogenkan selama 1 menit
4. Setelah
homogen tambahkan 10 butir pereaksi P-2, homogenkan kembali
5. Diamkan
selama 5 menit
6. Amati
dan bandingkan warna yang muncul pada dari larutan di atas permukaan tanah
b. Hasil
Uji P
Berdasarkan
hasil pengujian, sampel tanah 1 termasuk kedalam status P sedang dan termasuk
kedalam bagan warna tanah andosol. Dan tanaman yang dapat ditanami berdasarkan
hasil uji tersebut diantaranya adalah tanaman jagung dengan rekomendasi pupuk
SP-36 sebanyak 200 kg/ha, kedelai dengan rekomendasi pupuk SP-36 sebanyak 200
kg/ha, dan padi gogo dengan rekomendasi pupuk SP-36 sebanyak 175 kg/ha
Berdasarkan
hasil pengujian, sampel tanah 2 termasuk kedalam status P tinggi dan termasuk
kedalam bagan warna tanah andosol. Dan tanaman yang dapat ditanami berdasarkan
hasil uji tersebut diantaranya adalah tanaman jagung dengan rekomendasi pupuk
SP-36 sebanyak 100 kg/ha, kedelai dengan rekomendasi pupuk SP-36 sebanyak 100
kg/ha, dan padi gogo dengan rekomendasi pupuk SP-36 sebanyak 100 kg/ha
A. Uji
pH
a. Prosedur
kerja :
1. Siapkan
tabung reaksi berukuran 6 mL
2. Masukkan
setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3. Tambahkan
4 mL pereaksi pH-1, lalu homogenkan selama 1 menit
4. Tambahkan
2 tetes pereaksi PH-2, kemudian homogenkan kembali
5. Diamkan
selama 5 menit
6. Amati
dan bandingkan warna yang muncul dari permukaan larutan di atas permukaan tanah
b. Hasil Uji pH
Dari hasil percobaan menunjukan pada pengujian tanah sampel 1 termasuk tanah dengan kategori pH Netral dan menunjukan bahwa tanah tersebut bagus untuk ditanami dan cocok untuk ditanami tanaman palawija, tanaman perkebunan, hortikultura karena dengan kandungan pH 6-7, sedangkan pada sampel tanah 2 dengan kandungan pH agak masam (5-6) menunjukan tanah tersebut juga bagus untuk ditanami dengan tanaman perkebunan, dan hortikultura akan tetapi sebagai penambah nutrisi perlunya penambahan pupuk agar hasil tanaman tersebut menjadi lebih baik hasilnya
C. Uji
K
a. Prosedur
Kerja :
1. Siapkan
tabung reaksi berukuran 6 mL
2. Masukkan
setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3. Tambahkan
4 mL pereaksi K-1, lalu homogenkan selama 1 menit
4. Setelah
dihomogenkan diamkan selama 5 menit hingga jernih
5. Setelah
jernih tambahkan 2 tetes pereaksi K-2, lalu homogenkan sebentar
6. Diamkan
selama 5 menit
7. Tambahkan
2 mL pereaksi K-3
8. Diamkan
beberapa saat, kemudian amati endapan yang terjadi
b. Hasil
Uji K
Berdasarkan
hasil pengujian, sampel tanah 1 termasuk kedalam status K sedang dan sedikit
endapan putih (menyerupai kabut). Dan tanaman yang direkomendasikan berdasarkan
hasil uji tersebut adalah jagung dengan rekomendasi pupuk KCL sebanyak 75 kg/ha, kedelai dengan rekomendasi pupuk
KCL sebanyak 75 kg/ha, dan padi gogo dengan rekomendasi pupuk KCL sebanyak 75
kg/ha.
Berdasarkan
hasil pengujian, sampel tanah 2 termasuk kedalam status K rendah dan tidak ada
endapan putih (menyerupai kabut). Dan tanaman yang direkomendasikan berdasarkan
hasil uji tersebut adalah jagung dengan rekomendasi pupuk KCL sebanyak 100 kg/ha, kedelai dengan rekomendasi pupuk
KCL sebanyak 100 kg/ha, dan padi gogo dengan rekomendasi pupuk KCL sebanyak 100
kg/ha
D. Uji
C
a. Prosedur
Kerja :
1. Siapkan
tabung reaksi berukuran 6 mL
2. Masukkan
setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3. Tambahkan
1 mL pereaksi C-1, lalu homogenkan selama 1 menit
4. Kemudian
tambahkan 3 tetes pereaksi C-2
b. Hasil
Uji C
Berdasarkan
hasil pengujian, sampel 1 dan sampel 2 diperoleh tinggi busa ≤2 cm. dan
rekomendasi pupuk yang digunakan adalah 2 ton/ha
Nah percobaan selanjutnya adalah pengambilan sampel pupuk,yaitu
:
Ø Untuk
pengambilam sampel pupuk berbeda dengan pengambilan sampel tanah, kita tinggal mengambil saja pupuk
organik yang akan sudah tersedia dan siap untuk dilakukan pengujian, adapun
rinciannya sebagi berikut:
·
Asal Sampel : Depok (Sampel 1) & Kompos Kebun Bergizi Univ. Trilogi (Sampel 2)
·
Waktu Pengambilan : 20 Januari 2019
A. Uji
C
a. Prosedur
Kerja :
1. Siapkan
tabung reaksi berukuran 10 mL
2. Masukkan
setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3. Tambahkan
5 mL pereaksi C-1, lalu homogenkan dan diamkan selama 5 menit, setiap 1 menit
sekali homogenkan kembali selama 10 detik
4. Setelah
5 menit tambahkan 1 mL pereaksi C-2, lalu homogenkan kembali dan diamkan selama
10 menit
5. Setelah
10 menit, ambil 1 mL dari larutan tersebut dan tuangkan kedalam tabung reaksi
yang berbeda
6. Kemudian
tambahkan 1mL aquadest, dan diamkan selama 15 menit
b. Hasil
Uji C
Berdasarkan
hasil pengujian, sampel pupuk 1 diperoleh kadar 10% dan sampel pupuk 2 diperoleh kadar C sebesar
15%
. B. Uji
pH
a. Prosedur
Kerja :
1. Siapkan
tabung reaksi berukuran 10 mL
2. Masukkan
setengah sendok spatula tanah atau sekitar 0.5 mL
3. Tambahkan
5 mL pereaksi pH-1, homogenkan dan diamkan selama 10 menit
4. Setelah
10 menit, tambahkan 1 tetes pereaksi pH-2, dan diamkan selama 15 menit
b. Hasil
Uji pH
Berdasarkan
hasil pengujian, sampel pupuk 1 diperoleh pupuk dengan pH 7. Sedangkan sampel
pupuk 2 diperoleh pupuk dengan pH 8.
Begitu hasil pengamatan percobaan kami terhadap kandungan tanah dan pupuk karena ternyata setiap percobaan yang kita dapatkan itu memiliki artinya masing-masing loh pemirsa.
.
.
mungkin sharing kita sekarang baru segini dulu nih ya pemirsa, karena yang nulisnya lagi ngerjain lagi tugas yg lain. nanti kita ketemu lagi di postingan selanjutnya. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat bagi kita semua, karena semua orangpunya kemampuan dibidangnya masing-masing, tapi gak ada salahnya kita membaca ilmu ke bidang orang lain yang bahkan bukan ahlinya kita kan.
See You Next Time Pemirsa yang Budi-man. kapan-kapan kita jumpa lagi nih. Dengan ilmu yang bermanfaat lagi ya
.
.
mungkin sharing kita sekarang baru segini dulu nih ya pemirsa, karena yang nulisnya lagi ngerjain lagi tugas yg lain. nanti kita ketemu lagi di postingan selanjutnya. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat bagi kita semua, karena semua orangpunya kemampuan dibidangnya masing-masing, tapi gak ada salahnya kita membaca ilmu ke bidang orang lain yang bahkan bukan ahlinya kita kan.
See You Next Time Pemirsa yang Budi-man. kapan-kapan kita jumpa lagi nih. Dengan ilmu yang bermanfaat lagi ya












Terima Kasih ilMunya🙏
BalasHapusMakasih ilmunyaa
BalasHapusGood job👍👍
BalasHapusWaah bagus kak, sangat bermanfaat😊
BalasHapusLuar biasa 👍
BalasHapusMantap kang
BalasHapusThankyou kak sangat membantu untuk kelancaran belajar dan laporan saya
BalasHapus