Hallo teman teman semua ketemu lagi kita, gimana
kabarnya nih? Baik-baik aja kan? Gak galau juga kan?
Ada cerita dan Ilmu baru nihh
Saya habis kunjungan ke Balai Penelitian Tanah yang
dilaksanakan pada hari Jumat, 18 Januari 2019 kemarin nih
Jadi kunjungan ini dari mata kuliah Pengantar Ilmu
Tanah, tujuannya dilakukan kunjungan ini agar kami yang mengambil mata kuliah
tersebut dapat lebih mengerti tanah dalam dunia pertanian dan paham juga apa
yang dilakukan para laboran untuk perlakuannya terhadap tanah…
Next step… baca selengkapnya ya manteman...
Kami semua agroekoteknologi 2017 pada hari Jumat. 18
Januari 2019 melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanah yang terletak
didaerah Cimanggu, Bogor. Titik kumpul kami ini tentunya di Stasiun Bogor lah pukul
08.00 WIB. Setelah semua sudah berkumpul dan dosen pun sudah datang, kami
melanjutkan perjalan ke Balai Penelitian Tanah menggunakan angkutan kota atau
bahasa gaulnya Angcot *eh angkot, perjalanan membutuhkan waktu ±20 menitan lah.
Setelah kami sampai di Balai Penelitian Tanah,
begitu sampai kami disambut dengan hangat oleh siswa yang sedang magang.
Sebelum melakukan tour ke lab-lab yang ada di Balai Tanah, kami dipersilahkan
masuk ke ruang rapat untuk diperkenalkan secara singkat Balai Penelitian Tanah oleh
ibu Ros . Balai Penelitian Tanah itu berkecimpung terkait dengan penelitian :
Ø Kesuburan,
disini balai tanah meneliti seberapa baik dan bagusnya tanah yang akan kita
gunakan untuk pertanian
Ø Biologi,
disini balai tanah meneliti seberapa banyak mikroorganisme yang hidup di dalam
tanah tersebut, yang nantinya akan menentukan kesuburan tanah
Ø Konservasi,dimana
balai tanah melakukan eksplor dan penelitian tanah yang ada diseluruh Indonesia
Setelah berbincang secara singkat tentang Balai
Tanah, kami langsung diajak menjelajahi lab-lab yang ada di sana nih
Lab pertama yang kami kunjungi adalah Lab Kimia
Tanah
Di lab ini kami dipandu khusus oleh ibu Leli, beliau
menjelaskan Lab kimia yang ada di Balai Tanah. Laboratorium Kimia Tanah meneliti
kandungan dan kesuburan tanah, kesehatan tanaman, kandungan pupuk, serta
penanganan air irigasi terhadap lahan. Lab ini mampu menganalisis sebanyak
600-700 contoh tanah; 400-500 contoh tanaman; dan 80-120 contoh pupuk tiap
bulan. Analisis meliputi unsur hara makro, mikro, dan kemasaman tanah.
Laboratorium kimia ini telah terakreditasi sebagai Laboratorium Penguji
berdasarkan SNI 19-17025-2000 yang dikeluarkan oleh Komite Akreditasi Nasional
(KAN), Badan Standardisasi Nasional.
Di lab kimia tanah ini ada beberapa ruang yang memiliki
fungsinya masing-masing, diantaranya :
Ø Ruang
Tumpuk tanah : ruangan ini digunakan untuk ruang penyimpanan tanah yang akan
digunakan sebagai sampel penelitian
Ø Ruang
Timbang : ruangan ini digunakan untuk menimbang tanah yang akan digunakan
sebagai sampel penelitian
Ø Ruang
Ekstraksi : ruangan ini digunakan untuk mengekstrak tanah yang nantinya akan
digunakan untuk meneliti kandungan yang terdapat didalam tanah tersebut
Setelah kita selesai dan mendapatkan banyak ilmu
baru di lab kimia tanah, kami pun melanjutkan keliling kami ke lab selanjutnya
nih
Lab kedua yang kami datangi adalah Lab Fisika Tanah
Pada lab kali ini kami dipandu khusus oleh bapak
Arif.
Laboratorium fisika tanah mampu menganalisis
sebanyak 150-200 contoh tanah. Analisis meliputi berat jenis, ruang pori total,
kadar air pada berbagai tegangan (pF), tekstur, permeabilitas, nilai Atterberg
dan kandungan air optimum untuk pengolahan tanah, indeks stabilitas agregat,
laju perkolasi, dan coefficient of linear extensibility (COLE).
Jika di alam ada tekanan dan panas, di lab
dikondisikan dengan tekanan tertentu yaitu pF 1, 2, 2.54 dan 4.2. pF 2.54
disebut juga dengan kadar air lapang (sesuai dengan kadar air lapang). Untuk
tekana 4.2 disebut dengan TLP (Titik Layu Permanen), yaitu kondisi dimana
tanaman hidup enggan matipun segan :D *mungkin kalau dimanusia mah galau ya
gengss ups:D*. Untuk kondisi tersebut sangat dihindari untuk tanaman ya gengs,
makanya harus ada pengecekan di lab guna mengetahui seberapa besar TLP nya
sehingga kita dapat lakukan penyiraman sebelum pada titik tersebut.
Automatic Surface Area & Porosize Analyzer
(sorpmatic) adalah alat yang digunakan untuk penetapan luas permukaan dan
ukuran pori bahan padat (tanah, tepung, dan bahan padatan lain), dapat
membedakan besar butir berukuran nano dan µm. Mampu mengukur jumlah dan ukuran
pori dari < 0,2 µ - > 296µ. Alat ini sebenarnya kebanyakan digunakan
untuk kosmetik loh gengs, sampel bedak atau kosmetik dicek untuk menghindari
sampel tersebut lebih kecil dari pori tubuh kita, karena jika lebih kecil dari
tubuh kita kosmetik tersebut akan masuk ke tubuh kita dan dapat menyebabkan
kanker. Karena Balai Tanah bekerja dengan tanah, maka alat ini digunakan untuk
mengukur pori tanah. Berapa sih ukuran sebaran pori tanah, dan dalam kesuburan
mana yang ingin dimasukkan, atau dalam kesuburan biasanya ada KTK mana yang
harus diperbaiki, pori mikro, pori meso atau pori makro. Jika kita sudah
mengetahui pori tanah tersebut makan akan memudahkan kita sebagai petani untuk
mengaplikasikan pupuk mana yang baik dan tepat untuk digunakan tanah tersebut
pemirsa. Ternyata alat ini dapat juga dapat melihat jika jenis tanah tersebut
banyak mengandung bahan organik, maka pori tanah tersbut lebih besar,dan jika
sudah teroksidasi dengan peroksida itu porinya lebih kecil pemirsa.
Di Lab ini kami dipandu oleh pak Yace sebagai koordinator
mineral pasir tanah, dan pak Tio dan bu Titi sebagai koordinator mineral liat
tanah.
Di Lab ini terbagi menjadi 2 jenis mineral pada
tanah, yaitu mineral pasir (primer) dan mineral liat (sekunder). Kalau mineral
pasir menggunakan alat mikroskop, sedangkan mineral liat menggunakan alat X-ray.
Ø Mineral
pasir menggunakan sampel tanah batuan juga bisa, dimana tanah diproses, ada
pencucian, desdruksi, penyaringan, lalu berupa pasir. Setelah jadi mineral pasir
lalu diimprementasi dengan menggunakan kaca preparat, mineral pasir ditaruh
dipreparat yang kemudian diteteskan nitrobenzoal untuk memudahkan melihat
kandungan mineral di mikroskop. Selanjutnya diorientasi yang berguna untuk
mengetahui jenis – jenis mineral yang terkandung di dalam tanah tersebut.
Sebelum diamati kandungan mineral
tanah, biasanya tanah akan melewati beberapa tahapan, seperti direndam atau
dicuci, jika yang akan digunakan pasir, maka tanah dicuci hingga litanya hilang
dan yang tersisa hanya pasirnya saja. Yang selanjutnya akan didestruksi yang
bertujuan untuk menghilangkan bahan-bahan organik, bahan organik harus
dihilangkan karena akan mempengaruhi dipengamatan dimikroskop sehingga tidak
bisa diamati. Baik pasir maupun liat keduanya akan melewati tahapan destruksi.
Ø Preparasi
dalam pembuatan mineral liat, suspensinya ditetesi pada keramik khusus yang
kemudian akan divakum, sehingga litany akan turun. Kemudian akan dicek
kandungan mineralnya menggunakan alat X-ray.
Setelah cukup puas dengan ilmu baru yang didapatkan
pada lab ini, kami malnjutkan penjelajahan ke lab terakhir nih.
Pada lab ini kami dipandu oleh bu Elsanti
Laboratorium Biologi Tanah memiliki lab pengujian mutu
pupuk, tanah maupun air, ada lab penelitian
Jumlah dan populasi:
- Cacing Tanah, nematode, bakteri (bakteria aerob, heterorof, bakteri anaerob, Rhizobium/Bradyrhizobium, Azospirillium, Azotobacter, Pseudomonas, Bacillius, Lactobacillus, E.coli, Salmonella sp, bakteri penambat N, bakteri pelarut P, bakteri selulolitik, bakteri kitinolik, bakteri lipolitik, dan bakteri proteolitik).
- Cacing Tanah, nematode, bakteri (bakteria aerob, heterorof, bakteri anaerob, Rhizobium/Bradyrhizobium, Azospirillium, Azotobacter, Pseudomonas, Bacillius, Lactobacillus, E.coli, Salmonella sp, bakteri penambat N, bakteri pelarut P, bakteri selulolitik, bakteri kitinolik, bakteri lipolitik, dan bakteri proteolitik).
Fungi:
- Total Fungi, mikroriza, Trichoderma, Aspergillus, Saccharomyces, fungi pelarut P, fungi selulolitik, fungi kitinolitik, fungi lipolitik, fungi proteolitik, dan fungi lignolitik. Aktinomiset: total Actinomycetes dan
- Total Fungi, mikroriza, Trichoderma, Aspergillus, Saccharomyces, fungi pelarut P, fungi selulolitik, fungi kitinolitik, fungi lipolitik, fungi proteolitik, dan fungi lignolitik. Aktinomiset: total Actinomycetes dan
Aktifitas Mikroba:
- Reduksi asetilen, aktivitas enzim (dehidrogenasi, B-glucosidase, amylase, selulase, fosfatase, kitinase, lipase). Kandungan hormone IAA, resoirasitanah. Uji patogenisitas pupuk pada tanaman.
- Reduksi asetilen, aktivitas enzim (dehidrogenasi, B-glucosidase, amylase, selulase, fosfatase, kitinase, lipase). Kandungan hormone IAA, resoirasitanah. Uji patogenisitas pupuk pada tanaman.
Itulah kunjungan terakhir kami di Balai Tanah nih
temen temen, kami merasa sangat gembira dan lumayan dengan ilmu baru yang telah
kami dapatkan di Balai Tanah ini. Sangat bermanfaat untuk kami calon petani
masa depan yang akan memajukan Pertanian Indonesia. Tapi lain waktu kalo ada
kesempatan lagi pengen sih bisa kunjungan lagi kesana nih
Nah sebelum pulang kita shalat jum’at terlebih
dahulu, sebelum kembali ke kampus. Karena perjuangan belum selesai, Kenapa?...
hhmmm kenapa ya? Ada KUIS COYYY
Sekian dulu pemirsa untuk cerita perjalan dan ilmu
yang dapat saya bagikan dengan kalian untuk kali ini, semoga bermanfaat untuk
kalian semua yang membacanya. Sampai berjumpa kembali di postingan selanjutnya.
Jangan Subscribe ya… ehhh like loh, komen juga sih
wkwkwk


Keren pisan akang,hatur nuhun
BalasHapusWiiihhh mantap djiwa kakak👏👏
BalasHapusMantap bang..wah bisa belajar sama abg ni
BalasHapus👍👍
BalasHapuslanjut....
BalasHapusKereen banget kak, sangat bermanfaat👍
BalasHapusMenurut adik, seberapa pentingsih tanah dikehidupan manusia ?
BalasHapusMantappp
BalasHapusMantappp..
BalasHapus