Kunjungan
Balai Cimanggis
Selamat wayah kieu sadayana barudak….
Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi
pengalaman… (sedikit aja ya gak usah banyak-banyak, soalnya takut keyboardnya
rusak wkwk)…. Pada saat kunjungan ke Balai Cimanggis atau kerennya ke BBPPMBTPH
(Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura)
yang dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2020. Perlu kita ketahui, balai ini sering
mangadakan pengujian mutu benih, balai ini sudah terakreditasi secara
internasional oleh ISTA. Bahkan banyak sekali Narasumber di balai ini juga
sering ikut di konferensi Internasional.
Tapi sebelum kita bahas lebih jauh wajib kalian tahu
(tempe) dulu nih, kita disambut seperti King Salman disana. Y? Kos, pas kita berkunjung
kesana selain kita diperkenalkan seputar balai ini ada yang lebih berkesan. Apa
itu? Nah yang lebih berkesan adalah kita langsung disambut selain oleh Pak Devi
(btw dia satu daerah cuy sama gua, Kota
nya Thor… Asgard – Asli Garutd) yang super kocak dalam sambutannya, bahkan
menyempatkan hadir padahal beliau sedang menanam cabai yang katanya mirip
k*lam*n laki-laki wkwkwk. Nah ada lagi staff yang beliau perkenalkan yaitu :
- Yayat
Hidayat, Informasi Jaringan
- Nikeu
Fitria, koor. Fungsional
- Rolan, Kep
Seksie Info dan Komunikasi
- Sri Rahayu,
PBT Madya
- Heny,
penanggungjawab Cendawan
- Endang
Purwantini, Penanggung jawab lab Fisika
- Nani
Fungsional, PBT, Lab. Kuljar
- Munawaroh,
Lab. Nematoda terkait kesehatan benih
- Sri
Budiasih, PBT muda
- Heny
Susilawati, PBT Madya, Lab. Virus
Keren kan?
Yuk langsung aja biar gak ngomong seabrag, kita
kenalan sama lab yang ada disana. Jadi di Balai ini ada kesehatan mutu benih.
Ada sekitar 8 lab tapi yg paling sering dipakai ada 7 lab, Y? kos, sedang ada
dalam perbaikan untuk satu labnya yaitu Lab. Kultur Jaringan
Skuy kita kenalan labnya :
- Lab 1 lab nematode
Jadi di lab ini kita
tau lah fungsinya buat apa. Ya, betul.. tentu buat ngamati nematode. Tapi ada
info menarik loh. Naon coba? Kalo ternayata yang sering ditemukan di lab ini
kalau nematode banyak ditemukan di dalam benih pada dan gandum loh.
Gimana cara ngujinya?
Cara menguji nematoda,
benih padi diekstrak dari kulit dan beras, kemudian kulit padi dan beras
direndam kedalam 40ml untuk menstimulasi nematoda yang dorman selama 24 jam,
kemudian ditiriskan kemudian amati air rendaman padinya, pengujian dilakukan
selama 2-3 hari. Alat untuk mengekstrak padi mill husker. Jumlah sampe 1000
butir benih padi.
Bahkan dari sekian
banyak benih yang diamati pada benih padi, benih yang sering ditemui nematoda
adalah padi varietas ciherang, varietas arjuna.
- Lab 2 Lab.
Bakteri
Yang bertugas disini
ada ibu Sri Rahayu puji lestari, lab ini untuk Menguji bakteri terbawa benih.
Alat yang digunakan
oven untuk sterilisasi (basah dan kering) sterilisasi basah menggunakan uap
air. suhu oven tergantung waktunya, 170°C selama 1 jam. Autoklaf alat
sterilisasi alat lab. Bakteri yang sering ditemukan pada padi adalah
xanthomonas horizae (blb). Lantona solanasea pada cabai.
- Lab 3 Lab.
Virus
Di lab ini kita diberi
penjelasan bahwa Gejala yang dilihatkan tanaman ketika terkena virus
terdegradasinya warna daun, virus jarang terbawa pada tanaman pangan. Pada daun
kedelai aka menimbulkan mozaik. Pada biji kedelai akan terdapat bercak hitam.
Jika menemukan gejala virus pada benih maka ditanam dulu
3 metode pengujian
virus
1. Growing on test
(benih diambil secara acak kemudian ditanam didalam box yang berisi 50 butir,
tanaman media pasir + tanah steril selama 30 dan diamati tanaman tersebut
memiliki gejala atau tidak, dilakukan dirumah kaca. Kesimpulan sempel diduga
terkena virus denga gejala kerdil, dll)
2. Elisa reader (benih
yang dikirim, tanaman hasil growing on test diambil dan diuji dengan alat Elisa
reader) (membutuhkan banyak bahan kimia, waktu pengujian 2 hari, cara pengujian
plate diisi dengan bahan kimia coating konjugat (buffer), tanaman ditimbang dan
dihancurkan dengan mortal kemudian dimasukkan kedalam lubang plate dan dicatat
isi perlubangnya, plate dimasukkan kedala kotak dan diinkubasi selama 18 jam. Yang terinfeksi virus akan menimbulkan
warna kuning, dan dideteksi jumlah virus menggunakan alat Elisa reader.
3. Tanaman indikator
Untuk permintaan
pengujian virus berasal dari swasta dan lain-lain nya, pengujian dilakukan
selama 30 hari untuk growing on test sedangkan untuk Elisa reader selama 2 hari
Fungsi buffer untuk
menetralisir lubang plate dari hal yang akan mempengaruhi hasil uji.Untuk hasil
uji lebih akurat menggunakan Elisa reader
- Lab 4 Lab Cendawan
Komoditas yang sering
diteliti di lab ini ada komoditi padi, jagung, kedelai, tomat, terong. Bahkan sebelum
dilakukan penelitian alat yang akan digunakan harus disterilikan dahulu. Sterilisasi
alat dan media menggunakan autoklaf. Penggunaan suhu dingin untuk mencegah
perkecambahan benih. Inkubasi pada ruang inkubasi selama 7 hari kemudian
lakukan identifikasi benih yang terinfeksi cendawan. Metode bloter untuk
menguji cendawan dilakukan selama 8-10 hari, wortel 10 hari, kol 11 hari
- Lab 5&6
Lab. Biologi dan Fisika
Untuk penjelasan ini
gak bisa rinci ya,,, soalnya lagi liburan *ehh soalnya lab ini sedang dalam
tahap renovasi (Harap bersabar ini ujian)
- Lab 7 Lab. Elektroforesis
Pada lab ini dilakukan pengujian DNA dan
penggandaan DNA. Pengujian ini berfungsi untuk identifikasi atau validasi
akreditasi varietas. Biasanya komoditi yang sering dilakukan uji elektroforesis
ialah kedelai, mentimun dan selada. Sampel yang digunakan untuk uji
elektroforesis diambil dari jaringan yang masih muda atau pada tahap
pertumbuhan awal, biasanya pada daun ketiga. Pokok nya pusing kalo main di lab
ini, soalnya kita main sama yang gak terlihat
Yuk ahhh, udah dulu
abangnya mau pulang… gak sih mau ngelamun dulu. Soalnya besok UAS. Tiga matkul
loh. Makanya mau ngahuleng tarik dulu.
Semoga bermanfaat ya,
jangan lupa share ke teman-teman kalian
Nuhun.
Orang
Ganteng



Mantaappp
BalasHapusWahhhh kerenn yaa kaaa balai cimanggis! Ilmunya bermanfaat sekali
BalasHapus