Selasa, 14 Januari 2020

Kunjungan Balai Cimanggis


Kunjungan Balai Cimanggis

Selamat wayah kieu sadayana barudak….

Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman… (sedikit aja ya gak usah banyak-banyak, soalnya takut keyboardnya rusak wkwk)…. Pada saat kunjungan ke Balai Cimanggis atau kerennya ke BBPPMBTPH (Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura) yang dilaksanakan pada tanggal 8 Januari 2020. Perlu kita ketahui, balai ini sering mangadakan pengujian mutu benih, balai ini sudah terakreditasi secara internasional oleh ISTA. Bahkan banyak sekali Narasumber di balai ini juga sering ikut di konferensi Internasional.
Tapi sebelum kita bahas lebih jauh wajib kalian tahu (tempe) dulu nih, kita disambut seperti King Salman disana. Y? Kos, pas kita berkunjung kesana selain kita diperkenalkan seputar balai ini ada yang lebih berkesan. Apa itu? Nah yang lebih berkesan adalah kita langsung disambut selain oleh Pak Devi (btw dia satu daerah cuy sama gua, Kota nya Thor… Asgard – Asli Garutd) yang super kocak dalam sambutannya, bahkan menyempatkan hadir padahal beliau sedang menanam cabai yang katanya mirip k*lam*n laki-laki wkwkwk. Nah ada lagi staff yang beliau perkenalkan yaitu :
  1. Yayat Hidayat, Informasi Jaringan
  2. Nikeu Fitria, koor. Fungsional
  3. Rolan, Kep Seksie Info dan Komunikasi
  4. Sri Rahayu, PBT Madya
  5. Heny, penanggungjawab Cendawan
  6. Endang Purwantini, Penanggung jawab lab Fisika
  7. Nani Fungsional, PBT, Lab. Kuljar
  8. Munawaroh, Lab. Nematoda terkait kesehatan benih
  9. Sri Budiasih, PBT muda
  10. Heny Susilawati, PBT Madya, Lab. Virus
Keren kan?
Yuk langsung aja biar gak ngomong seabrag, kita kenalan sama lab yang ada disana. Jadi di Balai ini ada kesehatan mutu benih. Ada sekitar 8 lab tapi yg paling sering dipakai ada 7 lab, Y? kos, sedang ada dalam perbaikan untuk satu labnya yaitu Lab. Kultur Jaringan
Skuy kita kenalan labnya :

  1. Lab 1 lab nematode
Jadi di lab ini kita tau lah fungsinya buat apa. Ya, betul.. tentu buat ngamati nematode. Tapi ada info menarik loh. Naon coba? Kalo ternayata yang sering ditemukan di lab ini kalau nematode banyak ditemukan di dalam benih pada dan gandum loh.
Gimana cara ngujinya?
Cara menguji nematoda, benih padi diekstrak dari kulit dan beras, kemudian kulit padi dan beras direndam kedalam 40ml untuk menstimulasi nematoda yang dorman selama 24 jam, kemudian ditiriskan kemudian amati air rendaman padinya, pengujian dilakukan selama 2-3 hari. Alat untuk mengekstrak padi mill husker. Jumlah sampe 1000 butir benih padi.
Bahkan dari sekian banyak benih yang diamati pada benih padi, benih yang sering ditemui nematoda adalah padi varietas ciherang, varietas arjuna.

  1. Lab 2 Lab. Bakteri
Yang bertugas disini ada ibu Sri Rahayu puji lestari, lab ini untuk Menguji bakteri terbawa benih.
Alat yang digunakan oven untuk sterilisasi (basah dan kering) sterilisasi basah menggunakan uap air. suhu oven tergantung waktunya, 170°C selama 1 jam. Autoklaf alat sterilisasi alat lab. Bakteri yang sering ditemukan pada padi adalah xanthomonas horizae (blb). Lantona solanasea pada cabai.
  1. Lab 3 Lab. Virus
Di lab ini kita diberi penjelasan bahwa Gejala yang dilihatkan tanaman ketika terkena virus terdegradasinya warna daun, virus jarang terbawa pada tanaman pangan. Pada daun kedelai aka menimbulkan mozaik. Pada biji kedelai akan terdapat bercak hitam. Jika menemukan gejala virus pada benih maka ditanam dulu
3 metode pengujian virus
1. Growing on test (benih diambil secara acak kemudian ditanam didalam box yang berisi 50 butir, tanaman media pasir + tanah steril selama 30 dan diamati tanaman tersebut memiliki gejala atau tidak, dilakukan dirumah kaca. Kesimpulan sempel diduga terkena virus denga gejala kerdil, dll)
2. Elisa reader (benih yang dikirim, tanaman hasil growing on test diambil dan diuji dengan alat Elisa reader) (membutuhkan banyak bahan kimia, waktu pengujian 2 hari, cara pengujian plate diisi dengan bahan kimia coating konjugat (buffer), tanaman ditimbang dan dihancurkan dengan mortal kemudian dimasukkan kedalam lubang plate dan dicatat isi perlubangnya, plate dimasukkan kedala kotak dan diinkubasi selama 18  jam. Yang terinfeksi virus akan menimbulkan warna kuning, dan dideteksi jumlah virus menggunakan alat Elisa reader.
3. Tanaman indikator
Untuk permintaan pengujian virus berasal dari swasta dan lain-lain nya, pengujian dilakukan selama 30 hari untuk growing on test sedangkan untuk Elisa reader selama 2 hari
Fungsi buffer untuk menetralisir lubang plate dari hal yang akan mempengaruhi hasil uji.Untuk hasil uji lebih akurat menggunakan Elisa reader
  1. Lab 4 Lab Cendawan
Komoditas yang sering diteliti di lab ini ada komoditi padi, jagung, kedelai, tomat, terong. Bahkan sebelum dilakukan penelitian alat yang akan digunakan harus disterilikan dahulu. Sterilisasi alat dan media menggunakan autoklaf. Penggunaan suhu dingin untuk mencegah perkecambahan benih. Inkubasi pada ruang inkubasi selama 7 hari kemudian lakukan identifikasi benih yang terinfeksi cendawan. Metode bloter untuk menguji cendawan dilakukan selama 8-10 hari, wortel 10 hari, kol 11 hari
  1. Lab 5&6 Lab. Biologi dan Fisika
Untuk penjelasan ini gak bisa rinci ya,,, soalnya lagi liburan *ehh soalnya lab ini sedang dalam tahap renovasi (Harap bersabar ini ujian)
  1. Lab 7 Lab.  Elektroforesis
Pada lab ini dilakukan pengujian DNA dan penggandaan DNA. Pengujian ini berfungsi untuk identifikasi atau validasi akreditasi varietas. Biasanya komoditi yang sering dilakukan uji elektroforesis ialah kedelai, mentimun dan selada. Sampel yang digunakan untuk uji elektroforesis diambil dari jaringan yang masih muda atau pada tahap pertumbuhan awal, biasanya pada daun ketiga. Pokok nya pusing kalo main di lab ini, soalnya kita main sama yang gak terlihat
Yuk ahhh, udah dulu abangnya mau pulang… gak sih mau ngelamun dulu. Soalnya besok UAS. Tiga matkul loh. Makanya mau ngahuleng tarik dulu.
Semoga bermanfaat ya, jangan lupa share ke teman-teman kalian

Nuhun.
Orang Ganteng



Kenapa Harus Partenokarpi

Mengapa harus ada partenokarpi? Dan apa itu partenokarpi?               Istilah partenokarpi ini sebenarnya pertama kali diperke...