Kunjungan ke Politeknik Citra Widya Edukasi Bekasi
Hallo Agrotekers..
Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Malam, dan Selamat
Wayah Kieu, silahkan dipilih kapan and abaca postingan ini.
Waallaahh sudah lama tak bertegur sapa ya, bukan tak rindu
tapi memang lagi gak ada bahan buat postingan nih.
Jadi gini bree, kemarin.. eh kemarin nya lagi sih, tepatnya
pada tanggal 5 Juli 2019 kita mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Trilogi
melakukan kunjungna ke Politeknik Citra Widya Edukasi di Bekasi.
Lah kok ke Politeknik? Gak ke kebunnya langsung?
Denger bre.. kita kampusnya di Jakarta, terus kita harus
nyari kebun sawit di Jakarta atau ke kebun di luar jakarta yang bisa
menghabiskan uang anak kos? Ya enggak lah.. di Poltek CWE ini mereka fokus ke
kelapa sawit, so mereka pun tentunya punya lahan sawit dong, nah itu maksudnya.
So, bisa dikatakan lahan sawitnya itu sawit tengah kota loh.. kenapa kita kunjungan ke sawit? Karena
ini bagian dari kunjungan mata kuliah Teknik Budidaya Tanaman Perkebunan…
Perkebunan? Nah salah satunya itu komoditas kelapa sawit
Okey kita back dulu ya ke persiapan dimana kita mau
berangkat ke Poltek CWE Bekasi ini. Tepatnya hari jum’at itu, kita sudah
melakukan UAS hari pertama dan beruntungnya UAS nya itu hanya buat poster yang
udah disiapkan diminggu sebelumnya jadi kita cuman dateng, kumpulkan KPU, tanda
tangan, dan bubar.. selow banget kan. Nah kita berangkat nih dari kampus dan
ketemu dengan dosennya di st. kalibata.. oh ya sebelumnya dosen pengampu di
mata kuliah Teknik Budidaya Tanaman Perkebunan ada dua, pertama Bu Mutiara
Koordinator dosennya dari kampus Univ. Trilogi dan satu lagi Bu Vira Irma Sari
dosen dari Politeknik Citra Widya Edukasi, makanya kami kesana juga sebagai
rekomendasi dari ibu Vira ini.
Oke lanjut lagi. Terus kami sampai ke st. manggarai dan kita
harus menunggu kereta jurusan Cikarang, dan kereta jurusan cikarang ini kereta
yang jarang dan biasanya kita harus menunggu 1 jam kurang lebih, dan selalu
penuh..
Yah akhirnya kita berhenti di st. Cibitung dan saya selaku
laki-laki muslim langsung bergegas terlebih dahulu untuk melaksanakan shalat
jum’at. Setelah itu kita menyusul ke Poltek CWE, dan sampai disana baru lah
kita lunch dulu lah untuk mengisi energi sebelum berkeliling dan menerima
materi.
Dan pertama kita masuk kelas terlebih dahulu untuk diberikan
pengarahan terlebih dahulu dan sejarah dari Poltek CWE ini. Poltek CWE ini
sengaja dibangun di Bekasi supaya dekat dengan sumber informasi, karena banyak
orang pintar tinggal di Jakarta maka
dari itu ingin selalu dekat dengan informasi untuk selalu up to date, dan
Bekasi merupakan kota industri dan bisa mendukung Poltek CWE ini untuk bisa
berkembang lagi.
Kemudian kita next ke kebun praktek Poltek CWE yang berjarak
sekitar 20 menit dari kampus, kita kesana naik Alpard Umum berwarna merah
dengan full music koplonya, ya begitulah kira-kira. And finally kita sampai di
kebun, dan langsung saja Bu Vira menanyakan filotaksis sawit kepada kami dimana
kita udah agak kesusahan nentuinnya bre, berbeda dengan teori saat dikelas wkwk…
dan ya akhirnya beliau menjelaskan lagi dari awal. Dan dari sana kita langsung
berpencar untuk bertanya-tanya seputar sawit karena banyak mahasiswa sana juga
yang membantu kami. Dan beruntungnya saya punya teman yang berada di satu
organisasi eksternal bersama saya untuk menanyakan apa yg sudah dipelajari di
kelas dan ditanya langsung ke pada mahasiswa yang sudah mempraktikannya, dan
ternyata dugaan saya benar tidak semua teori itu berlaku dilapangan karena
semua itu harus menyesuaikan dengan keadaan. Akan tetapi ada beberapa yang
ingin saya dapatkan informasi dari mereka yaitu seperti ciri-ciri TBM (Tanaman
Belum Menghasilkan) bahwa biasanya TBM ini kurang dari 2,5 tahun dan meskipun
sudah berbunga karena kurang dari 2,5 maka harus dilakukan kastrasi yaitu penghilangan
kelamin jantan dan betina. Kenapa dilakukan kastrasi? Supaya nutrisi yang
diserap oleh tanaman lebih fokus terlebih dahulu untuk pertumbuhannya dari pada
pembuahan. Kemudian menanyakan cara pemupukan, pemupukan ini biasanya kita harus membuat piringan terlebih dahulu untuk tempat pemberian pupuk. Kandungan pupuk yang biasa diberikan biasanya mengandung N, P, K, Mg, dan Fe. Tanaman memerlukan pupuk tertentu tergantung dari nampak keadaan tanaman tersebut, salah satunya yang diingat adalah jika tanaman sawit mengalami kuning semua daunnya secara bersamaan berarti tanaman sawit tersebut defisiensi N dan memerlukan pupuk kandung N. kemudian yang paling saya pikirkan sampai sekarang, jika buah sawit disana sudah matang atau siap panen, disana tidak melakukan pemanenan dan dibiarkan begitu saja. jika saya pikirkan dari segi ekonomi itu sangat disayangkan bukan? itung-itung buat menamabah pengahasilan kampus. Tapi dari semua itu mereka mempunyai alasan tersendiri dimana lahan yg mereka gunakan adalah lahan praktikum bukan lahan produksi jadi mereka tidak menjualnya.
nah sekian pengalam baru yang saya dapatkan, terima kasih ya sudah membaca semoga bermanfaat bree



Wwiiihh Mantull ya selama perjalannya, seharian jadi petualang di kota tetangga
BalasHapusWih, mantap!
BalasHapusSemangat Berproses
BalasHapusTerima Kasih
BalasHapusMantap banget anjing
BalasHapusJadi pengen kesana juga hehe
BalasHapusMantap. Udah kek bolang hehe
BalasHapus