Selasa, 05 Februari 2019

Kunjungan Industri ke PT. East West Seed Indonesia (EWINDO) di Purwakarta



Holla… Pemirsa. Kuy kuy kali ini kita bisa jumpa lagi seputar sharing dunia pertanian ya.
Then, kali ini saya akan berbagi lagi pengalaman dalam hal mendapat ilmu tentang perbenihan saat berkunjung ke PT. East West Seed Indonesia di Purwakarta, kunjungan ini sebenarnya dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 24 Januari 2019. Tapi mon map nih baru bisa di share sekarang, maklum kita lagi ujian, ujiannya ujian hidup wkwk

Kuy lahh mau lanjut ke cerita aja nih?
Once upon a time, kita disuruh kumpul di kampus set 6, tapi kalian tau kan jam set 6 nya orang Indonesia itu jam berapa? Ya, jam 7. Kendalanya adalah konsumsi yang kita pesan telat. Dan membuat, perjalanan kita terganggu. Tapi karena janjinya kita harus sampai disana pukul 09.00, tapi kita sampai disana sekitar pukul 09.45 WIB. 


Kemudian saat diperjalanan pun kami berbagi canda tawa, karena saking seringnya kami tertawa sampai-sampai teman kami ada yang muntah.. dan tidur...




And finally kita sampai di PT. East West dan persiapan membawa buku kecil untuk mencatat semua kegiatan dan ilmu yang ada disana, kemudian kami disambut oleh petugas dan diberi pengarahan selama berada di PT. East West.
Arahan yang diberikan berupa :
-          Berjalan harus mengikuti garis kuning
-          Dilarang mengambil gambar di dalam area pabrik pengolahan
-          Dilarang membawa senjata tajam
-          Dilarang menyentuh barang tanpa izin petugas

Kemudian kami masuk ke area pengolahan yang dipandu oleh Bapak Sumarno
Di area pengolahan ini terdapat 3 sekmen :
1.      Processing
2.      Ware House
3.      Packing

Nahh kita bahas…  pertama benih dari petani diterima oleh perusahaan, kemudian dilakukan fumigasi dan disimpan dalam gudang dalam keadaan kontrol. Setelah benih yang disimpan kembali ke processing dulu untuk sortasi dimana benih dibedakan dari segi ukuran, bentuk, pembersihan kotoran, benih hampa, sampai ke mutu benih. Alat sortasi ini dinamakan air screen cleaner, gravity separator, dan brushing machine. Kapasitas alat yang digunakan berkisar sekitar 3 ton per jam dalam melakukan sortasi benih yaitu 24 ton dalam 8 jam.

Nah pasti ada pertanyaan… bagaimana dengan benih yang tidak lolos seleksi?
Jawabannya… cari tau aja sendiri! Becanda le. Nah benih yang tidak lolos seleksi ini, benih akan dipilih oleh QC (Quality Control) dan benih yang lolos akan maju ke babak selanjutnya wkwkwk.. maksudnya tahap selanjutnya pemirsa, dan benih yang tidak lolos seleksi akan dihancurkan.
Next, benih yang lolos seleksi masuk ke tahap penurunan kadar air, yang lokasinya di Fast Drying. Fungsi fast drying ini yaitu menurunkan kadar air sampai 10% menurut ISTA dan menurut Hybrid sekitar 7%. Waktu beroperasi drying ini? Ya tergantung kondisi KA benihnya, maka semakin tinggi kadar air akan semakin lama juga penurunan kadar airnya.

Selanjutnya dari proses penurunan kadar air, masuk ke tempat penyimpan (ware house), temperatur di tempat penyimpanan ini berkisar 5 ͦ C. dan waktu itu kita seperti sedang ada di kutub bre. Jika ada kenaikan temperature di ruang penyimpanan ini akan warning, hal ini dikarenakan jika suhu meningkat ditakutkan benih yang disimpan akan rusak karena kadar airnya bisa naik.
Tahapan selanjutnya kita diperkenalkan ke tahapan Packing, dimana benih yang sudah siap atau lolos yang terbaik dari yang terbaik, masuk ke pengemasan agar siap untuk dipasarkan. Tapi di packing ini ada yang menarik nih, yaitu adanya Coating atau pelapisan benih yang dijelaskan oleh Pak Erik Santoso.

Apa itu coating?
Nih dijelasin oleh ahlinya… coating adalah pelapisan benih dengan beberapa bahan seperti pestisida, unsur hara yang direkatkan oleh bahan pengikat dalam meningkatkan performa benih, dan bentuk asli benih tidak berubah (Copeland dan McDonald, 2001).

Kemudian saya bertanya ke Pak Erik ini, “Pak apakah benih bayam yang kecil itu bisa di coating? Jika bisa jadi mahal harganya?”
Kata pak Erik, coating ini biasanya berlaku untuk benih-benih besar dan harga jual benihnya tinggi serta tergantung permintaan konsumen, jadi untuk pihak East West sendiri belum pernah melakukan coating pada benih bayam, dikarenakan permintaan pasarnya pun tidak ada.

Setelah melalui proses coatig benih akan masuk pada proses packing, dimana pada area ini benih dikemas dalam kemasan yang beragam, mulai dari kemasan 100 gram hingga kemasan 1 kg. kemudian range warna memiliki warna khusus dalam coating tersebut, range warna ini menjadi ciri khusus dari coatingnya PT. East West sehingga tidak bisa ditiru oleh yang lain. Dan perlu diingat lagi kalo coating ini hanya dilakukan sesuai dengan permintaan pasar atau petani. Nah jika kita teliti lagi dikemasan benih East West jumlah benih yang ada di dalam kemasan lebih diukur dengan penggunaan jumlah biji dibanding dengan hitungan gram, hal ini dikarenakan untuk memudahkan petani dalam penghitungan konversi ke lahan.

Pemirsa….. setelah kita kita selesai di area pengolahan, akhirnya kita keluar dan mencari udara sisa-sisa kehidupan.
 Kami kemudian berfoto terlebih dahulu, dan melanjutkan wisata disekitaran EWINDO yaitu menuju Taman Urban Farming, di taman ini kita bersantai dan keliling mencari spot yang bagus serta berburu oleh-oleh dari toko di taman urban farming.
Dan pada sesi ini pula kami saling bertukar cinderamata. Dan kami harus pulang sekitar pukul 12 dan kembali ke Jakarta lebih awal dikarenakan takutnya macet kalau pulang kesorean

.

Dan pemirsa beginilah karena kami tidak bisa makan siang saat kunjungan, kami baru bisa makan siang di bus.

And, well… itu lah sepotong episode yang bisa saya ceritakan, maaf kalau hanya sepotong karena kalau semua diceritakan takutnya kalian males baca nya wkwkwk…

Dan maaf juga kalo saya tidak bisa memberikan gambar pada saat di area pengolahan, kembali ke aturan awal. Karena saat di dalam area pengolahan, kami tidak diperkenankan mengambil gambar.
Hadeuhh….  Sekian dulu sharing ilmu hari ini, dan sampai jumpa di postingan berikutnya ya para penggemar




9 komentar:

Kenapa Harus Partenokarpi

Mengapa harus ada partenokarpi? Dan apa itu partenokarpi?               Istilah partenokarpi ini sebenarnya pertama kali diperke...