Resume Hasil Seminar Pengembangan dan Pemanfaatan Varietas Lokal Indonesia
“Selamatkan Varietas Lokal, Selamatkan Indonesia”
Judul Materi : “Selamatkan Sumber Daya Genetik
Indonesia”
Pemateri : Dr. Azis Natawijaya, M.Si
Pengembangan Varietas Tanaman Buah di Mekarsari
Indonesia
merupakan Negara dengan kekayaan alam yang melimpah dan hampir seluruh tanaman
di Indonesia tumbuh. Namun perlu kita ketahui bahwa banyak juga tanaman atau
buah-buahan dari Negara luar masuk ke Indonesia, yang harus kita ketahui adalah
banyak juga tanaman atau buah tersebut asalnya merupakan tanaman yang asalnya
dari Indonesia atau nenek moyang tanaman tersebut berasal dari Indonesia.
Seperti halnya yang ditelusuri ada jambu air citra yang asalanya berasal dari
Indonesia, tanaman ini dibudidayakan di Taiwan bahkan menjadi buah khas Taiwan.
Ada juga Aglaonema Pride of Sumatera, tanaman ini dibudidayakan dan
dikembangkan di Thailand. Semua tanaman ini asalnya berasal dari Negara kita
Indonesia akan tetapi dengan pengembangan varietas mereka yang luar biasa,
mereka merubah seperti dari warna dan akhirnya tanaman atau buah tersebut
menjadi khas Negara mereka, seperti halnya Negara Korea Selatan yang disebut
Negeri Ginseng karena mereka benar-benar menjaga varietas local mereka.
Aglaonema
banyak dikembangkan di Thailand, Vietnam, Taiwan dengan mengubah bentuk dan
warna dan kemudian mengakui bahwa Aglaonema adalah Ciri khas Negara mereka
masing-masing.
Edukasi
di mekarsari dengan mengenalkan koleksi buah-buahan yang ada di mekarsari seperti
buah salak, yaitu ada berbagai jenis salak yang ada di mekarsari seperti salak
sleman, salak hasil persilangan antar spesies, ada juga salak pada yaitu salak
dengan ciri tanaman yaitu tinggi 1 meter salak ini ditemukan di Bali namun buah
salak ini kurang produktif, kemudian ada juga salak sidempuan mekarsari.
Begitu
pula koleksi manggis di mekarsari ada berbagai jenis manggis, yaitu menggis
mallacensis yaitu manggis ini disebut nenek moyang manggis. Ada manggis
linggar, manggis rheedia, dan manggis monela. Kemudian berbagai macam nangka
juga dikoleksi oleh mekarsari yaitu nangka meni, nangka sumedak. Dan nangka
hasil pengembangan mekarsari yaitu nangkadak dan nangkadak super O. Nangkadak
super O ini adalah generasi kedua dari nangkadak. Hasil seleksi bibit nangkadak
yang ditanam pada tahun 2002 di tanam buah mekarsari, berat buah berkisar
antara 2,3 kg – 2,3 kg. kelebihan nangkadak ini adalah warna lebih menarik dan
rasanya lebih manis dibandingkan nangakadak lainnya. Keunggulan lainnya yaitu
pongge buah bisa berkembang biak. Secara alami dan jumlah pongge buah lebih
banyak dibanding dengan buah nangkadak lainnya.

Koleksi
buah yang selanjutnya yaitu buah nanas, nanas merupakan salah satu jenis nanas
hasil eksplorasi tim taman buah mekarsari, yang telah direleas pada tahun 2005.
Nanas yang dikoleksi antara lain nanas arnis, nanas CM, nanas tanpa mahkota.
Nanas arnis memiliki keunggulan buah besar bisa mencapai 0.9 – 1.8 kg, daun
mahkota relative kecil, mata buah datar sehingga memudahkan saat proses
pengupasan kulit buah, rasa sangat manis dengan kadar gula berkisar 12 – 18 o
brix, oleh karena itu dikenal dengan nanas air manis (nanas arnis). Nanas arnis
merupakan produk unggulan di taman buah mekarsari yang merupakan salah satu pusat
pelestarian keanekaragaman hayati
buah-buahan tropika terbesar di dunia, khusunya jenis buah-buahan unggul yang
dikumpulkan dari seluruh daerah di Indonesia.
Melon
(Cucumis melo L.) merupakan buah yang sering dikonsumsi banyak orang selain
buahnya yang enak juga memiliki banyak kandungan vitamin. Buah melon termasuk
dalam suku labu-labuan atau cucurbitaceae, buah ini merupakan salah satu buah
andalan mekarsari. Kemudian ada juga buah durian lahong (Durio dulcis),
termasuk buah durian yang hanya dapat ditemukan di pulau Kalimantan, tersebar
di seluruh wilayah Kalimantan hingga ke wilayah Sabah, Malaysia. Nama “Durian
Lahung” dikenal di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, sedangkan
di Kalimantan Barat lebih dikenal dengan nama “Tembranang”. Kulit durian ini
duriannya berwarna merah kehitaman, apabila dipegang maka akan terasa bahwa
durinya lebih tajam dan lancip serta panjang. Rasa agak berbeda dengan durian
lainnya, tetapi tetap lezat untuk dinikmati. Cara pengupasannya pun berbeda
dengan durian lainnya, yaitu cara membelahnya yaitu dengan cara melintang,
setelah terbuka maka terlihatlah si buah yang kekuningan dengan aroma khas
menggoda selera.

wkwkwkwk tara.......
BalasHapusKunjungi Juga :
https://galuhmusa.wixsite.com/website/home/kementan-seminar-pengembangan-dan-pemanfaatan-varietas-lokal-indonesia
👍👍👍
BalasHapus