Selasa, 16 Oktober 2018

"Brotokol" Teknologi Pengusir Hama Tikus

Resume "Brotokol Teknologi Pengusir Hama Tikus"

Penulis : Gangsar Lukmanjaya, Fitri Diah Kusuma, Heni Susanti

Halloooo..... semua ketemu lagi nih.
untuk postingan kali ini saya akan meresume salah satu jurnal yaitu judul jurnalnya "Brotokol Pengusir Hama Tikus Ramah Lingkungan Penopang Pertanian". Nah kalian tau hama gak sih? masa gak tau. Hama itu adalah organisme pengganggu yang dianggap merugikan dan tak diinginkan bagi tanaman maupun manusia. Berarti, kalau kalian merusak tanaman kalian juga termasuk hama, hama raksasa...
Yaudah tak usah basa basi lagi, yuk baca dengan seksama resume ini nih,

selamat membaca yoy..

Tikus adalah hama penyebab kerusakan dan kehilangan produksi jagung di Indonesia. Banyak alat dan racun serangga yang digunakan untuk tikus. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan "brotokol" yang merupakan perpaduan antara brotowali dan jengkol brotowali (Tinospora crispa) dan merupakan tumbuhan yang mempunyai senyawa kimia antara lain zat pahit pikroretin-barberin, hijau daun (chlorofil), alkoloid, dan senyawa tinokrisposid. Diseluruh bagian tanaman, dari akar, batang, sampai daun yaitu berkhasiat sebagai obat. Pada brotokol ini yang diambil adalah bagian batangnya, sebagai senyawa kimia kimia pahit (prikoretin dan alkoloid berberina) berfungsi untuk penghalau tikus. Brotokol ini dibuat dalam berbentuk cair berfungsi sebagai pengganti racun tikus yang alami. Sehingga aman digunakan baik itu untuk lingkungan (tanah, udara, dan perairan) maupun penggunanya. dari segi ekonomi brotokol juga mempunyai kelebihan yaitu bahan-bahan banyak terdapat di lingkungan sekitar dengan harga yang sangat terjangkau serta dapat dibuat sendiri. Cara pembuatannya cukup mudah, hanya dengan merendam jengkol kemudian menghaluskannya bersama brotowali lalu diberi air secukupnya. Setelah itu dengan alat penyemprot brotokol disemprotkan ke tanaman jagung.

Tanaman jagung yang terserang tikus biasanya ditanam pada lahan setelah ditanam pada lahan setelah ditanami padi. tikus tersebut adalah dari spesies Rattus argaentiventur. Tikus mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap cahaya. meski indera penglihatannya (vision) kurang berfungsi dengan baik. sedangkan indera penciuman tikus berfungsi dengan baik. Hal ini ditunjukan oleh aktivitas tikus menggerak-gerakan kepala dan mengendus pada saat mencium bau pakan, tikus lain, dan musuhnya. Maka dengan dengan diberikannya brotokol pada tanaman jagung, tikus tidak akan menyerang karena tikus mencium aroma yang tak sedap untuk tikus atau tercium aroma pahit yang tikus tidak suka. Dengan terciptanya brotokol maka terdapat sebuah terobosan baru dalam pembasmian hama tikus yang efektif, murah, mudah, dan ramah lingkungan sehingga dapat mencegah kegagalan panen petani.




Cara pembuatan brotokol (brotowali dan jengkol)
1. Alat
adapaun alat-alat yang dibutuhkan antara lain :
a. alat semprot pertanian (1 buah)
b. alalt potong/pisau (1 buah)
c. penumbuk/penghalus/blender (2 buah)
d. penyaring (2 buah)

2. Bahan
Bahan-bahan yag dibutuhkan antara lain :
a. air 168liter/hektar
b. batang brotowali (berbintil-bintil) 7 kg/ha
c. Jengkol 7kg/ha

3. Cara Pembuatan :
a. Potonglah bahan brotowali yang sudah dibersihkan. kemudian ditumbuk/diblender dan tambahkan air secukupnya.
b. kupas jengkol dengan pisau kemudian iris jengkol yang sudah dibuang kulitnya kemudian direndam selama 2 hari.
c. lalu setelah 2 hari direndam kemudian dihaluskan ditambahkan air secukupnya.
d. setelah semua dihaluskan (brotowali dan jengkol) kemudian diambil airnya dengan menggunakan saringan.
e. hasil air ssaringan tadi kemudian diaduk secara merata, setelah itu dimasukan kedalam alat penyemprotan.

Terima Kasih.. semoga ini bermanfaat. jika ada saran dan masukan dari teman-teman saya nanti ya
sampai jumpa lagi dipostingan berikutnya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kenapa Harus Partenokarpi

Mengapa harus ada partenokarpi? Dan apa itu partenokarpi?               Istilah partenokarpi ini sebenarnya pertama kali diperke...