Senin, 29 Oktober 2018

Hasil Seminar Pembangunan dan Pemanfaatan Varietas Lokal Indonesia


Resume Hasil Seminar Pengembangan dan Pemanfaatan Varietas Lokal Indonesia
“Selamatkan Varietas Lokal, Selamatkan Indonesia”
Judul Materi : “Selamatkan Sumber Daya Genetik Indonesia”
Pemateri : Dr. Azis Natawijaya, M.Si

Pengembangan Varietas Tanaman Buah di Mekarsari

            Indonesia merupakan Negara dengan kekayaan alam yang melimpah dan hampir seluruh tanaman di Indonesia tumbuh. Namun perlu kita ketahui bahwa banyak juga tanaman atau buah-buahan dari Negara luar masuk ke Indonesia, yang harus kita ketahui adalah banyak juga tanaman atau buah tersebut asalnya merupakan tanaman yang asalnya dari Indonesia atau nenek moyang tanaman tersebut berasal dari Indonesia. Seperti halnya yang ditelusuri ada jambu air citra yang asalanya berasal dari Indonesia, tanaman ini dibudidayakan di Taiwan bahkan menjadi buah khas Taiwan. Ada juga Aglaonema Pride of Sumatera, tanaman ini dibudidayakan dan dikembangkan di Thailand. Semua tanaman ini asalnya berasal dari Negara kita Indonesia akan tetapi dengan pengembangan varietas mereka yang luar biasa, mereka merubah seperti dari warna dan akhirnya tanaman atau buah tersebut menjadi khas Negara mereka, seperti halnya Negara Korea Selatan yang disebut Negeri Ginseng karena mereka benar-benar menjaga varietas local mereka.
            Aglaonema banyak dikembangkan di Thailand, Vietnam, Taiwan dengan mengubah bentuk dan warna dan kemudian mengakui bahwa Aglaonema adalah Ciri khas Negara mereka masing-masing.
            Edukasi di mekarsari dengan mengenalkan koleksi buah-buahan yang ada di mekarsari seperti buah salak, yaitu ada berbagai jenis salak yang ada di mekarsari seperti salak sleman, salak hasil persilangan antar spesies, ada juga salak pada yaitu salak dengan ciri tanaman yaitu tinggi 1 meter salak ini ditemukan di Bali namun buah salak ini kurang produktif, kemudian ada juga salak sidempuan mekarsari.
            Begitu pula koleksi manggis di mekarsari ada berbagai jenis manggis, yaitu menggis mallacensis yaitu manggis ini disebut nenek moyang manggis. Ada manggis linggar, manggis rheedia, dan manggis monela. Kemudian berbagai macam nangka juga dikoleksi oleh mekarsari yaitu nangka meni, nangka sumedak. Dan nangka hasil pengembangan mekarsari yaitu nangkadak dan nangkadak super O. Nangkadak super O ini adalah generasi kedua dari nangkadak. Hasil seleksi bibit nangkadak yang ditanam pada tahun 2002 di tanam buah mekarsari, berat buah berkisar antara 2,3 kg – 2,3 kg. kelebihan nangkadak ini adalah warna lebih menarik dan rasanya lebih manis dibandingkan nangakadak lainnya. Keunggulan lainnya yaitu pongge buah bisa berkembang biak. Secara alami dan jumlah pongge buah lebih banyak dibanding dengan buah nangkadak lainnya.
Hasil gambar untuk nangkadakHasil gambar untuk nanas arnis
            Koleksi buah yang selanjutnya yaitu buah nanas, nanas merupakan salah satu jenis nanas hasil eksplorasi tim taman buah mekarsari, yang telah direleas pada tahun 2005. Nanas yang dikoleksi antara lain nanas arnis, nanas CM, nanas tanpa mahkota. Nanas arnis memiliki keunggulan buah besar bisa mencapai 0.9 – 1.8 kg, daun mahkota relative kecil, mata buah datar sehingga memudahkan saat proses pengupasan kulit buah, rasa sangat manis dengan kadar gula berkisar 12 – 18 o brix, oleh karena itu dikenal dengan nanas air manis (nanas arnis). Nanas arnis merupakan produk unggulan di taman buah mekarsari yang merupakan salah satu pusat pelestarian keanekaragaman  hayati buah-buahan tropika terbesar di dunia, khusunya jenis buah-buahan unggul yang dikumpulkan dari seluruh daerah di Indonesia.
            Melon (Cucumis melo L.) merupakan buah yang sering dikonsumsi banyak orang selain buahnya yang enak juga memiliki banyak kandungan vitamin. Buah melon termasuk dalam suku labu-labuan atau cucurbitaceae, buah ini merupakan salah satu buah andalan mekarsari. Kemudian ada juga buah durian lahong (Durio dulcis), termasuk buah durian yang hanya dapat ditemukan di pulau Kalimantan, tersebar di seluruh wilayah Kalimantan hingga ke wilayah Sabah, Malaysia. Nama “Durian Lahung” dikenal di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, sedangkan di Kalimantan Barat lebih dikenal dengan nama “Tembranang”. Kulit durian ini duriannya berwarna merah kehitaman, apabila dipegang maka akan terasa bahwa durinya lebih tajam dan lancip serta panjang. Rasa agak berbeda dengan durian lainnya, tetapi tetap lezat untuk dinikmati. Cara pengupasannya pun berbeda dengan durian lainnya, yaitu cara membelahnya yaitu dengan cara melintang, setelah terbuka maka terlihatlah si buah yang kekuningan dengan aroma khas menggoda selera.
Hasil gambar untuk durian lahungHasil gambar untuk melon mekarsari

Selasa, 16 Oktober 2018

4 Proses Terbentuknya Tanah dan Jenisnya


4 Proses Terbentuknya Tanah dan Jenisnya
Hallo guys... Ketemu lagi nihh...
beda postingan tentu beda bahasan kan.. nih bahasan sekarang ini tentang pembentukan tanah dan jenisnya.. yuk baca dengan seksama yoyy

selamat membaca yoyy..


 
Tanah adalah bagian dari kerak bumi yang tersusun atas bahan organik dan mineral. Tanah merupakan bagian vital yang memiliki peran penting dalam semua kehidupan di bumi ini, hal ini disebabkan karena tanah sangat mendukung kehidupan tumbuhan serta menyediakan unsur hara dan air sekaligus sebagai penopang akar.
Proses terbentuknya tanah sangat berkaitan dengan faktor pembentuk tanah. Dimana faktor pembentuk tanah akan mempengaruhi jenis-jenis tanah yang dihasilkan seperti tanah gambut, tanah humus, tanah liat, tanah aluvial dan lainnya. Proses terbentuknya tanah ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun secara umum proses terbentuknya tanah terbagi menjadi 4 tahapan. 4 tahapan tersebut adalah proses pelapukan batuan, proses pelunakan struktur, proses tumbuhnya tumbuhan perintis dan yang terakhir adalah proses penyuburan. Berikut adalah penjelasan dari 4 tahapan proses terbentuknya tanah tersebut.
1. Proses Pelapukan Batuan
Pelapukan adalah peristiwa hancurnya massa batuan, baik itu secara fisik, kimia ataupun biologi. Pada proses pelapukan batuan ini membutuhkan waktu yang lama. Dimana setiap proses pelapukan pada umumnya dipengaruhi oleh cuaca sehingga batuan yang telah mengalami pelapukan akan berubah menjadi tanah. Berikut adalah 3 jenis proses pelapukan secara umum :
a. Pelapukan Fisik – adalah hancur dan lepasnya material batuan tanpa merubah struktur kimiawi dari batuan tersebut. Pelapukan kimia ini merupakan proses penghancuran bongkahan batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pelapukan fisik adalah :
  • Perbedaan Temperatur – Temperatur disini berpengaruh terhadap pelapukan fisik, dimana batuan akan mengalami proses pemuaian apabila temperatur panas dan akan mengalami pengecilan volume apabila temperatur dingin. Apabila hal ini berlangsung dalam jangka waktu yang lama maka lambat laun batuan tersebut akan terbelah dan pecah menjadi batuan-batuan kecil.
  • Erosi – erosi dapat mempengaruhi pelapukan karena air yang membeku diantara batuan volumenya akan membesar dan yang terjadi adalah air akan membuat tekanan yang dapat merusak struktur batuan.
b. Pelapukan Kimiawi – adalah proses pelapukan massa batuan dimana perubahan susunan kimiawai batuan lapuk ikut mengalami pelapukan. Proses pelapukan kimia dibagi menjadi 4, yaitu :
  • Hidrasi – Hidrasi adalah proses pelapukan batuan yang terjadi di permukaan batuan saja.
  • Hidrolisa – Hidrolisa adalah proses penguraian air atas unsur-unsurnya yang berubah menjadi ion positif dan denatif.
  • Oksidasi – Oksidasi adalah proses pengkaratan besi. Batuan yang mengalami proses oksidasi pada umumnya memiliki warna kecoklatan, hal ini disebabkan karena kandungan besi dalam batuan akan mengalami pengkaratan. Proses ini memerlukan waktu yang sangat lama akan tetapi batuan akan tetap mengalami pelapukan.
  • Karbonasi – adalah proses pelapukan batuan oleh gas karbondioksida. Dimana gas ini terdapat pada air hujan ketika masih menjadi uap air. Contoh batuan yang mengalami proses karbonasi adalah batuan kapur. 
Tidak hanya itu saja, pelapukan secara kimiawi juga disebabkan oleh hujan asam dimana hujan asam didapatkan dari kondensasi metana, sulfur dan klorida yang terbawa oleh hujan yang bersifat korosif.

c. Pelapukan Biologi – adalah pelapukan yang terjadi disebabkan oleh makhluk hidup. Pelapukan ini terjadi secara terus menerus setelah tanah terbentuk. Dimana pelapukan biologi ini merupakan pelapukan penyempurna
dari sifat-sifat tanah yang akan terbentuk.
2. Proses Pelunakan Struktur
Pada proses kali ini batuan rempahan yang terbentuk dari proses pelapukan akan mengalami pelunakan. Dimana air dan udara adalah 2 komponen yang memegang peran penting dalam proses ini. Air dan udara tersebut nantinya
akan masuk di sela-sela rempahan batuan untuk melunakkan strukturnya.
Selain dapat membantu dalam proses pelunakan struktur batuan sehingga dapat dijadikan sebagai tempat hidup, air dan udara juga akan mendorong calon makhluk hidup untuk dapat tumbuh di permukaan. Namun, perlu diingat bahwa organisme yang dapat berkembang dalam tahap proses ini hanya beberapa saja, contohnya adalah mikroba dan lumut. Proses pelunakan struktur batuan ini membutuhkan waktu yang lama seperti pada proses pelapukan.
3. Proses Tumbuhnya Tumbuhan Perintis
Setelah melewati proses pelunakan struktur batuan, maka akan dilanjutkan ke proses tumbuhnya keanekaragam tumbuhan perintis. Tumbuhan yang dimaksud disini adalah tumbuhan yang lebih besar dari lumut, sehingga akar-akar yang masuk di dalam batuan yang telah lunak akan membantu proses pemecahan batuan tersebut. Selain itu, asam humus yang mengalir dari permukaan batuan akan membuat batuan yang berada di bagian dalam melapuk dengan sempurna. Pada tahap inilah proses pelapukan secara biologi akan dimulai.
4. Proses Penyuburan
Proses ini adalah proses terakhir dari proses terbentuknya tanah. Pada tahap ini tanah yang terbentuk akan mengalami proses pengayaan bahan-bahan organik. Dimana tanah yang awalnya hanya mengandung mineral yang berasal dari proses pelapukan akan bertambah subur dengan adanya pelapukan organik. Pelapukan organik ini dapat berasal dari hewan ataupun tumbuhan yang mati dipermukaan tanah. Dalam hal ini mikroorganisme tanah memiliki peran penting dalam proses terbentuknya tanah.
Setelah melewati 4 tahapan tersebut maka tanah sudah terbentuk secara sumpurna. Sehingga tumbuhan dan hewan autotrof akan mencari makanannya dalam tanah.

Jenis Tanah
Setelah mengetahui proses terbentuknya tanah, berikut adalah beberapa jenis-jenis tanah yang tersebar di wilayah Indonesia :
  • Tanah Aluvial – atau sering disebut dengan tanah endapan adalah tanah yang terbentuk atas dasar material halus yang merupakan hasil dari endapan aliran sungai
  • Tanah Andosol – sering disebut juga sebagai tanah vulkanis, yang artinya adalah tanah yang berasal dari abu vulkanik yang telah mengalami proses pelapukan
  • Tanah Kapur – sering disebut juga sebagai tanah mediteran, yaitu tanah yang terbentuk dari batu kapur yang telah mengalami pelapukan
  • Tanah Regosol – adalah jenis tanah yang memiliki fisik yang kasar dan berasal dari material gunung berapi
  • Tanah Gambut – atau argonosol adalah jenis tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami pembusukan.
  • Tanah Litosol – atau azonal adalah tanah yang berasal dari batuan keras yang telah mengalami proses pelapukan secara sempurna
  • Tanah Latosol – adalah tanah yang memiliki zat besi dan alumunium, dimana tanah ini sangat tua sehingga tingkat kesuburannya menjadi rendah
  • Tanah Grumusol – atau margalith adalah jenis tanah yang terbentuk dari meterial halus dan berlempung
  • Tanah Humus – adalah jenis tanah yang terbentuk dari proses pelapukan tumbuhan sehingga tanah jenis ini mengandung banyak unsur hara dan mineral yang subur
  • Tanah Laterit – adalah jenis tanah yang berwarna seperti merah bata yang mengandung banyak zat besi dan alumnium

Pembahasan :
            Tanah merupakan bagian kerak bumi yang tersusun dari bahan organik dan mineral. Dan tanah ini merupakan bagian vital di muka bumi karena sebagai tempat makhluk tinggal dan berpijak. Proses pembentukan tanah pun terbagi menjadi 4 tahapan dimana tahapan tersebut antara lain meliputi proses pelapukan batuan, proses pelunakan struktur, proses tumbuhnya tumbuhan perintis, dan proses penyuburan.
            Pada proses pelapukan batuan ini terjadi penghancuran batuan baik secara kimia, fisik, dan maupun secara biologi. Prosesnya pun membutuhkan waktu yang sangat lama. Ada 3 jenis proses pelapukan secara umum yaitu pelapukan fisik, pelapukan kimia, pelapukan biologi. Pada proses pelapukan fisik terjadi hancurnya dan lepasnya material bebatuan tanpa merubah struktur kimiawi pada batuan tersebut. Proses pelapukan ini memiliki beberapa factor yang menyebabkan terjadinya pelapukan fisik, yang pertama karena perbedaan temperatur dimana bebatuan akan mengalami proses pemuaian apabila temperature panas atau akan mengalami pengecilan volume apabila temperature dingin. Yang kedua karena erosi, dapat mempengaruhi pelapukan karena air yang membeku diantara bebatuan volumenya akan membesar dan yang terjadi adalah air yang akan membuat tekanan yang dapat merusak struktur batuam.
            Kemudian pada pelapukan kimia dimana proses pelapukan masa batuan terjadi perubahan susunan kimiawi batuan, yaitu terjadinya hidrasi (pelapukan terjadi dipermukaan batu saja), kemudian secara hidrolisa (penguraian air atau unsur-unsurnya yang berubah menjadi ion positif dan negatif), secara oksidasi (proses pengkaratan besi), dan yang terakhir secara karbonasi (pelapukan batuan oleh gas karbondioksida).
            Pada proses pelapukan struktur pada proses ini batuan rempahan yang terbentuk dari proses pelapukan akan mengalami pelunakan. Air dan udara adalah 2 komponen yang memegang peran penting dalam proses ini. Air dan udara juga mendorong calon makhluk hidup untuk dapat tumbuh dipermukaan.
            Pada proses tumbuhnya tumbuhan perintis, tumbuhan yang dimaksud adalah tumbuhan yang lebih besar dari lumut, sehingga akar-akar akan masuk ke dalam batuan yang telah lunak dan akan membantu proses pemecahan batuan tersebut. Selain itu, asam humus yang mengalir dari permukaan batuan akan memudahkan proses pelapukan.

            Proses penyuburan, tanah yang terbentuk akan mengalami proses pengayaan bahan-bahan organik. Dimana tanah yang awalnya mengandung air mineral yang berasal dari proses pelapukan akan bertambah subur dengan adanya pelapukan organik. Jenis-jenis tanah yang tersebar di Indonesia antara lain tanah aluvial, tanah andosol, tanah kapur, tanah regosol, tanah gambut, tanah litosol, tanah latosol.

Gimana gengss.?? 
Kalo ada saran komen di kolom komentar aja ya gengs... Hatur nuhun

"Brotokol" Teknologi Pengusir Hama Tikus

Resume "Brotokol Teknologi Pengusir Hama Tikus"

Penulis : Gangsar Lukmanjaya, Fitri Diah Kusuma, Heni Susanti

Halloooo..... semua ketemu lagi nih.
untuk postingan kali ini saya akan meresume salah satu jurnal yaitu judul jurnalnya "Brotokol Pengusir Hama Tikus Ramah Lingkungan Penopang Pertanian". Nah kalian tau hama gak sih? masa gak tau. Hama itu adalah organisme pengganggu yang dianggap merugikan dan tak diinginkan bagi tanaman maupun manusia. Berarti, kalau kalian merusak tanaman kalian juga termasuk hama, hama raksasa...
Yaudah tak usah basa basi lagi, yuk baca dengan seksama resume ini nih,

selamat membaca yoy..

Tikus adalah hama penyebab kerusakan dan kehilangan produksi jagung di Indonesia. Banyak alat dan racun serangga yang digunakan untuk tikus. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan "brotokol" yang merupakan perpaduan antara brotowali dan jengkol brotowali (Tinospora crispa) dan merupakan tumbuhan yang mempunyai senyawa kimia antara lain zat pahit pikroretin-barberin, hijau daun (chlorofil), alkoloid, dan senyawa tinokrisposid. Diseluruh bagian tanaman, dari akar, batang, sampai daun yaitu berkhasiat sebagai obat. Pada brotokol ini yang diambil adalah bagian batangnya, sebagai senyawa kimia kimia pahit (prikoretin dan alkoloid berberina) berfungsi untuk penghalau tikus. Brotokol ini dibuat dalam berbentuk cair berfungsi sebagai pengganti racun tikus yang alami. Sehingga aman digunakan baik itu untuk lingkungan (tanah, udara, dan perairan) maupun penggunanya. dari segi ekonomi brotokol juga mempunyai kelebihan yaitu bahan-bahan banyak terdapat di lingkungan sekitar dengan harga yang sangat terjangkau serta dapat dibuat sendiri. Cara pembuatannya cukup mudah, hanya dengan merendam jengkol kemudian menghaluskannya bersama brotowali lalu diberi air secukupnya. Setelah itu dengan alat penyemprot brotokol disemprotkan ke tanaman jagung.

Tanaman jagung yang terserang tikus biasanya ditanam pada lahan setelah ditanam pada lahan setelah ditanami padi. tikus tersebut adalah dari spesies Rattus argaentiventur. Tikus mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap cahaya. meski indera penglihatannya (vision) kurang berfungsi dengan baik. sedangkan indera penciuman tikus berfungsi dengan baik. Hal ini ditunjukan oleh aktivitas tikus menggerak-gerakan kepala dan mengendus pada saat mencium bau pakan, tikus lain, dan musuhnya. Maka dengan dengan diberikannya brotokol pada tanaman jagung, tikus tidak akan menyerang karena tikus mencium aroma yang tak sedap untuk tikus atau tercium aroma pahit yang tikus tidak suka. Dengan terciptanya brotokol maka terdapat sebuah terobosan baru dalam pembasmian hama tikus yang efektif, murah, mudah, dan ramah lingkungan sehingga dapat mencegah kegagalan panen petani.




Cara pembuatan brotokol (brotowali dan jengkol)
1. Alat
adapaun alat-alat yang dibutuhkan antara lain :
a. alat semprot pertanian (1 buah)
b. alalt potong/pisau (1 buah)
c. penumbuk/penghalus/blender (2 buah)
d. penyaring (2 buah)

2. Bahan
Bahan-bahan yag dibutuhkan antara lain :
a. air 168liter/hektar
b. batang brotowali (berbintil-bintil) 7 kg/ha
c. Jengkol 7kg/ha

3. Cara Pembuatan :
a. Potonglah bahan brotowali yang sudah dibersihkan. kemudian ditumbuk/diblender dan tambahkan air secukupnya.
b. kupas jengkol dengan pisau kemudian iris jengkol yang sudah dibuang kulitnya kemudian direndam selama 2 hari.
c. lalu setelah 2 hari direndam kemudian dihaluskan ditambahkan air secukupnya.
d. setelah semua dihaluskan (brotowali dan jengkol) kemudian diambil airnya dengan menggunakan saringan.
e. hasil air ssaringan tadi kemudian diaduk secara merata, setelah itu dimasukan kedalam alat penyemprotan.

Terima Kasih.. semoga ini bermanfaat. jika ada saran dan masukan dari teman-teman saya nanti ya
sampai jumpa lagi dipostingan berikutnya....

Kenapa Harus Partenokarpi

Mengapa harus ada partenokarpi? Dan apa itu partenokarpi?               Istilah partenokarpi ini sebenarnya pertama kali diperke...