Holla… Pemirsa. Kuy kuy
kali ini kita bisa jumpa lagi seputar sharing dunia pertanian ya.
Then, kali ini saya
akan berbagi lagi pengalaman dalam hal mendapat ilmu tentang perbenihan saat
berkunjung ke PT. East West Seed Indonesia di Purwakarta, kunjungan ini
sebenarnya dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 24 Januari 2019. Tapi mon map nih
baru bisa di share sekarang, maklum kita lagi ujian, ujiannya ujian hidup wkwk
Kuy lahh mau lanjut ke
cerita aja nih?
Once upon a time, kita
disuruh kumpul di kampus set 6, tapi kalian tau kan jam set 6 nya orang Indonesia
itu jam berapa? Ya, jam 7. Kendalanya adalah konsumsi yang kita pesan telat. Dan
membuat, perjalanan kita terganggu. Tapi karena janjinya kita harus sampai
disana pukul 09.00, tapi kita sampai disana sekitar pukul 09.45 WIB.
Kemudian saat
diperjalanan pun kami berbagi canda tawa, karena saking seringnya kami tertawa
sampai-sampai teman kami ada yang muntah.. dan tidur...
And finally kita sampai
di PT. East West dan persiapan membawa buku kecil untuk mencatat semua kegiatan
dan ilmu yang ada disana, kemudian kami disambut oleh petugas dan diberi
pengarahan selama berada di PT. East West.
Arahan yang diberikan
berupa :
-
Berjalan harus mengikuti garis kuning
-
Dilarang mengambil gambar di dalam area
pabrik pengolahan
-
Dilarang membawa senjata tajam
-
Dilarang menyentuh barang tanpa izin
petugas
Kemudian kami masuk ke
area pengolahan yang dipandu oleh Bapak Sumarno
Di area pengolahan ini
terdapat 3 sekmen :
1.
Processing
2.
Ware House
3.
Packing
Nahh kita bahas… pertama benih dari petani diterima oleh
perusahaan, kemudian dilakukan fumigasi dan disimpan dalam gudang dalam keadaan kontrol. Setelah benih yang disimpan kembali ke processing dulu untuk sortasi
dimana benih dibedakan dari segi ukuran, bentuk, pembersihan kotoran, benih
hampa, sampai ke mutu benih. Alat sortasi ini dinamakan air screen cleaner, gravity separator, dan brushing
machine. Kapasitas alat yang digunakan berkisar sekitar 3 ton per jam dalam
melakukan sortasi benih yaitu 24 ton dalam 8 jam.
Nah pasti ada
pertanyaan… bagaimana dengan benih yang tidak lolos seleksi?
Jawabannya… cari tau
aja sendiri! Becanda le. Nah benih yang tidak lolos seleksi ini, benih akan
dipilih oleh QC (Quality Control) dan
benih yang lolos akan maju ke babak selanjutnya wkwkwk.. maksudnya tahap
selanjutnya pemirsa, dan benih yang tidak lolos seleksi akan dihancurkan.
Next, benih yang lolos
seleksi masuk ke tahap penurunan kadar air, yang lokasinya di Fast Drying.
Fungsi fast drying ini yaitu menurunkan kadar air sampai 10% menurut ISTA dan
menurut Hybrid sekitar 7%. Waktu beroperasi drying ini? Ya tergantung kondisi
KA benihnya, maka semakin tinggi kadar air akan semakin lama juga penurunan
kadar airnya.
Selanjutnya dari proses
penurunan kadar air, masuk ke tempat penyimpan (ware house), temperatur di tempat
penyimpanan ini berkisar 5 ͦ C. dan waktu itu kita seperti sedang ada di kutub
bre. Jika ada kenaikan temperature di ruang penyimpanan ini akan warning, hal
ini dikarenakan jika suhu meningkat ditakutkan benih yang disimpan akan rusak
karena kadar airnya bisa naik.
Tahapan selanjutnya kita diperkenalkan ke tahapan
Packing, dimana benih yang sudah siap atau lolos yang terbaik dari yang
terbaik, masuk ke pengemasan agar siap untuk dipasarkan. Tapi di packing ini
ada yang menarik nih, yaitu adanya Coating
atau pelapisan
benih yang dijelaskan oleh Pak Erik Santoso.
Apa itu
coating?
Nih dijelasin oleh ahlinya… coating
adalah pelapisan benih dengan beberapa bahan seperti pestisida, unsur hara yang
direkatkan oleh bahan pengikat dalam meningkatkan performa benih, dan bentuk
asli benih tidak berubah (Copeland dan McDonald, 2001).
Kemudian saya bertanya ke Pak Erik
ini, “Pak apakah benih bayam yang kecil itu bisa di coating? Jika bisa jadi
mahal harganya?”
Kata pak Erik, coating ini biasanya
berlaku untuk benih-benih besar dan harga jual benihnya tinggi serta tergantung
permintaan konsumen, jadi untuk pihak East West sendiri belum pernah melakukan
coating pada benih bayam, dikarenakan permintaan pasarnya pun tidak ada.
Setelah melalui proses coatig benih
akan masuk pada proses packing, dimana pada area ini benih dikemas dalam
kemasan yang beragam, mulai dari kemasan 100 gram hingga kemasan 1 kg. kemudian
range warna memiliki warna khusus dalam coating tersebut, range warna ini
menjadi ciri khusus dari coatingnya PT. East West sehingga tidak bisa ditiru
oleh yang lain. Dan perlu diingat lagi kalo coating ini hanya dilakukan sesuai
dengan permintaan pasar atau petani. Nah jika kita teliti lagi dikemasan benih
East West jumlah benih yang ada di dalam kemasan lebih diukur dengan penggunaan
jumlah biji dibanding dengan hitungan gram, hal ini dikarenakan untuk
memudahkan petani dalam penghitungan konversi ke lahan.
Pemirsa….. setelah kita kita selesai
di area pengolahan, akhirnya kita keluar dan mencari udara sisa-sisa kehidupan.
Kami kemudian berfoto terlebih dahulu, dan melanjutkan wisata disekitaran
EWINDO yaitu menuju Taman Urban Farming, di taman ini kita bersantai dan
keliling mencari spot yang bagus serta berburu oleh-oleh dari toko di taman
urban farming.
Dan pada sesi ini pula kami saling
bertukar cinderamata. Dan kami harus pulang sekitar pukul 12 dan kembali ke
Jakarta lebih awal dikarenakan takutnya macet kalau pulang kesorean
.
Dan pemirsa beginilah karena kami
tidak bisa makan siang saat kunjungan, kami baru bisa makan siang di bus.
And, well… itu lah sepotong episode
yang bisa saya ceritakan, maaf kalau hanya sepotong karena kalau semua
diceritakan takutnya kalian males baca nya wkwkwk…
Dan maaf juga kalo saya tidak bisa
memberikan gambar pada saat di area pengolahan, kembali ke aturan awal. Karena saat
di dalam area pengolahan, kami tidak diperkenankan mengambil gambar.
Hadeuhh…. Sekian dulu sharing ilmu hari ini, dan sampai
jumpa di postingan berikutnya ya para penggemar




















