Selasa, 29 Januari 2019

Balai Penelitian Tanah


Hallo teman teman semua ketemu lagi kita, gimana kabarnya nih? Baik-baik aja kan? Gak galau juga kan?
Ada cerita dan Ilmu baru nihh
Saya habis kunjungan ke Balai Penelitian Tanah yang dilaksanakan pada hari Jumat, 18 Januari 2019 kemarin nih
Jadi kunjungan ini dari mata kuliah Pengantar Ilmu Tanah, tujuannya dilakukan kunjungan ini agar kami yang mengambil mata kuliah tersebut dapat lebih mengerti tanah dalam dunia pertanian dan paham juga apa yang dilakukan para laboran untuk perlakuannya terhadap tanah…

Next step… baca selengkapnya ya manteman...

Kami semua agroekoteknologi 2017 pada hari Jumat. 18 Januari 2019 melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanah yang terletak didaerah Cimanggu, Bogor. Titik kumpul kami ini tentunya di Stasiun Bogor lah pukul 08.00 WIB. Setelah semua sudah berkumpul dan dosen pun sudah datang, kami melanjutkan perjalan ke Balai Penelitian Tanah menggunakan angkutan kota atau bahasa gaulnya Angcot *eh angkot, perjalanan membutuhkan waktu ±20 menitan lah.

Setelah kami sampai di Balai Penelitian Tanah, begitu sampai kami disambut dengan hangat oleh siswa yang sedang magang. Sebelum melakukan tour ke lab-lab yang ada di Balai Tanah, kami dipersilahkan masuk ke ruang rapat untuk diperkenalkan secara singkat Balai Penelitian Tanah oleh ibu Ros . Balai Penelitian Tanah itu berkecimpung terkait dengan penelitian :
Ø  Kesuburan, disini balai tanah meneliti seberapa baik dan bagusnya tanah yang akan kita gunakan untuk pertanian
Ø  Biologi, disini balai tanah meneliti seberapa banyak mikroorganisme yang hidup di dalam tanah tersebut, yang nantinya akan menentukan kesuburan tanah
Ø  Konservasi,dimana balai tanah melakukan eksplor dan penelitian tanah yang ada diseluruh Indonesia
Setelah berbincang secara singkat tentang Balai Tanah, kami langsung diajak menjelajahi lab-lab yang ada di sana nih 

Lab pertama yang kami kunjungi adalah Lab Kimia Tanah
Di lab ini kami dipandu khusus oleh ibu Leli, beliau menjelaskan Lab kimia yang ada di Balai Tanah. Laboratorium Kimia Tanah meneliti kandungan dan kesuburan tanah, kesehatan tanaman, kandungan pupuk, serta penanganan air irigasi terhadap lahan. Lab ini mampu menganalisis sebanyak 600-700 contoh tanah; 400-500 contoh tanaman; dan 80-120 contoh pupuk tiap bulan. Analisis meliputi unsur hara makro, mikro, dan kemasaman tanah. Laboratorium kimia ini telah terakreditasi sebagai Laboratorium Penguji berdasarkan SNI 19-17025-2000 yang dikeluarkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), Badan Standardisasi Nasional.
Di lab kimia tanah ini ada beberapa ruang yang memiliki fungsinya masing-masing, diantaranya :
Ø  Ruang Tumpuk tanah : ruangan ini digunakan untuk ruang penyimpanan tanah yang akan digunakan sebagai sampel penelitian
Ø  Ruang Timbang : ruangan ini digunakan untuk menimbang tanah yang akan digunakan sebagai sampel penelitian
Ø  Ruang Ekstraksi : ruangan ini digunakan untuk mengekstrak tanah yang nantinya akan digunakan untuk meneliti kandungan yang terdapat didalam tanah tersebut
Setelah kita selesai dan mendapatkan banyak ilmu baru di lab kimia tanah, kami pun melanjutkan keliling kami ke lab selanjutnya nih

Lab kedua yang kami datangi adalah Lab Fisika Tanah
Pada lab kali ini kami dipandu khusus oleh bapak Arif.
Laboratorium fisika tanah mampu menganalisis sebanyak 150-200 contoh tanah. Analisis meliputi berat jenis, ruang pori total, kadar air pada berbagai tegangan (pF), tekstur, permeabilitas, nilai Atterberg dan kandungan air optimum untuk pengolahan tanah, indeks stabilitas agregat, laju perkolasi, dan coefficient of linear extensibility (COLE).
Jika di alam ada tekanan dan panas, di lab dikondisikan dengan tekanan tertentu yaitu pF 1, 2, 2.54 dan 4.2. pF 2.54 disebut juga dengan kadar air lapang (sesuai dengan kadar air lapang). Untuk tekana 4.2 disebut dengan TLP (Titik Layu Permanen), yaitu kondisi dimana tanaman hidup enggan matipun segan :D *mungkin kalau dimanusia mah galau ya gengss ups:D*. Untuk kondisi tersebut sangat dihindari untuk tanaman ya gengs, makanya harus ada pengecekan di lab guna mengetahui seberapa besar TLP nya sehingga kita dapat lakukan penyiraman sebelum pada titik tersebut.
Automatic Surface Area & Porosize Analyzer (sorpmatic) adalah alat yang digunakan untuk penetapan luas permukaan dan ukuran pori  bahan padat (tanah, tepung, dan bahan padatan lain), dapat membedakan besar butir berukuran nano dan µm. Mampu mengukur jumlah dan ukuran pori dari < 0,2 µ - > 296µ. Alat ini sebenarnya kebanyakan digunakan untuk kosmetik loh gengs, sampel bedak atau kosmetik dicek untuk menghindari sampel tersebut lebih kecil dari pori tubuh kita, karena jika lebih kecil dari tubuh kita kosmetik tersebut akan masuk ke tubuh kita dan dapat menyebabkan kanker. Karena Balai Tanah bekerja dengan tanah, maka alat ini digunakan untuk mengukur pori tanah. Berapa sih ukuran sebaran pori tanah, dan dalam kesuburan mana yang ingin dimasukkan, atau dalam kesuburan biasanya ada KTK mana yang harus diperbaiki, pori mikro, pori meso atau pori makro. Jika kita sudah mengetahui pori tanah tersebut makan akan memudahkan kita sebagai petani untuk mengaplikasikan pupuk mana yang baik dan tepat untuk digunakan tanah tersebut pemirsa. Ternyata alat ini dapat juga dapat melihat jika jenis tanah tersebut banyak mengandung bahan organik, maka pori tanah tersbut lebih besar,dan jika sudah teroksidasi dengan peroksida itu porinya lebih kecil pemirsa.
Di Lab ini ternyata ada alat yang cukup mengerikan loh kalau dibuka saat alat tersebut bekerja. Kenapa mengerikan? Ternyata alat ini memiliki suhu dan tekanan sampai 1000°C, karena jika tekanan tinggi maka alat ini akan menarik dan merusak tubuh kita, makanya jika alat ini sedang beroperasi tidak boleh dibuka tutup sama sekali untuk menjaga keselamatan kerja. Nama alat ini adalah Tanor, cukup mengerikan ya alatnya kirain namanya Thanos ehh ternyata bukan.

Lab ketiga yang kami kunjungi adalah Lab Mineralogi Tanah
Di Lab ini kami dipandu oleh pak Yace sebagai koordinator mineral pasir tanah, dan pak Tio dan bu Titi sebagai koordinator mineral liat tanah.
Di Lab ini terbagi menjadi 2 jenis mineral pada tanah, yaitu mineral pasir (primer) dan mineral liat (sekunder). Kalau mineral pasir menggunakan alat mikroskop, sedangkan mineral liat menggunakan alat X-ray.
Ø  Mineral pasir menggunakan sampel tanah batuan juga bisa, dimana tanah diproses, ada pencucian, desdruksi, penyaringan, lalu berupa pasir. Setelah jadi mineral pasir lalu diimprementasi dengan menggunakan kaca preparat, mineral pasir ditaruh dipreparat yang kemudian diteteskan nitrobenzoal untuk memudahkan melihat kandungan mineral di mikroskop. Selanjutnya diorientasi yang berguna untuk mengetahui jenis – jenis mineral yang terkandung di dalam tanah tersebut.

Sebelum diamati kandungan mineral tanah, biasanya tanah akan melewati beberapa tahapan, seperti direndam atau dicuci, jika yang akan digunakan pasir, maka tanah dicuci hingga litanya hilang dan yang tersisa hanya pasirnya saja. Yang selanjutnya akan didestruksi yang bertujuan untuk menghilangkan bahan-bahan organik, bahan organik harus dihilangkan karena akan mempengaruhi dipengamatan dimikroskop sehingga tidak bisa diamati. Baik pasir maupun liat keduanya akan melewati tahapan destruksi.

Ø  Preparasi dalam pembuatan mineral liat, suspensinya ditetesi pada keramik khusus yang kemudian akan divakum, sehingga litany akan turun. Kemudian akan dicek kandungan mineralnya menggunakan alat X-ray.
Setelah cukup puas dengan ilmu baru yang didapatkan pada lab ini, kami malnjutkan penjelajahan ke lab terakhir nih.

Lab terakhir yang kami datangi adalah Lab Biologi Tanah
Pada lab ini kami dipandu oleh bu Elsanti
Laboratorium Biologi Tanah memiliki lab pengujian mutu pupuk, tanah maupun air, ada lab penelitian
Jumlah dan populasi:
- Cacing Tanah, nematode, bakteri (bakteria aerob, heterorof, bakteri anaerob, Rhizobium/Bradyrhizobium, Azospirillium, Azotobacter, Pseudomonas, Bacillius, Lactobacillus, E.coli, Salmonella sp, bakteri penambat N, bakteri pelarut P, bakteri selulolitik, bakteri kitinolik, bakteri lipolitik, dan bakteri proteolitik).
Fungi:
- Total Fungi, mikroriza, Trichoderma, Aspergillus, Saccharomyces, fungi pelarut P, fungi selulolitik, fungi kitinolitik, fungi lipolitik, fungi proteolitik, dan fungi lignolitik. Aktinomiset: total Actinomycetes dan
Aktifitas Mikroba:
- Reduksi asetilen, aktivitas enzim (dehidrogenasi, B-glucosidase, amylase, selulase, fosfatase, kitinase, lipase). Kandungan hormone IAA, resoirasitanah. Uji patogenisitas pupuk pada tanaman.

Itulah kunjungan terakhir kami di Balai Tanah nih temen temen, kami merasa sangat gembira dan lumayan dengan ilmu baru yang telah kami dapatkan di Balai Tanah ini. Sangat bermanfaat untuk kami calon petani masa depan yang akan memajukan Pertanian Indonesia. Tapi lain waktu kalo ada kesempatan lagi pengen sih bisa kunjungan lagi kesana nih
Nah sebelum pulang kita shalat jum’at terlebih dahulu, sebelum kembali ke kampus. Karena perjuangan belum selesai, Kenapa?... hhmmm kenapa ya? Ada KUIS COYYY
Sekian dulu pemirsa untuk cerita perjalan dan ilmu yang dapat saya bagikan dengan kalian untuk kali ini, semoga bermanfaat untuk kalian semua yang membacanya. Sampai berjumpa kembali di postingan selanjutnya.
Jangan Subscribe ya… ehhh like loh, komen juga sih wkwkwk
 

Kenapa Harus Partenokarpi

Mengapa harus ada partenokarpi? Dan apa itu partenokarpi?               Istilah partenokarpi ini sebenarnya pertama kali diperke...