Sabtu, 23 Desember 2017

Klasifikasi Iklim II



PENGERTIAN KLASIFIKASI IKLIM
¢  Pengklasifikasian iklim di Indonesia sejak 1950
¢  Barry dan Chorley (2010): klasifikasi iklim membahas hubungan antara iklim dengan vegetasi atau iklim dengan tanah selain hubungannya dengan manusia.
¢  Koesmaryono dan Handoko (1988): ada tiga hal yang terkait dengan sistem pengklasifikasian iklim:
            Kebutuhan keilmuan, kebutuhan pendidikan dan kebutuhan filosofis
¢  Pembuatan klasifikasi iklim didasarkan atas karakteristik yang sama dari unsur iklim yang menjadi dasar pembuatan iklim tersebut (suhu, curah hujan atau kelembaban).
MACAM-MACAM KLASIFIKASI IKLIM
¢  Klasifikasi iklim didasarkan pada keadaan unsur-unsur iklim sebagai pengendali representasi dari kondisi geografi wilayah.
¢  Barry dan Chorley (1976) dibedakan menjadi 2 kelompok:
            1.  Klasifikasi iklim secara genetik (aliran massa udara, zona-zona angin, perbedaan penerimaan radiasi matahari, benua dan lautan).
            2. Klasifikasi iklim secara empirik (data-data pengamatan unsur iklim secara teratur).
Klasifikasi iklim secara genetic
¢  Didasarkan pada faktor-faktor iklim penyebab seperti aliran massa udara, zona-zona angin, benua dan lautan, dan perbedaan penerimaan radiasi surya umumnya menghasilkan klasifikasi untuk daerah yang luas tetapi kurang teliti.
      Contoh:
  Klasifikasi iklim menurut daerah penerimaan radiasi surya
  Klasifikasi iklim berdasarkan sirkulasi udara
Sistem klasifikasi iklim koppen
¢  Didasarkan pada hubungan antara iklim (suhu dan hujan rata-rata) dengan pertumbuhan.
¢  Menurut Koppen vegetasi yang hidup secara alami menggambarkan iklim tempat tumbuhnya.
¢  Oleh karena itu batas-batas klasifikasi iklim Koppen berkaitan dengan batas-batas penyebaran vegetasi.

Sistem klasifikasi iklim koppen
¢  Klasifikasi iklim Koppen disusun berdasarkan lambang dan simbol tipe iklim yang menunjukkan sifat dan corak masing-masing tipe tanda, yang terdiri dari kombinasi huruf yaitu:
   huruf pertama (huruf besar): Tipe utama
   huruf kedua (huruf kecil): pengaruh hujan
   huruf ketiga (huruf kecil): suhu udara
   huruf keempat (huruf kecil): sifat-sifat khusus
¢   Menurut Klasifikasi Iklim Koppen, secara umum apabila dalam perumusannya telah sampai pada kombinasi dua huruf maka telah dianggap cukup untuk mencirikan iklim suatu daerah secara umum
¢  Koppen memperkenalkan lima golongan utama iklim di permukaan bumi berdasarkan kelompok vegetasi dan geografi yang diberi simbol huruf besar:
  1.  Tipe A (Iklim hujan tropik)
  2.  Tipe B (Iklim kering)
  3.  Tipe C (Iklim sedang berhujan)
  4.  Tipe D (Iklim hujan dingin)
  5.  Tipe E (Iklim kutub)

¢  Pengaruh hujan digambarkan sebagai huruf kedua yang terdiri atas:
      f (selalu basah, hujan setiap bulan > 60 mm)
      s (bulan-bulan kering jatuh pada musim panas)
      S (semi arid (steppa atau padang rumput)
      w (bulan-bulan kering jatuh pada musim dingin (winter)
      W (arid/padang pasir)
      m (khusus untuk kelompok tipe A digunakan lambang m (monsoon) yang berarti musim kemaraunya pendek, tetapi curah hujan tahunan cukup tinggi sehingga tanah cukup lembab dengan vegetasi hujan hutan tropik.
      F (daerah tertutup es abadi)

¢  Selanjutnya pengaruh suhu dilambangkan sebagai huruf ketiga yang terdiri atas:
      a (suhu rata-rata dari bulan terpanas > 22.2 oC)
      b (suhu rata-rata dari bulan terpanas <22.2 oC dan paling sedikit empat bulan sehunya > 10 oC)
      c (hanya 1-4 bulan suhunya > 10 oC dan suhu bulan terdingin > -38 oC.)
      d (suhu bulan terdingin < 38 oC)
      e (suhu rata-rata tahunan < 18 oC)
      i (perbedaan suhu antara bulan terpanas dan terdingin < 5 oC)
      k (suhu rata-rata tahunan < 18 oC dengan suhu bulan terpanas 18 oC)
      l (suhu semua bulan antara 10-22 oC)


¢  Berdasarkan dua kombinasi huruf pertama maka ada 12 tipe iklim menurut klasifikasi iklim Koppen:
      1. Daerah iklim hujan tropik        : Af, Aw dan Am
      2. Daerah iklim kering                     : BS, BW
      3. Daerah iklim sedang berhujan : CF, Cs dan Cw
      4. Daerah iklim hujan dingin       : Ew, EF

      Sistem klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson
      Sistem klasifkiasi ini sangat terkenal di Indonesia
      Banyak digunakan dalam bidang kehutanan dan perkebunan
      Penentuan tipe iklim menurut klasifikasi ini hanya memperhatikan unsur iklim curah hujan (CH) dan memerlukan data hujan bulanan paling sedikit 10 tahun. Kriteria yang digunakan adalah penentuan bulan kering, bulan lembab dan bulan basah pada masing-masing bulan setiap tahun. Kriterianya sebagai berikut:
      Bulan kering (BK)  : bulan dengan hujan < 60 mm
      Bulan lembab (BL) : bulan dengan hujan antara 60 – 100 mm
      Bulan basah (BB)   : bulan dengan hujan > 100 mm
      Schmidt-Ferguson menentukan jumlah BK, BL, dan BB tahun demi tahun selama periode pengamatan, kemudian dijumlahkan dan dirata-ratakan.





Tipe Iklim
Karakteristik
A
B
C
D
E
F
G
H
Daerah sangat basah dengan vegetasi hutan hujan tropis
Daerah basah dengan hutan hujan tropis
Daerah agak basah dengan vegetasi hutan rimba dan gugur pada musim kemarau
Daerah sedang dengan vegetasi hutan musim
Daerah agak kering dengan vegetasi hutan sabana
Daerah kering dengan vegetasi hutan sabana
Daerah sangat kering dengan vegetasi  ilalang
Daerah ekstrim dengan vegetasi padang ilalang

Sistem klasifikasi iklim oldeman
¢  Klasifikasi ini tergolong klasifikasi yang baru di Indonesia.
¢  Berguna dalam klasifikasi lahan pertanian tanaman pangan di Indonesia.
¢  Oldeman telah membuat sistem baru dalam klasifikasi iklim yang dihubungkan dengan pertanian menggunakan unsur iklim curah hujan.
¢  Kriteria yang digunakan dalam klasifikasi ini didasarkan pada:
   Bulan Kering (BK): bulan dengan CH<100 mm
   Bulan Lembab (BL): bulan dengan CH 100–200 mm
   Bulan Basah (BB): bulan dengan CH>200 mm


Pembagian tipe iklim dan subdivisinya
Tipe utama
Kriteria
Bulan basah
A
B
C
D
E
>9
7-9
5-6
3-4
<3
Sub divisi
Kriteria
Bulan kering
1
2
3
4
<2
2-3
4-6
>6

TEKANAN UDARA, ANGIN, dan KELEMBABAN



APAKAH TEKANAN UDARA?
v  Tekanan adalah gaya berat kolom udara dari permukaan bumi sampai puncak atmosfer per satuan luas.
v  Gaya ini ditimbulkan oleh percepatan ke bawah berupa gravitasi (g) dan massa udara (m).
v  Tekanan udara di atmosfer berbeda menurut ketinggian tempat (altitude) dan lintang (latitude).
v  Tekanan udara merupakan pengendali kecepatan angin, suhu dan kelembaban udara sedangkan angin merupakan pengendali langsung penguapan.
SISTEM SATUAN
v  Dalam sistem thermodinamika dikenal ada empat besaran dasar: panjang, massa, waktu dan suhu.
Satuan Dasar Sistem Internasional
Sifat
Nama
Lambang
Panjang
Massa
Waktu
Suhu Thermodinamika
Meter
Kilogram
Detik
Kelvin
M
Kg
S
K

APA YANG DIMAKSUD DENGAN PERSAMAAN HIDROSTATISTIKA?
v  Persamaan hidrostatistika adalah hubungan antara perubahan tekanan (dp) dengan perubahan ketebalan lapisan udara (dz).
v  Hukum yang berhubungan dengan gas
  1.             Hukum Charles (P/T = C, kenaikan suhu menyebabkan kenaikan tekanan (ruang tertutup)
  2.  Hukum Boyle (P V = K, pada suhu tetap, tekanan udara berkurang akibat naiknya massa udara yang menyebabkan udara akan mengembang sehingga volumenya bertambah.
PENYEBARAN TEKANAN UDARA:
v  Variasi tekanan secara horisontal lebih kecil dibandingkan variasi secara vertikal.
v  Variasi secara horosontal terjadi karena bidang isobar bukan merupakan suatu bidang yang datar.
ANGIN
KECEPATAN DAN ARAH ANGIN
Ø  Angin adalah perpindahan udara dari wilayah yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah.
Ø  Angin merupakan gerakan udara atau massa udara yang terjadi di atmosfer dalam arah vertikal maupun horisontal.
Ø  Kecepatan vertikal jauh lebih kecil dibandingkan dengan kecepatan horisontalnya, maka dalam klimatologi kecepatan angin hanya arah horisontal saja.
Ø  Fungsi angin sebagai transfer panas dari daerah panas tropik ke daerah dingin lintang tinggi.
Ø  Kecepatan angin berhembus ditentukan dengan skala m s-1 atau km jam-1. Keepatan angin 1 m s-1 adalah kecepatan udara yang bergerak dengan kecepatan 3.6 km jam-1.
Ø  Kecepatan angin standar merupakan kecepatan angin yang ditetapkan berdasarkan standar Beaufort.

ANGIN MUSON DAN ANGIN PASAT
Ø   Arah angin terjadi karena adanya perbedaan suhu dan tekanan udara antara daratan dan lautan.
Ø  Indonesia pergantian musim mempengaruhi arah angin muson dan curah hujan.
Ø  Angin muson di Indonesia terjadi menurut musim, musim barat jika angin bertiup dari barat.
Ø  Angin pasat dapat berhimpit dengan angin muson dan dapat pula berlawanan dengan angin muson. Angin pasat timur laut dan angin barat khatulistiwa adalah angin pasat yang jelas berhimbit dengan angin muson pada keadaan musim penghujan di Indonesia.
ANGIN LOKAL DI INDONESIA
  1. Angin Bohorok, angin jatuh yang kering dan panas terjadi di Sumatera Utara. Diberi nama angin Bohorok karena angin tersebut turun dari bukit barisan menuju tanah batak. Yang mirim dengan angin Fohn.
  2. Angin Jatuh Muson Tenggara, angin jatuh dingin di Indonesia yang terjadi di Ujung Pandang, Jawa Tengah, Bromo.
  3. Angin Darat dan Angin laut, keduanya terjadi sepanjang tahun.

ANGIN LOKAL YANG ADA DI LUAR INDONESIA
1. Angin Bora, angin jatuh yang dingin. Tipe angin dingin di pantai Timur laut Adriatik.
            Bora disebabkan oleh dua hal:
            a. gunung sebagai sumber antisiklon tidak terlalu tinggi sehingga kenaikan suhu saat angin tersebut jatuh sangat kecil.
            b. suhu udara di wilayah pantai yang menjadi arah angin tersebut relatif lebih tinggi sehingga ada perasaan hembusan angin yang dingin dari antisiklon tersebut.
2. Angin Fohn, angin jatuh ini sering menimbulkan malapetaka di alpen Utara akibat dari mencairnya es dan salju.
3. Angin Scirocco, karakter sama dengan angin Fohn, yang sifatnya panas namun lembab. Angin ini berasal dari pegunungan dekat Palermo yang udaranya kering dan panas dengan suhu 50 oC dngan RH < 10%.
4. Angin Chinook, tipe angin Fohn yang terjadi di amerika serikat. Bersifat panas dan kering.
5. Angin Mistraal, angin jatuh yang dingin. Proses terjadina angin Mistraal adalah karena tinggina tekanan udara di Perancis pusat, sementara di teluk Genua dan daratan sungai Italia bertekanan minimum.
6. Angin Siklon dan Antisilon.
    Siklon, bertekanan relatif rendah dan dikelilingi isobar2 yang tekanan udaranya makin keluar semakin tinggi.
     Antisiklon, bertekanan udara relatif maksimum, gerakan udaranya sentrifugal (memencar keluar).

PERNYATAAN KELEMBABAN UDARA
      Kelembaban udara menyatakan tentang jumlah atau banyaknya uap air yang terkandung dalam atmosfer pada suatu saat dan tempat tertentu.
      Uap air merupakan unsur atmosfer yang memegang peranan penting dalam terjaminnya kelestarian sumber daya cuaca/iklim.
      Tekanan uap air merupakan tekanan bagian uap air yang ada dalam kolom udara sebagai bagian dari massa udara (uap air dan udara kering) pada suhu dan tekanan tertentu.
v  Kelembaban Mutlak (AH) adalah massa uap air yang terkandung dalam satu satuan volume udara atau perbandingan antara massa uap air (mv) dengan volume (v) yang ditempati oleh uap air tersebut.
           
v  Tidak lazim digunakan untuk menjelaskan permasyalahan iklim karena kejadiannya dalam kondisi terkontro atau tertutup seperti di laboratorium.
v  Kelembaban Jenis atau Kelembaban Spesifik (SH)  perbandingan massa uap air (mv) dengan massa udara lembab, yaitu massa udara kering (md) bersama-sama uap air tersebut (mv).
v  Nisbah Campuran ( r ) adalah massa uap air dibandingkan dengan massa udara kering.
v  Kelembaban Nisbi atau Kelembaban Relatif (RH) adalah perbandingan antara jumlah uap air yang ada di udara dengan jumlah maksimum uap air yang dikandung udara pada suhu dan tekanan yang sama.
            e : tekanan uap air (mb)
            es: tekanan uap jenuh (mb)

Kenapa Harus Partenokarpi

Mengapa harus ada partenokarpi? Dan apa itu partenokarpi?               Istilah partenokarpi ini sebenarnya pertama kali diperke...