Rabu, 18 Oktober 2017

Klasifikasi Schmidth-Ferguson

Haiii Guyss.................... Ketemu lagi di postingan yang selanjutnya tentang Klasifikasi Schmidth-Ferguson
yosh... semoga bermanfaat ya..

1. Klasifikasi Schmidth-Ferguson

Sistem klasifikasi ini sangat terkenal di Indonesia dan banyak digunakan dalam bidang kehutanan dan perkebunan. Klasifikasi ini sebenarnya merupakan modifikasi atau perbaikan sistem atau perbaikan dari sistem klasifikasi Mohr yang telah ada sebelumnya dan digunakan di Indonesia. Penentuan tipe klasifikasi iklim ini hanya memperhatikan unsur iklim hujan dan memerlukan data hujan bulanan paling sedikit 10 tahun. Kriteria yang digunakan adalah penentunan bulan kering, bulan lembab, dan belum basah dengan pengertian sebagai berikut :
Sistem Klasifikasinya :
-Bulan Kering (BK) : Bulan dengan hujan < 60 mm
-Bulan Lembab (BL) : Bulan dengan hujan antara 60-100 mm
-Bulan Basah (BB) : Bulan dengan hujan > 100 mm

Schmidth & Ferguson menentukan BK, BL dan BB tahun demi tahun selama periode pengamatan yang kemudian dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya. Penentuan tipe iklimnya mempergunakan nilai Q yaitu

Rumus:



Setelah diketahui nilai Q yang diperoleh dari hasil pembangian jumlah bulan kering dibagi jumlah bulan basah. Langkah berikutnya dalah mencari nilai Q dalam tabel klasifikasi  nilai Q menurut tipe iklim Schmidt-Ferguson. Sistem Klasifikasi Schmidth-Ferguson lebih mengarah ke ketahanan pangan.


Dari perhitungan nilai Q tersebut dan dengan menggunakan segitiga Schmidth-Ferguson maka didapatkan 8 tipe iklim dari A hingga H sebagai berikut 
A. Daerah sangat basah dengan vegetasi hutan hujan tropika
B. Daerah basah dengan vegetasi masih hutan hujan tropika
C. Daerah basah dengan vegetasi yang daunnya gugur pada musim kemarau, misalnya jati
D. Daerah sedang dengan vegetasi hutan musim
E. Daerah agak kering dengan vegetasi hutan sabana
F. Daerah kering dengan vegetasi hutan sabana
G. Daerah sangat kering dengan vegetasi padang ilalang
H. Daerah ekstrim kering dengan vegetasi padang ilalang

Image result for segitiga schmidt-ferguson

2. Sistem klasifikasi Oldeman 

Sistem klasifikasi tergolong klasifikasi yang baru di Indonesia dan pada beberapa hal masih mengundang diskusi mengenai batasan atau kriteria yang digunakan. Namun demikian, untuk keperluan praktis klarifikasi ini cukup berguna khususnya dalam klasifikasi lahan pertanian tanaman pangan di Indonesia. Oldeman telah membuat sistem baru dalam klasifikasi iklim yang dihubungkan dengan pertanian yang menggunakan sistem iklim hujan. Konsep yang dikemukakan oleh oldeman adalah :
a. Padi sawah akan membutuhkan air rata-rata per bulan 145 mm dalam musim hujan
b. Palawija membutuhkan air rata-rata 50 mm per bulan pada musim kemarau 
c. Hujan bulanan yang diharapkan mempunyai pulang kejadian 75% sama dengan 0,82 kali hujan rata-rata bulanan paling dikurangi 30
d. Hujan efektif untuk padi sawah adalah 100%
e. Hujan efektif untuk palawija dengan tajuk tanaman tertutup rapat sebesar 75%

Dengan Konsep pemikiran diatas maka dapat dihitung hujan bulanan yang diperlukan Xuntuk padi sawah maupun palawija (X) dengan menggunakan data jangka panjang yaitu :
Padi sawah : 145= 1,0 (0,82 X - 30 )
                  X = 213 mm per bulan
Palawija : 50 = 0,75 (0,82 X - 30)
               X = 118 mm per bulan

Nilai 213 dan 118 mm per bulan selanjutnya di bulatkan menjadi 200 dan 100 mm per bulan yang digunakan sebagi batas penentuan bulan basah (BB) dan bulan kering (BK)
Sistem Klasifikasi
Bulan Basah (BB) : Bulan dengan rata-rata curah hujan > 200 mm
Bulan Lembab (BL) : Bulan dengan rata-rata curah hujan 100-200 mm
Bulan Kering (BK) : Bulan dengan rata-rata curah hujan < 100 mm


berdasarkan bulan basah, Oldeman menentukan lima klasifikasi iklim atau daerah agroklimat utama seperti tabel berikut ini.

Image result for segitiga oldeman
 

 Sub Divisi                     Bulan Kering Berturut-turut                       
          1                                              <2
          2                                              2-4
          3                                              4-6
          4                                               >6


Image result for subdisi oldeman

Jumat, 13 Oktober 2017

Klasifikasi Iklim



Hai temen-temen kita ketemu lagi di postingan saya.. kali ini kita mau membahas tentang klasifikasi Iklim... yo check it out
 

KLASIFIKASI IKLIM
A.    Pengertian Klasifikasi Iklim
Pengklasifikan iklim di Indonesia sudah mulai dimulai sejak 1950 tahun yang lalu,
Berikut pengertian iklim menurut para ahli :
1.     Barry dan Chorley (2010)
Klasifikasi iklim membahas hubungan antara iklim dengan vegetasi atau lebih tepatnya suatu vegetasi atau iklim dengan tanah selain hubungannya dengan manusia.
2.     Koesmaryono dan Handoko ( 1988 )
Ada 3 hal yang sangat perkaitan erat dengan pengklasifikan iklim yaitu :
·        Kebutuhan ilmuwan
·        Kebutuhan Pendidikan
·        Kebutuhan filosofis
Pembuatan suatu klasifikasi iklim didasarkan atas karakteristik dari unsur iklim yang menjadi titik dasar pembuatan iklim tersebut seperti ( suhu, curah hujan ataupun kelembapan )

B.     MACAM MACAM KLASIFIKASI IKLIM
Klasifikasi iklim didasarkan pada keadaan unsur-unsur iklimsebagai pengendali representasi dan kondisi geografis suatu wilayah.
a)     Klasifikasi iklim secara genetik ( suatu aliran massa udara, zona angin, perbedaan penerimaan radiasi matahari, benua dan lautan). Menghasilkan klasifikasi untuk wilayah yang luas namun tingkat ketelitiannya kurang dibandingkan dengan klasifikasi secara empirik yang lebih sangat focus pada kawasan atau pada suatu daerah yang sempit.
b)    Klasifikasi iklim secara empirik (data-data pengamatan unsur iklim sangat teratur). Umumnya hasil klasifikasinya berupa daerah yang lebih sempit dibandingkan dengan klasifikasi iklim secara genetik namun lebih teliti.
Dikelompokan menjadi 2 yaitu :
·        Dihubungkan dengan vegetasi (W. Koppen, F. H Schmidt dan J. H. A Ferguson, Oldeman).
Koppen memperkenalkan 5 golongan utama iklim di permukaan bi berdasarkan kelompok vegetasi dan geografis yang diberi symbol huruf besar :
                                                                                            i.            Tipe A (Iklim Hujan tropic)
                                                                                          ii.            Tipe B ( Iklim kering)
                                                                                       iii.            Tipe C ( Iklim sedang berhujan)
                                                                                        iv.            Tipe D ( Iklim hujan dingin)
                                                                                          v.            Tipe E ( Iklim kutub)

Image result for iklim koppen

·        Dihubungkan dengan neraca air dan energi (Throntwaite)

c)     Sistem Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson
Klasifikasi ini sangat terkenal di Indonesia
Banyak digunakan dalam bidang kehutanan dan perkebunan
Image result for c) Sistem Klasifikasi Iklim Schmidt-Ferguson

d)    Sistem Klasifikasi Iklim Oldeman
Klasifikasi ini tergolong klasifikasi yang baru di Indonesia
Berguna dalam klasifikasi lahan pertanian tanaman pangan di Indonesia
Oldeman telah membuat system baru dalam klasifikasi iklim yang dihubungkan dengan pertanian menggunakan unsur iklim curah hujan.

Image result for d) Sistem Klasifikasi Iklim Oldeman


sekian dulu ya temen-temen.. semoga postingan ini bermanfaat ya temen...

Kenapa Harus Partenokarpi

Mengapa harus ada partenokarpi? Dan apa itu partenokarpi?               Istilah partenokarpi ini sebenarnya pertama kali diperke...